Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 338 : Kembang Api


__ADS_3

Aku memperkenalkan Rima sebagai anak hilang, kemudian dia memukul perutku selagi berdeham sekali.


"Aku seorang penyihir roh, salam kenal semuanya."


Putrikulah yang paling bersemangat lalu mengelilinginya dari segala arah.


"Kau sangat kecil, imut sekali."


"Yah, kau juga sangat kecil."


Aku tidak ingin membahasnya, karena sudah di sini aku juga ingin bermain dengan seluruh istriku dan pelayanku, permainannya adalah menyerang musuh dengan pistol cat warna yang mudah dihapus.


Kami membagi diri menjadi dua kelompok lalu menyerang dengan segenap kemampuan kami, tentu aku hanya menyerang area dada saja sebagai hiburan.


Permainan yang menyenangkan.


Di sela-sela istirahat, aku memperkenalkan Rima dengan Amnestha yang kebetulan seorang roh agung. Kecuali dia, aku tidak yakin ada yang lebih tahu tentang roh itu sendiri.


Saat Rima mengeluarkan Aries, tatapan Amnestha sedikit tidak percaya sementara Aries sendiri mengalihkan pandangan seolah menyembunyikan sesuatu.


Amnestha mulai menyentuh di beberapa titik tubuh Aries.


"Hentikan... kenapa semua orang suka sekali menyentuhku?"


Mungkin karena dia lembut. Aku juga ingin melakukannya akan tetapi ke arah yang lebih erotis.


Mari abaikan pikiran bodohku.


"Kau benar-benar roh bintang?"


"Aku asli."


Rima sedikit bertanya.


"Apa ada yang salah?"


"Tidak, hanya saja roh bintang sudah lama memutuskan kontrak dengan dunia ini, aku tidak pernah tahu ada yang masih di dunia ini."


Ekpresi Rima yang penasaran kini berubah menjadi keterkejutan.

__ADS_1


"Roh bintang cenderung digunakan sebagai alat kejahatan karena itu, mereka melakukannya."


"Tunggu sebentar, lalu kenapa Aries masih bersamaku?"


Aries yang menjawabnya.


"Sebenarnya aku sendiri yang memutuskan untuk bersama Rima. Aku tidak ingin dia kesepian."


"Aries."


"Maaf membohongimu selama ini, tapi aku sangat senang melihat Rima yang bersemangat."


"Jadi aku tidak akan menjadi penyihir roh terkuat," katanya dengan nada kecewa sebelum aku memotongnya.


"Tanpa roh bintang kau akan bisa mencari roh lain, benarkan Amnestha?"


"Benar, masih banyak roh kuat di dunia ini.. khususnya roh agung sepertiku, aku bisa menuliskan tempat-tempat roh yang bisa membantumu."


"Aku sangat berterima kasih."


Aku menepuk pundak Rima.


"Padahal istrimu memiliki yang jauh lebih besar."


Mereka bukan roh yang bisa dia koleksi.


Sekembalinya di desa aku meminta para Succubus dari bar Elona membantu dengan pembuatan kepiting rebusnya.


Sekitar lima tungku raksasa di buat untuk menyajikan berbagai makanan hingga semua penduduk dari ke enam desaku bisa menikmatinya bersama-sama.


"Maaf Elona membuat tokomu tutup lebih awal."


"Tidak apa, lagipula semua orang terlihat menikmatinya."


"Mama, aku ingin mencoba makanan di sana."


"Baik, tuan Kazuya."


"Bersenang-senanglah."

__ADS_1


Beberapa orang juga dengan senang memainkan musik yang mampu membuat siapa yang mendengarkannya ikut menari, aku bahkan melihat Zeper gemetaran saat menari dengan Isabel.


Kuharap mereka berdua cepat menikah saja.


Jika mengalihkan ke sampingnya Katharina, Rusina dan Bellatrix sedang berlomba meminum anggur berkualitas baik.


Mereka semua tampak kacau, untuk sisanya mereka mencoba berbagai makanan yang disediakan dan saling mengobrol satu sama lain termasuk Aries dan Rima.


"Desa yang indah?"


"Ardina kah?"


"Mau minum?"


"Aku tidak suka minuman beralkohol."


"Sayang sekali, padahal semua orang selalu terlihat gembira saat meminumnya."


"Aku tidak yakin hati mereka juga seperti itu, maksudku untuk sebagian orang."


Dia tertawa lalu melanjutkan.


"Aku tidak bisa melakukan hal seperti ini, tapi jika butuh bantuanku jangan sungkan untuk memintanya."


"Tentu."


Ardina adalah seorang elf berambut hitam sebahu, dia adalah ibu dari Neffiel.


Aku sendiri yang memberikan penampilan tubuhnya seperti itu.


"Putriku sepertinya memangilku, sampai nanti."


"Aah."


Acara yang sesungguhnya baru dimulai.


Dari kejauhan aku memberikan tanda pada Lemy dan Keyla berupa acungan jempol, bersamaan itu, langit yang awalnya gelap kini bercahaya dengan berbagai kembang api yang dinyalakan.


Ini jelas menjadi malam yang indah.

__ADS_1


__ADS_2