
Aku sempat bertanya pada Teresa soap bunga tersebut akan tetapi sayangnya dia tidak memilikinya, setelah menanyakan hal ini juga pada Elona akhirnya aku menemukan lokasi di mana bunga matahari itu berada.
Dengan sihir teleportasi kami pindah ke sebuah padang rumput yang berhiaskan bunga-bunga berwarna kuning cerah, Yap. Mereka adalah bunga matahari yang dimaksud.
Beberapa orang juga terlihat memiliki tujuan yang sama denganku, mereka mulai mengambil beberapa bunga yang mereka suka lalu memasukan ke dalam pot yang mereka siapkan, setelah itu mereka pergi."
Dorothy turun dari kepalaku dan mulai berkeliling padang rumput bersama Tingkerbel yang duduk di punggungnya, entah kenapa mereka sangat akrab sekarang.
"Bagus Dorothy, coba lompat lebih tinggi lagi."
"Meong."
Aku hanya bisa memperhatikan mereka dari kejauhan saat aku mulai mengambil beberapa bunga yang kumasukan ke dalam kantong plastik. Aku memilih bunga yang kecil lalu menggali di sekeliling akarnya dengan mengambil tanahnya juga.
Aku berhasil mengambil sekitar 10 bunga.
Ketika aku hendak mencari keberadaan Dorothy dan Tingkerbel mereka berdua malah menghilang.
"Mereka pergi kemana?" saat aku bertanya-tanya kulihat di balik semak-semak seorang gadis sedang memperlihatkan perutnya dengan tangan di tekuk seperti kucing, tidak, sejujurnya dia gadis kucing dengan telinga oranye.
Dia menguap lebar lalu melompat ke arahku selagi menjilati pipiku.
"Meong, meong."
__ADS_1
"Dorothy kau berubah menjadi manusia?"
Dia hanya memiringkan kepalanya dan hanya mengatakan majikan beberapa kali.
"Di mana Tingkerbel?"
"Aku di sini, tubuhku..." Tingkerbel barusan di bawah tubuh Dorothy.
"Kau baik-baik saja?"
"Kupikir aku akan mati," kugunakan sihir penyembuh untuk mengobatinya sedangkan Dorothy berubah menjadi kucing dan kembali berada di kepalaku selagi menguap lebar.
Matahari sudah mulai tinggi, jadi sudah masuk waktunya untuk tidur siang. baginya.
"Ngomong-ngomong kenapa Dorothy bisa berubah menjadi bentuk seperti itu?"
"Aku juga tidak tahu, biasanya gadis kucing dan kucing adalah sesuatu yang berbeda tapi sepertinya Dorothy bisa mengambil dua wujud berbeda."
"Sepertinya begitu, yah.. Dorothy adalah Dorothy bagaimana bentuknya dia tetaplah dirinya."
Aku menyipitkan mata ke arah Tingkerbel yang terlihat malu-malu.
"Apa perkataanku salah?"
__ADS_1
"Tidak, tapi sejak kapan kalian jadi akrab."
"Ini adalah salah satu kemampuanku."
Aku menggunakan sihir teleportasi hingga kami bertiga tiba di desa dengan cepat, dibantu para naga serta Lolia kami berhasil menanamnya pada sore hari. Yang tadinya berjumlah 20 entah kenapa semua orang memintaku untuk mengantar mereka mengambil bunga lagi hingga pada akhirnya desaku berubah menjadi desa yang paling cerah di antara desa di kerajaan ini.
Selagi menguap lebar Dorothy tertidur di pangkuanku dalam wujud kucingnya, di depanku Ristal duduk selagi menyilangkan kakinya dengan marah.
Marah Ristal mirip ke arah imut.
"Ada apa? Apa aku melakukan hal salah."
"Aku melihat patungku yang baru di kota suci tapi kenapa patung Ariel lebih bagus."
"Meski kau marah, bukan aku yang membuatnya dan juga aku hanya memberikan desain yang sebenarnya... Ukuran dadamu di G, aku yakin menulisnya begitu."
"Bukan soal dadaku... mari kita lihat patungnya ke sana."
"Jika kau bilang begitu."
Ariel yang duduk di sebelah Ristal hanya sibuk merajut syal di tangannya seolah tidak terganggu sedikitpun, sebentar lagi musim dingin akan datang karena itu dia mempersiapkan hal ini untukku.
Dia istri yang perhatian dan entah kenapa semua istriku yang lain melakukan hal sama setelahnya.
__ADS_1
"Aku juga tidak akan kalah," kata Riel penuh semangat mewakili semua orang. Di musim dingin aku pasti menjadi mumi yang diselimuti syal.