Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 168 : Roh Salju


__ADS_3

Wanita itu hanya mengenakan gaun putih yang sama sekali tidak menutup seluruh tubuhnya, saat aku membangunkannya dia membuka matanya selagi menguap lebar.


"Apa sudah pagi?"


"Ini sudah siang."


"Aku ketiduran lagi."


"Kau bukan manusia kan?"


"Benar, aku ini roh salju namaku Yuki.. saat musim biasa aku hanya berhibernasi dan baru saat musim dingin aku bisa bepergian."


Dalam setahun dia hanya punya waktu sebentar untuk keluar.


Aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri lalu memperkenalkan diri dan mengatakan tujuanku padanya.


"Bunga salju itu benar-benar langka, bagaimana kalau aku membuatnya?"


"Kau bisa melakukannya?" aku balik bertanya.


"Aku hanya bisa membuat satu hari satu buah saja."


"Kurasa itu sudah cukup."


Aku diminta untuk mengambil bunga biasa lalu menaruhnya di depan Yuki, Yuki mengulurkan tangannya dan berkata.


"Salju."


Dan seketika bunga itu terselimuti salju.


"Sudah selesai."


Aku menarik pipinya.


"Uwah.. sakit, sakit."


Salahku telah mempercayainya, jika begitu aku juga bisa sendiri. Kupikir akan buang-buang waktu jadi kuputuskan untuk mencari sendiri.


"Tunggu, aku tadi hanya bercanda... Hey."


"Kau ini cukup menyebalkan."

__ADS_1


"Haha sepertinya begitu, aku jarang berbicara dengan seseorang aku rasa sangat menyenangkan bisa melakukan ini."


Aku mulai mengibas-ngibaskan salju untuk mempermudahku menemukan bunganya.


"Kalau kau ingin berbicara, kenapa tidak ke kota saja?"


"Aku ingin tapi aku ini bukan manusia."


"Apa salahnya jika kau bukan manusia, kau bisa hidup seperti mereka jika mau?"


"Apa bisa."


"Tentu saja, di desaku ada naga dan manusia tapi mereka bisa hidup bersama, peri juga ada."


"Heh, tempat yang menyenangkan... Bisakah aku tinggal di sana juga?"


"Aku tidak keberatan sih.. Kau bisa tidur di masionku."


"Kau orang baik, aku menyukaimu.. Aku bisa tinggal di kamar mewah dan keluar saat musim dingin tiba."


"Kurasa itu tidak masalah... akhirnya ketemu."


Setelah memberikan bunga itu pada guild pedagang aku memutuskan kembali ke masion, Yuki yang ada dibelakangku berlari ke sana kemari.


"Ini lucu."


"Kucing, kau tidak kedinginan."


"Uwahh... Ada boneka salju."


Dia sangat bersemangat, sesampainya di desa dia saling bercengkrama dengan peri, naga dan manusia, dia juga menanyakan berbagai makanan favorit mereka.


Saat di masion dia melihat Dorothy yang sedang duduk di meja layaknya manusia selagi menikmati tehnya


"Meong, meong."


Kucing legenda memang berprilaku berbeda dengan kucing biasa, Yuki segera berlari untuk memeluknya.


"Imut sekali."


"Meong."

__ADS_1


Felisa muncul dari belakangku.


"Dia ini roh salju, aku menemukannya di gunung bersalju saat mencari item langka kurasa dia akan tinggal di sini juga."


Felisa terkejut.


"Kau memiliki hobi membawa gadis muda ke rumah."


"Jangan mengatakan hal aneh-aneh."


Pada akhirnya semua orang di masion bisa berteman baik juga.


Karena Akademi akan dibuka lagi aku mengantar keempat siswa itu untuk kembali ke sekolah.


Ketika Pireta dan Luis pergi ke ruangan mereka Arthur tiba-tiba berkata ke arahku.


"Bertarunglah denganku, aku ingin mencoba kemampuanku."


"Arthur, kau?"


"Tenang Clara, aku ingin bertambah kuat dengan bertarung dengan orang lebih kuat."


"Aku masih memiliki waktu luang, baiklah,aku terima tantanganmu."


Di ruangan latihan aku dan Arthur selagi berhadapan dengan pedang kayu, sementara Clara memperhatikan dari samping.


"Majulah."


Arthur melebarkan kakinya lalu melesat ke arahku selagi mengayunkan pedangnya, semua gerakannya tidak memiliki celah hanya saja itu masihlah belum cukup, dalam pertarungan, bertahan tidak cukup jika tidak diimbangi oleh serangan yang baik.


Aku terus menjatuhkannya sebanyak dia berdiri pada akhirnya dia tumbang ke lantai dengan nafas seolah sudah habis, Clara mendekat padanya untuk menggunakan obat-obatan penyembuh.


"Kau masih perlu belajar dalam teknik serangan, dalam berpedang bukan hanya memperhatikan pedang musuhmu melainkan menganalisa apa yang akan mereka lakukan."


"Itu sangat mustahil untuk menebak satu langkah atau dua langkah pergerakan musuh," kata Clara.


"Lalu kenapa aku bisa melakukannya?"


Aku berjalan pergi dan Arthur berterima kasih saat sosokku hilang dalam pintu.


Pengalaman adalah guru yang baik, seiring kau terus bertarung, kau akan tahu dimana seseorang melakukan kesalahan meskipun hanya sedikit saja.

__ADS_1


__ADS_2