
Di desa yang seluruhnya diisi naga dan manusia aku berpapasan dengan Zeper, Lusy dan Suhen.
Belakangan ini mereka telah mengekplorasi kedalaman dungeon diperbatasan hingga akhirnya sampai mencapai lantai terakhir, mereka mengatakan bahwa di lantai terakhir ada sebuah pemandian air panas yang nyaman yang mampu membuat seseorang awet muda.
Mereka juga mengatakan bahwa tempatnya sendiri tersembunyi bahkan jika seseorang mencarinya itu mustahil ditemukan, namun mereka malah memberikanku peta untuk ke sana.
"Berjuanglah Haru, semua istrimu pasti akan menyukainya."
Karena perkataan itu, aku bersama kedelapan istiku berada di lantai terakhir dungeon yang seluruhnya berjumlah 100 lantai, Rin, Amnestha, Gabriela, Rusina dan Marina juga turut ikut bersama kami.
Aku sempat memaksa Minerva ikut namun dia menolaknya dan ingin tinggal di masion sendirian.
Kuharap dia bisa sembuh secepatnya.
Dengan ini sekitar 13 orang bisa kulihat telanjang secara bersama, ini pasti yang dinamakan surga.
__ADS_1
Aku berjalan di depan selagi mengikuti setiap petunjuk yang ditulis oleh Zeper, mereka benar-benar menyembunyikan tempat itu begitu baik.
Sebelah kiri ada batu, geser ke samping maka sebuah jalan berbentuk lubang ada di sana, mereka bertiga sangat menyusahkan, bahkan masih ada lubang lagi untuk dilewati sampai akhirnya kami menemukannya.
Orang yang masuk pertama ke kolam Selly dan Sella mereka memang tidak malu menunjukkan tubuh mereka begitu saja, Felisa tampak malu-malu kemudian membulatkan tekad untuk mengikuti jejak yang pertama, sejujurnya aku sudah melihat semuanya kenapa mereka harus malu? Rusina dan Marina juga tidak keberatan, tidak, keduanya memang tidak punya rasa malu. Aku masuk ke dalam kolam dan bersandar di pinggirnya selagi mengawasi mereka, ini benar-benar nyaman, air panasnya pas serta pemandangannya juga begitu menenangkan.
Kebanyakan monster pasti sudah dikalahkan oleh mereka.
Seiring penjelajahan dungeon tempat pasti akan mudah ditemukan dan kami kesulitan untuk memakainya selagi sempat mari nikmati ini sepuasnya.
Di loket kedua adalah gadis ceria Lemy dan terakhir pria dan putrinya, Ronald dan Lili.
Ketiga loket sepertinya sudah memenuhinya keinginan para klien hingga semua orang keluar tanpa masalah.
"Fuaah..." Keyla berlari keluar untuk menemuiku, di susul Lemy, Ronald serta Lili.
__ADS_1
"Kalian selalu berkerja keras, bagaimana jika kalian libur seminggu dulu sebelum kembali bekerja," aku rasa libur beberapa hari di jadwal padat pasti tidak cukup.
"Bagaimana dengan guildnya tuan?" kata Ronald, tak hanya menjual barang-barangku kini Ronald juga menjual barang pedagang lainnya, adanya Lili itu sangatlah membantu.
"Untuk guild tak apa libur, lagipula sekarang guild pedagang sudah banyak tersebar di kota, semua orang pasti tidak akan keberatan tapi sebelum itu kalian buat dulu surat edaran agar semua orang tahu."
"Kami mengerti, terima kasih banyak."
Inside guild yang ingin merebut perbatasan juga pasti sudah menguras tenaga dan pikiran mereka, hal ini pantas untuk mereka dapatkan.
Semenjak guild libur kota terlihat sedikit lebih sepi dari biasanya, jika untuk di desa dataran tinggi hal itu tidak berubah sedikitpun.
Masih ramai seperti biasanya.
Keluarga Ronald telah pergi, karena itu aku meminta Hesna dan Nermia untuk mengurus jalannya desa, hari ini kami akan panen kentang yang melimpah dan aku ingin membantu juga.
__ADS_1