Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 163 : Penjelajahan Dungeon


__ADS_3

Setelah menunggu sangat lama Pireta dan Luis akhirnya bisa melihat sosok Arthur dan Clara yang berlari ke arah keduanya.


Clara mengenakan jubah penyihir sedangkan Arthur membawa pedang perunggu serta pedang yang baru dibelinya, yang jelas semuanya masih mengenakan seragam akademi.


"Kalian sangat lama."


"Maafkan kami, lalu kereta kuda ini?" tanya Clara.


"Aku meminjamnya dari pihak kerajaan katanya kita bisa memakainya asal dikembalikan," jawab Pireta lalu Luis meminta mereka segera masuk sebelum akhirnya kereta berangkat.


Di luar dugaan bahwa Luis pandai dalan hal ini hingga mereka sampai dengan selamat, di luar Dungeon ada beberapa petugas dari kerajaan Weisvia, mereka hanya menulis nama serta lantai berapa yang akan mereka tempuh.


"Begitu, kalian dari kerajaan Artharissa.. Kami memang memperbolehkan siapapun masuk ke dungeon dengan syarat pendapatan kalian akan dibagi dua dengan kerajaan Weisvia, apa kalian yakin?"


"Tentu saja, keinginan kami hanya ingin mencapai lantai terakhir," balas Arthur.


Penjaga itu tersenyum lalu memberikan sebuah kertas yang diterima baik oleh Arthur.


"Apa ini?" tanya Clara memotong.


"Itu dari petualangan bernama Zeper, katanya jika ada seseorang yang ingin pergi ke lantai terakhir tolong berikan ini."

__ADS_1


"Aku mengerti, sampai nanti paman."


"Berhati-hatilah kalian."


Luis bertugas membawa perbekalan di punggungnya dan berada di paling belakang, Arthur dan Pireta berada di depan sementara di tengah adalah Clara. Ini adalah strategi yang cukup baik yang bisa mereka terapkan.


Jika ada monster yang menyerang dari belakang Luis akan menghadapinya dengan mudah.


Pireta berkata.


"Aku baru tahu Dengeon bisa seramai ini."


"Kebanyakan dari lantai satu sampai dua puluh adalah lokasi penambangan, baru dari sana akan sedikit jarang orang sampai lantai 50 dan dari lantai 50, orang benar-benar jarang yang melanjutkan kembali... Kemungkinan kita akan mati bukanlah nol."


"Jika menurutmu begitu, itu lebih menarik," timbal Luis senang.


Arthur mengangkat bahunya ringan.


"Kita bisa sedikit bersantai sampai lantai itu."


Tidak ada monster maupun apapun yang berbahaya, jika pun ada monster petualang yang disewa untuk menjaga para penambang akan lebih dulu bergerak untuk mengalahkannya.

__ADS_1


Tanpa terasa mereka sampai ke lantai 50 dalam waktu 2 hari, ada beberapa petualang yang sepertinya memiliki tujuan sama hingga mereka saling mengobrol satu sama lain.


"Kami hanya ingin mengambil bebatuan di sini, walau dibagi dua dengan pihak kerajaan keuntungan masih memuaskan terlebih kami juga tidak terlalu berat bertarung dengan monster di sini."


Dungeon awalnya adalah tempat dengan Kematian petualang paling tinggi tapi anggapan itu tidak akan berpengaruh pada Dungeon ini.


Pada akhirnya kedua kelompok itu berpisah, seperti yang diputuskan di awal kelompok Arthur akan terus turun ke bawah.


Dari sini mereka sudah sering melwan monster seperti tikus, kecoa maupun lipan dengan ukuran besar, dan sesekali juga ada laba-laba raksasa yang mengejar mereka.


Pireta mengangkat tangannya menciptakan sihir api yang lalu membakar seluruh monster itu menjadi abu, di sisi lain Luis menghajar banyak monster dan sisanya diselesaikan Arthur dan Clara.


Clara melemparkan ramuan yang menghasilkan asap hitam.


"Pireta tembakan apimu ke sana."


"Baik."


Asap yang sebelumnya di buat oleh Clara berubah menjadi api raksasa yang membakar seluruh tubuh laba-laba hingga mati.


"Itu yang terakhir," ucap Clara menghela nafas panjang, dan semua orang juga menjatuhkan dirinya karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2