Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 431 : Gadis Bernama Len


__ADS_3

Selagi berjalan-jalan di pusat desa, aku tanpa sengaja berpapasan dengan seorang gadis kecil yang memukul-mukul slime dengan tongkat.


Slime terkadang masuk ke dalam desa, karena tidak berbahaya kami membiarkannya begitu saja lagipula slime adalah pengurai baik dan sangat berguna sebagai pembersih.


"Ciat...ciat... rasakan ini."


Tongkat itu memang mengenai tubuh slime hanya saja tidak memberikan damage apapun kecuali suara pyonn.. pyonn.


Aku berlutut di dekatnya.


"Apa yang sedang kau lakukan gadis kecil?"


"Aku sedang menaikan levelku, jika aku bisa mengalahkan slime ini aku akan menjadi kuat."


"Berjuanglah."


Kataku ringan dan ia kembali memukul slime.


Keesokan paginya aku ke tempat yang sama dan menemukan gadis yang sama sedang memukuli slime kembali.


Aku bertanya padanya.


"Kenapa kau ingin menjadi kuat?"


"Tentu saja untuk menyelamatkan banyak orang, desaku dihancurkan monster karena itu aku akan membalasnya."


"Di mana orang tuamu?"


"Tidak punya, mereka telah dibunuh monster.. aku tinggal di panti asuhan."

__ADS_1


Ia memiliki nasib yang sama sepertiku.


Aku memang membangun panti asuhan untuk orang-orang yang kurang beruntung bahkan kota suci menawarkan beberapa ibu asuh di sini.


"Siapa namamu?"


"Len."


"Nah Len, apa kau mau jika aku mengajarimu beberapa cara bertarung.. aku bisa mengajarimu sihir juga."


"Benarkah... terima kasih."


Aku tersenyum ke arahnya, tempat yang bagus untuk meningkatkan level dengan cepat adalah pergi ke dungeon, sayangnya dungeon sekarang hanya berfungsi sebagai tempat penambangan karena itu aku hanya berharap pada monster-monster di sekitar sini.


Untuk permulaan kurasa slime bisa digunakan.


Tongkat kayu tidak cocok untuk bertarung jadi kuciptakan pedang pendek yang pas untuk anak kecil.


"Sudah waktunya istirahat."


Perjalanannya jelas masih akan panjang.


Aku memunculkan tikar dan beberapa keranjang berisi roti yang bisa dimakan Len.


"Enak sekali."


"Pelan-pelan saja."


Len mengangguk mengiyakan lalu mengambil botol susu yang dia minum sekali tegukan, setelah selesai dia kembali berlatih.

__ADS_1


Setiap harinya selama satu jam aku melatihnya dengan mengalahkan slime atau berlatih dengan pohon. Setelah satu bulan aku bisa melihat peningkatan pesat darinya, dengan sekali tebasan dia memotong pohon dengan mudah.


"Apa kau melihatnya, aku sudah kuat?"


"Benar sekali, sekarang kau bisa bergabung dengan akademi."


"Haruskah aku pergi ke sana?"


"Banyak hal yang bisa kau pelajari jadi jangan ragu."


"Aku mengerti, aku akan pergi ke sana... untuk semuanya aku ucapkan terima kasih."


"Aah."


Aku hanya melihat punggung Len yang berlari senang, rambutnya yang berwarna pirang berkibar anggun dengan penuh semangat.


Akademi bukan hanya tempat untuk menjadi kuat saja akan tetapi tempat untuk mendapatkan teman juga.


Aku harap dia menemukan apa yang ingin dicarinya.


Kurasa aku akan membuat dungeon yang bisa digunakan sebagai pembelajaran bagi generasi muda, selagi memikirkan itu aku pergi ke dalam hutan.


Rata-rata dungeon memiliki lantai 100 dengan tahapan berbeda-beda, aku juga harus memasang bos di setiap lantai 10.


Yang menjadi pikiranku apa aku bisa membuat dungeon yang aman tanpa membuat seseorang terbunuh, kurasa aku akan membuat penyesuaian untuk itu.


Alasan kenapa para petualang maupun kesatria di generasi ini lemah itu semua karenaku, di masa lalu aku mengunjungi setiap dungeon dan menghancurkannya.


Kini semua orang kehilangan tempat untuk bertambah kuat.

__ADS_1


Sekarang aku menyesali itu.


__ADS_2