
Gadis mungil itu, berlari di genteng-genteng rumah selagi membiarkan jubah di tubuhnya berkibar tertiup angin. Rambut peraknya yang panjang bersinar terang terpantul cahaya rembulan.
Walau penampilannya imut, dia adalah seekor naga kuat bernama Bellatrix.
Dengan lihai dia melompat dari bangunan satu ke bangunan tinggi lainnya hingga dari tempat berdirinya, dia bisa melihat sebuah istana berdiri megah tak jauh darinya.
Tembok yang mengelilinginya dijaga ketat oleh para penjaga dan nyaris sulit ditembus, kendati demikian Bellatrix tak memutuskan menyerah dan lalu melesat maju.
Kazuya memang mengatakan jangan membunuh seseorang meski begitu hampir mustahil untuk tidak menyerang mereka, karenanya Bellatrix menahan setiap pukulannya agar mereka hanya akan berada di posisi pingsan.
Bellatrix muncul di depan salah satu penjaga yang terkejut, pukulannya mengenai perutnya hingga ia tak sadarkan diri.
"Manusia tetap manusia mereka hanya makhluk lemah."
Bellatrix naik ke atas tembok kemudian turun untuk mengendap-endap ke sel penjaga bawah tanah, setelah menumbangkan penjaga di sana ia mulai memilah-milah orang-orang yang berada di sel dan menemukan sel ratu dan putri berada.
Dengan mudah dia menghancurkan batang besi tersebut.
"Aku datang menyelamatkan kalian berdua," katanya selagi menunjukkan emblem tengkorak.
"Bukannya itu."
__ADS_1
Dengan ini mereka berdua akhirnya percaya lalu mengikuti Bellatrix dari belakang, sayangnya mereka telah ketahuan hingga terkepung dari segala arah.
Para penyihir menyorotkan sihir cahaya sementara para penjaga bersiap dengan busur.
"Bagaimana ini Nona?" tanya ratu.
"Bagiku ini bukan masalah."
Perlahan tubuh Bellatrix membesar dan kemudian taring, cakar dan sayap tercipta di belakang punggungnya hingga akhirnya Bellatrix seutuhnya berubah menjadi naga perak.
Dia menggeram menjatuhkan mereka semua dalam ketakutan.
Atas perintah Bellatrix, ratu dan putrinya naik ke punggung lalu bersama-sama menghilang dalam kegelapan malam.
Sementara itu Kazuya duduk di bangunan tinggi selagi melihat kawah besar yang sebelumnya dia ciptakan.
Meteor telah menyapu seluruh bangsawan di kota ini hingga mereka telah berhamburan ke kota lainnya, hanya menunggu waktu bahwa pihak kerajaan yang sekarang menyerang tempat ini.
Kazuya memunculkan pedang Grandbell di tangannya hanya untuk melihat bilah hitam di sana.
"Pedangmu terlihat sangat terkutuk, aku yakin itu bukan milik seseorang pahlawan," suara itu berasal dari Dion yang masih tetap memakai maskernya dan berdiri di dekat Kazuya.
__ADS_1
"Dari awal aku memang bukan pahlawan, bisa kau bilang aku tidak menyukai ketidakadilan."
"Karena itulah kau ingin membantu kami sejuah ini."
"Ada anak-anak yang mati, aku hanya ingin hal itu tidak terjadi lagi."
"Begitu."
Keheningan terasa di antara keduanya, hingga Dion membuka mulutnya.
"Dulu aku dan adikku tinggal bersama orang tua kami di tempat yang damai, kami menghabiskannya waktu bersama sampai sekumpulan bandit muncul dan menghancurkan desa kami, saat itu kami berdua memutuskan untuk membalas dendam dengan menjadikan diri kami seorang kesatria lalu mengejar mereka... kami berhasil menghabisi pasukannya namun sayangnya pemimpinnya berhasil meloloskan diri sementara pasukanku terluka hingga kami jatuh ke dalam jurang dan dinyatakan tewas... saat hanya aku dan adikku yang masih hidup kami mati-matian kembali ke ibukota sayangnya saat tiba di kerajaan ini, situasinya tidak sama seperti sebelumnya, kerajaan ini telah rusak."
Dion telah dua kali kehilangan rekan dalam pertempuran, pertama saat mengejar bandit tersebut dan kedua saat mencoba mengubah kerajaan ini.
Sudah berapa kali dia ingin mati, meski begitu jika dia mati maka perjuangan rekan-rekannya selama ini hanya akan berakhir sia-sia dan Kazuya tahu betul tentang itu.
Kazuya menghilangkan pedangnya lalu menatap jauh pemandangan kota di bawahnya.
Dia tidak bisa melarang seseorang untuk balas dendam karena dirinya juga seperti itu.
"Rusak bukan berarti tidak bisa diperbaiki, dengan langkah awal ini aku yakin semuanya akan jauh lebih baik," katanya demikian sebelum Dyane muncul dengan laporan yang dibawanya.
__ADS_1