Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 29 : Informasi Untuk Raja Iblis


__ADS_3

Nermia yang telah selesai dengan pekerjaannya telah kembali ke penginapan, dia sudah mengantar pemilik guild pedagang sebelumnya dan sekarang pergi untuk mandi.


Kedua pelayanku hanya duduk di dekat jendela mendiskusikan berbagai hal soal perabot yang sejujurnya itu masihlah lama.


Paling tidak perlu waktu sebulan lebih sampai masion kami selesai, sampai saat itu kami hanya akan tinggal di tempat ini.


"Nah Selly bagaimana kalau kita menggunakan ranjang yang besar, aku tidak ingin tidur secara bergantian."


"Kurasa itu lebih baik, kita juga hanya bertiga dengan Nermia."


Mari pura-pura tak mendengarnya.


Saat malam hari aku bersama Elona mulai menyusup ke daerah di bagian barat kerajaan Weisvia dimana dari tebing tinggi itu aku bisa memperhatikan pasukan kerajaan yang sedang membuat jebakan seperti lubang dan lainnya.


Aku menulis semua jebakan yang mereka siapkan ke dalam kertas. Elona yang berada di sampingku hanya berusaha mencoba menahan tawanya.


"Maafkan aku, aku hanya berfikir bagaimana ekpresi pahlawan itu saat pasukan raja iblis bisa menghancurkan rencana yang telah disiapkannya."


Aku bisa membayangkannya.


"Kita akan melaporkan seluruh perangkap ini pada mereka, kemudian menyuruh mereka untuk menyerang kerajaan ini secara penuh."


"Dan di saat yang sama kita menyerang raja iblis?"


"Tepat sekali, setelah mengalahkan raja iblis kita juga akan merebut kerajaan ini dan membiarkan putri Felisa berhadapan dengan pahlawan itu."

__ADS_1


"Tapi bagaimana agar raja iblis bisa mempercayaimu?" tanya Elona.


"Aku hanya akan menyebutkan bahwa aku adalah seorang yang membenci kerajaan ini."


Elona hanya mendesah pelan.


Ideku memang cukup sederhana.


Setelah selesai mengawasi, keesokan paginya aku mengirim surat pada raja iblis Nikel, aku juga menyelipkan berbagai rencana yang disiapkan oleh kerajaan.


Dengan ini aku hanya harus menunggu.


Aku berdiri bersandar di pohon selagi melihat Felisa yang sedang berlatih bertarung bersama Elona.


Setiap tebasan yang dia arahkan memang terlihat berantakan meski begitu, staminanya cukup kuat.


Felisa membaringkan tubuhnya di rumput selagi mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Kerja bagus," kataku mendekat.


"Sejak kapan kau ada di sini?"


"Sejak awal, yah.. melihat seorang gadis berusaha keras cukup menyenangkan."


Elona tersenyum kecil lalu bertanya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan rencanamu?"


"Sudah kulakukan, aku juga sudah mendapatkan balasan dari raja iblis."


"Kau tidak mengira mereka akan percaya."


"Mereka hanya tidak memiliki pilihan, hanya saja ada masalah."


" Apa itu?"


Felisa dan Elona memiringkan kepalanya.


"Aku memang meminta mereka untuk menyerang secara penuh ke istana, tapi mereka menolak dan hanya akan mengirimkan setengah pasukannya yang dipimpin oleh dua komandan atas."


Felisa bangun untuk duduk, ia berkata ke arah kami berdua.


"Dengan kata lain mereka tidak sepenuhnya percaya, lagipula aku juga pasti tidak akan mudah percaya pada sebuah surat, lalu bagaimana sekarang?"


"Rencananya hanya berubah sedikit, kita akan menunggu di kerajaan dan ketika pasukan pahlawan terdesak kita akan langsung menyerang keduanya."


"Dari awal sudah kuduga hal ini akan terjadi, berapa orang yang kau butuhkan?" sekarang Elona yang bertanya padaku.


"Hanya dengan kita saja sudah cukup, penyerangan raja iblis akan dimulai 3 hari lagi, saat itu tiba Felisa harus sudah bisa menghadapi orang itu."


"Aku akan melakukannya."

__ADS_1


Itulah yang dinamakan sebuah semangat.


Pahlawan Heis adalah seorang yang lebih suka mengorbankan orang lain untuk keselamatannya, jika itu Felisa aku yakin dia bisa mengalahkannya.


__ADS_2