
"Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi," menanggapi perkataan Paula, Arthur berjalan bersama rekannya keluar guild.
Orang-orang membutuhkan makanan karena itu, mereka akan mencoba berburu hewan sebanyak yang mereka bisa.
Di luar desa ada sebuah padang rumput luas di mana di bawahnya terdapat sesuatu yang bisa mereka makan, walau hewan tersebut memiliki kulit cukup keras, bagian dalamnya tetaplah lunak.
Clara berbaring selagi menempelkan telinganya di tanah, hewan yang akan mereka buru adalah ulat tanah yang ukurannya sebesar 6 meter serta memiliki panjang 12 meter.
"Bagaimana?" tanya Arthur
"Ada banyak di bawah, Luis."
"Serahkan padaku."
Luis melompat jauh ke depan selagi menarik tangannya ke atas sebelum menghantamkannya ke bawah menciptakan retakan kehancuran luar biasa hingga ulat tanah yang berjumlah lebih dari sepuluh mulai menggeliat ke luar, bersamaan itu Pireta sudah merapal sihir lalu mengeluarkan tebasan angin yang memotong semuanya sampai tumbang, dari sini Arthur akan menggunakan pisau untuk mengambil daging mereka.
Jika ini tidak cukup mereka akan mencari lebih banyak bahan pokok untuk dibagikan ke semua penduduk.
Sekembalinya ke guild ekpresi wajah Paula dipenuhi sinar bahagia, bagaimanapun Pireta kini mengenakan pakaian pelayan dengan pita di rambutnya.
"Kau sangat cantik, walaupun seorang pria."
"Benar kan," balas Clara tersenyum bangga.
"Arthur lakukan sesuatu, mereka membuatku menjadi wanita."
"Untuk hari ini tahanlah sedikit, kurasa setelah puas, Clara dan Paula akan berhenti."
__ADS_1
"Aku meragukannya."
Arthur meletakan beberapa pisau di meja untuk mengolah daging yang mereka dapatkan, kini guild yang seharusnya sebagai tempat petualang telah disulap menjadi area dapur dadakan.
"Pireta tolong cuci ini."
"Baik."
"Paula panaskan air hangat kemudian rendam daging ini dengan air garam."
"Laksanakan."
Arthur terus memberikan komando ke arah semuanya selagi mengolah daging di atas wajan bersama Clara, di antara semuanya, Luis hanya bersandar di meja tanpa melakukan apapun.
Dia tidak cukup ahli dalam melakukan hal ini, Arthur bisa mengerti hal itu dan dia akan membantu membagikan makanan ini sebagai gantinya.
"Baik."
Paula dan Pireta mulai membuka antrian penduduk yang ingin mendapatkan makanan, mereka mengantri dalam tiga barisan, di mana makanan itu dibagikan oleh Arthur, Clara dan Luis.
Suara Pireta yang diubah menjadi mode imut terdengar saling menyahut dengan suara Paula.
"Tetap antri, semua makanan cukup untuk semuanya bahkan sampai tiga hari."
"Tuan tolong antri yang benar."
"Baik nona, Anda sangat cantik."
__ADS_1
Pireta hanya tersenyum masam, jika dibiarkan begini semua orang akan menyangkanya sebagai gadis, syukurlah sebagai perjanjian Pireta tidak akan mengenakan pakaian seperti ini lagi selama tiga bulan.
Paling tidak Arthur masih mencoba menyelamatkannya dari tangan-tangan jahil para wanita seperti Clara ataupun Paula.
Ia masih ingat saat Amnestha terus menjahilinya saat dididik olehnya, dibanding saat itu, semua ini masihlah biasa.
"Silahkan."
"Terima kasih."
"Kami akan tinggal di desa ini, jadi siapapun yang ingin merubah hidupnya menjadi lebih baik, bisa bergabung di guild dan kami akan mengajarkan cara berburu makanan maupun bertani, jadi jangan sungkan untuk bergabung," teriak Arthur membuat semua orang kagum akan sosoknya.
Besar di desa serta mendapatkan pelajaran di akademi telah membuat sosok Arthur menjadi seorang pemimpin hebat, diam-diam Paula dan Clara memperhatikan dari belakang.
"Bukannya Arthur terlihat luar biasa?"
"Begitulah, padahal kami tumbuh bersama di desa kelahiran kami, saat itu dia seperti orang yang ceroboh."
"Heh, begitukah?"
Clara membalas dengan anggukan kecil lalu melanjutkan.
"Sebenarnya Arthur merupakan orang yang terpilih menjadi raja namun dia menolaknya dan memutuskan menjadi petualang untuk membantu banyak orang seperti orang yang dia kagumi."
"Orang yang dia kagumi, siapa kah itu?"
"Namanya Tuan Kazuya."
__ADS_1