Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 246 : Masalah Dari Kucing Ini Juga


__ADS_3

Kilat cahaya bergerak melewati kegelapan malam, bersamaan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya akibat tebasan sabit, sosok bernama Akemi tumbang tanpa perlawanan hingga darah membentuk kubangan setelahnya.


"Diamond, kau?"


"Aku menerima perintah dari Raja Dunia Bawah, jika kau gagal aku harus melenyapkanmu."


Akemi hanya membalasnya dengan tawa aneh sebelum akhirnya kehilangan nyawanya.


Sementara itu dari atas pohon enam orang tampak memperhatikan.


Mereka semua adalah pemimpin pasukan dari tujuh batalion yang mengabdikan diri pada Raja Dunia Bawah termasuk Mary.


****


Beberapa hari setelah masalah di negeri samurai berakhir, aku mengunjungi Teresa di kota bersama kucing Dorothy di atas kepalaku.


Teresa merupakan seorang wanita Elf yang merupakan seorang Alchemist satu-satunya di ras Elf dan sekarang dia membuka toko bunga di kota ini.


Berbeda dari sebelumnya dia sudah memiliki banyak pegawai yang membantunya.


Dorothy mengeong beberapa kali.


"Apa yang kau katakan Dorothy?"


"Meong, meong."


"Kau tidak boleh memakan bunga."


Teresa mendekat ke arahku.


"Pagi-pagi begini kau sudah berdebat dengan kucing."


"Kucing hanya penampilan luarnya, sebenarnya dia ini gadis bahenol."


"Aku meragukannya."


Aku beberapa kali melihat Dorothy mengambil bentuk manusia tapi dia jarang menunjukannya pada siapapun.


"Ngomong-ngomong soal itu, apa kau tertarik dengan bunga lotus merah? Mereka bisa dimakan."

__ADS_1


Aku menunjukan wajah bermasalah.


"Kau yakin?"


"Tentu ada efeknya seperti saat kau meminum alkohol."


Jelas bunga ini sangat berbahaya meski begitu Dorothy melompat turun lalu memakannya dengan mulutnya.


"Bagi hewan maupun demi-human mereka sangat menyukainya."


Dan selanjutnya Dorothy berubah menjadi manusia, ekor dan telinganya masih dipertahankan.


"Di-dia berubah."


"Sudah kukatakan bukan, aku tidak tahu sebenarnya siapa sosok Dorothy sebenarnya, aku hanya mengambilnya di perkampungan Succubus saat dia mengamuk di sana."


"Mengamuk?"


Dorothy yang selesai memakan bunga melompat ke arahku dan mulai menjilati wajahku.


"Hentikan Dorothy."


"Meong."


"Kupikir dia membenci Succubus atau semacamnya?"


"Heh, menarik... aku akan melihatnya sebentar diarsipku."


"Kau memiliki apa?"


Teresa mengulurkan tangannya dan sebuah buku kuno muncul di tangannya.


"Di dalam buku ini memuat buku-buku makhluk pra sejarah, aku rasa mungkin ada Dorothy di dalamnya."


Apa ada dinosaurus di dalamnya?


Selembar demi selembar kertas dibuka olehnya sampai Teresa berhasil menemukannya.


"Ah ini dia, Kucing raksasa berwarna Oranye.... ngomong-ngomong sampai kapan Dorothy menjilatimu?"

__ADS_1


"Dia mungkin mabuk, jika kuingat Dorothy hanya seperti ini saat memasuki musim kawin."


Ekpresi Teresa menjadi jijik terlebih padaku.


"Aku tidak ingin menanyakan apapun lebih soal itu, yang ingin kukatakan Kucing ini disebut kucing pembawa bencana."


"Eh, benarkah? Dorothy tidak terlihat seperti itu."


"Mungkin kau ingin melihat ini."


Teresa menunjukan ilustrasi di dalam bukunya, dan itu cukup menakutkan di mana seekor kucing raksasa sedang menginjak-injak desa dengan api dari mulutnya layaknya seekor naga.


"Di katakan di sini, dia senang menghancurkan desa karena merasa bosan sebaiknya kau jangan sampai membuatnya seperti itu, atau seluruh kota maupun desa akan hancur."


Itu alasan konyol untuk membuat bencana.


Tapi yah Dorothy tetaplah Dorothy, dia tidak mungkin menghancurkan desaku.


Walau aku mengatakan itu, beberapa hari selanjutnya Dorothy mengamuk selagi menyemburkan nafas api.


Belakangan ini aku sedang sibuk membangun desa dan jarang bermain dengannya.


"Uwwaahh... aku terbakar."


"Kabur, kabur."


Orang-orang yang mencoba menenangkan berlarian dengan bokong mereka terbakar. Aku mendekat lalu mengelus kepalanya.


"Tenanglah Dorothy, aku minta maaf... aku akan bermain denganmu sebanyak yang kau inginkan."


"Meong, meong."


Tubuhnya mulai mengecil lalu melompat ke arahku dengan senang, paling tidak ini bukan musim kawin dimana aku harus terjebak dengannya 12 jam di dalam kamar.


Katharina yang ikut membantu mendekat ke arahku.


"Aku pernah melihat pemukiman kucing seperti ini di suatu tempat, jika tidak salah di sana mereka memiliki sebuah wahana permainan yang membuat mereka tidak bosan."


"Itu dia, antar aku ke sana."

__ADS_1


"Itu sudah lama... aku harus mencoba mengingat-ngingatnya dulu."


"Gunakan waktumu sebanyak yang kau butuhkan," kataku penuh harap.


__ADS_2