
Di guild pedagang, aku, Keyla, Lemy, Lili serta Ronald berada di meja yang sama.
Aku membaca dokumen kepemilikan dungeon yang sepenuhnya dimiliki olehku.
"Sekarang bagaimana tuan?" Ronald yang sedikit gelisah berkata demikian.
"Sebentar lagi akan terjadi perang antara kerajaan, aku pikir kita jangan terburu-buru untuk mengelola dungeonnya sampai masalah ini selesai dan juga harga barang, kita akan kembalikan ke harga pasar, para pedagang yang sempat operasionalnya terhenti akan kembali berjalan."
"Syukurlah," kata Lili menarik nafas lega.
Mereka semua tampak kelelahan. Yah, aku terlalu memaksa mereka belakangan ini.
Aku bangkit dari kursiku lalu berkata.
"Besok guild akan tutup selama tiga hari, jadi gunakan untuk beristirahat."
"Tuan Kazuya yakin? Kita sudah mengeluarkan banyak uang untuk hal kemarin."
"Jangan khawatir Ronald, dengan dungeon ini uang kita akan kembali atau mungkin berkali-kali lipat.. kalau begitu, gunakan waktu beristirahat kalian dengan baik."
"Terima kasih banyak."
Aku berjalan ke luar guild sampai seseorang berdiri menghalangi jalanku selagi tersenyum ke arahku.
"Lama tak bertemu Haru Kazuya."
Dia wanita berambut merah gelap dikepang satu ke belakang, mengenakan pakaian kesatria serta sebuah pedang yang tergantung di pinggangnya.
"Helfina," begitulah aku memanggilnya. Aku bertemu dengannya waktu itu di kota, sedikit fakta tetang Helfina bahwa namanya diambil dari nama kotanya sendiri dan ia merupakan generasi kedua setelah ibunya.
"Dingin sekali."
"Yah, aku cuma terkejut, bagaimana kotamu?"
"Semuanya lebih baik dari sebelumnya, kudengar itu semua berkatmu."
"Aku cuma membantu sedikit... semuanya berkat tuan putri."
__ADS_1
"Kau tidak terlalu pandai merendah."
Kami berdua tertawa bersama.
"Bagaimana kalau hari ini aku mentraktirmu di bar?"
"Aku ini wanita yang sangat jual mahal, pastikan kau mentraktirku minuman yang berkualitas tinggi."
"Susah sekali untuk mentraktir wanita cantik, jangan khawatir, akan kugunakan semua tabunganku," balasku dengan sikap kesatria.
"Itu baru terdengar bagus."
Aku mengajak Helfina pergi ke bar Elona, lagipula hanya ini bar satu-satunya yang ada di kota ini.
"Aku pesan susu."
"Tolong sebotol wine yang paling mahal di bar ini."
"Silahkan."
Kami mendapatkan pesanan kami secepat yang Elona bisa.
"Terima kasih atas pujiannya nona, tapi kau tetap harus membayar," atas balasan Elona, Helfina tertawa kecil.
"Tempat yang menyenangkan, aku akan membayar semuanya dua kali lipat dan tuan Kazuya yang akan membayar semuanya."
"Hoh, apa ini kasus perselingkuhan?"
Aku hanya tersenyum masam sebagai jawaban sebelum meminum susuku sekali tegukan.
"Tolong tambah."
"Baik."
"Nah tuan Kazuya."
"Panggil Haru saja."
__ADS_1
"Haru, kudengar kau sedang membuat pasukan untuk perang, aku tidak terlalu kuat akan tetapi bolehkah aku ikut membantu.. jujur saja, kotaku sekarang sudah bisa ditinggali dengan layak, bahkan beberapa penjaga dari kerajaan yang sangat kuat ditempatkan di sana juga, aku hanya ingin bisa berterima padamu dengan semestinya."
"Aku kira kau tidak perlu melakukannya... lagipula aku berniat ingin merubah kerajaan ini, hanya itu."
"Aku tetap harus melakukannya."
Di tatap dengan pandangan seperti itu aku jelas tidak bisa menolaknya, lagipula keberadaan Helfina juga akan sangat membantu.
"Baiklah, mari kita sama-sama melindungi kerajaan ini."
"Baik."
Kami berdua saling berjabat tangan sesaat sebelum kembali pada minuman di tangan kami.
"Besok aku akan pergi ke kerajaan, kau ikutlah denganku."
"Aku mengerti."
Elona memotong.
"Bagaimana dengan besok hari?"
"Aku sudah meminta pelayanku yang mengambil alih, meski begitu aku ingin menjadikan Elona sebagai pemimpinnya."
"Aku?"
"Hanya kau yang bisa aku andalkan, walau mereka kuat tetap saja mereka tidak bisa membaca situasi, tolong awasi mereka.'
"Jika kau bilang begitu apa boleh buat, pastikan kau memberiku bonus juga."
"Tentu, tolong tambah lagi."
"Susunya sudah habis, kalau kau mau? Kau bisa memerasnya dari dadaku."
"Ogah," balasku tersenyum masam sementara Helfina menutupi punyanya.
"Aku tidak kepikiran hal seperti itu," teriakku demikian.
__ADS_1
Jika pun kepikiran aku akan memilih Dewi Ristal yang lebih dulu.