Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 459 : Ledakan Akhir


__ADS_3

Selagi menatap laba-laba yang perlahan terus mendekat, aku berusaha menyembuhkan luka yang kuterima dengan sihir.


Sementara itu Ibela sedang mempersiapkan satu gulungan untuk pertarungan ini, ada pun untuk Ken dia sedang membaca koleksinya.


"Yang ini mantap."


Aku bertanya ke arah Ibela.


"Tidak melarangnya?"


"Biarkan saja kurasa ini mungkin jadi hari terakhirnya hidup di dunia ini."


"Jangan bilang kau masih ingin melakukan rencana itu," teriakku.


"Mau bagaimana lagi hanya itu satu-satunya yang bisa dilakukan mengingat tubuhnya yang keras dan sulit didekati."


Sebelumnya Ibela menjelaskan beberapa informasi yang selama ini dia dapat tentang makhluk bencana ini. Seperti yang dia katakan makhluk ini memang sulit dihadapi.


Ken yang curiga memotong obrolan.


"Apa yang sebenarnya kalian rencanakan?"


"Kami ingin membuatmu sebagai umpan," perkataan Ibela membuatnya terkejut.


"Apa?"


Sebelum dia bisa melarikan diri Ibela telah mengikatnya dengan tali.


"Makhluk bencana ini memiliki kebiasaan di mana dia tidak mengunyah makanannya, kupikir aku akan membiarkan dia memakanmu, setelah itu... letakan gulungan ini di dalam perutnya."


"Tunggu sebentar, bukannya itu gulungan peledak."


"Ini peledak yang sangat kuat."


"Lalu bagaimana aku bisa keluar?"


Aku akan menarik talinya.

__ADS_1


"Tidak, tidak, itu rencana sembrono."


"Aku merasa terhormat bisa mengenal orang yang gagah berani sepertimu."


"Dasar wanita sadis."


Aku mengambil majalah Ken, di dalamnya benar-benar menunjukkan ketidak senonohan.


"Mantap bukan Kazuya."


"Bakar."


Aku membakarnya di tangan.


"Kau juga sama oi."


"Mari pergi."


"Aah," balasku singkat.


Jika laba-laba ini tidak dihentikan maka kota yang lain terancam hancur bahkan hanya ini kesempatan kami menang. Di depan laba-laba itu kami mendorong tubuh Ken sebelum mundur menjauh.


Tepat saat laba-laba itu melihat sosok Ken dia bergerak cepat lalu memakannya dengan sekali suapan.


"Ngomong-ngomong Ibela, di mana ujung tali yang memudahkan untuk menarik Ken keluar?"


"Apa maksudmu, tentu saja ada...Ugh."


"Ada apa?"


"Aku tanpa sengaja melepasnya."


"Apa?"


Aku bisa melihat ujung tali di mulut laba-laba tersebut, jika begini dia benar-benar akan mati hanya sekitar dua menit sampai meledak.


Aku dan Ibela memutuskan untuk menerjang maju, kaki laba-laba terarah padaku akan tetap dengan kunai Ibela menahannya.

__ADS_1


"Jurus pengikat."


Dari tangannya dia menciptakan tali cahaya yang menjerat seluruh kakinya.


"Aku hanya bisa menahannya 10 detik, cepat lakukan Kazuya."


"Dimengerti."


Aku melompat ke kaki laba-laba tersebut lalu berlari ke arah mulutnya untuk mengambil ujung tali tersebut dengan satu tangan


"Cepat buka mulutmu laba-laba jelek."


Laba-laba tersebut mulai mengamuk menghancurkan ikatan Ibela lalu membantingnya ke samping.


"Aku sudah tidak bisa lagi."


Ibela tampak mulai lemas, racun di sekitar sini cukup kuat bahkan sekarang aku mencoba untuk menahan nafasku. Kutancapkan pedang di tangan lainnya hingga laba-laba mengerang kesakitan, bersamaan saat mulutnya terbuka aku menjatuhkan diriku ke bawah hingga Ken secara otomatis tertarik ke luar dan jatuh di sampingku dengan keras.


"Sakit sekali."


"Tidak ada waktu, cepat pergi dari sini."


"Aku tahu."


Ken berlari ke arah Ibela untuk menggendongnya di pundak sebelum berlari bersamaku menjauh.


Dari tubuh laba-laba itu asap terlihat keluar tanpa henti hingga tubuhnya bersinar kemerahan, Ibela mulai menghitung.


"Tiga, dua, satu."


Dan ledakan menggema di udara, setengah dari kota tertelan oleh lingkaran cahaya menyilaukan, anginnya sangat kuat hingga kami bertiga terlempar jauh.


Aku bersandar di salah satu bangunan dan melihat kerusakan yang terjadi.


Di mana ledakan itu tercipta kini telah menjadi kawah raksasa yang menyerupai danau raksasa.


Ibela maupun Ken tertawa lepas.

__ADS_1


Kurasa mengorbankan setengah kota adalah bayaran setimpal untuk membunuh satu makhluk bencana.


__ADS_2