Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 509 : Kembali Ke Desa


__ADS_3

Kami muncul tepat di perkarangan mansionku yang sudah lama aku tinggalkan, bersamaan itu para istriku, putriku, pelayanku serta penghuni mansion lainnya bermunculan.


Jika diperhatikan mereka memang sangat banyak.


Putriku menjatuhkanku ke bawah lalu memelukku.


"Papa sudah pulang," mereka mengatakan hal sama dan aku membalas pelukan mereka.


"Kalian semua tidak jauh berbeda saat aku meninggalkan kalian."


"Kami semua memang awet muda," balas Ristal yang mendapatkan anggukan semua orang.


Noella tampak memegangi perutnya selagi tersenyum lalu mengangguk kecil.


Dia sedang hamil.


Kebahagiaan selalu bisa dijumpai di sini, untuk sekarang kami akan membuat perayaan serta acara penyambutan yang mewah bagi Amaterasu.


Yang ingin kukatakan adalah senang bisa kembali ke rumah.


Aku memang mengatakan hal itu tapi setelah dua hari aku duduk di meja selagi memegangi kepalaku.


"Uwah... banyak pekerjaan yang menumpuk."


Para pekerjaku yang terdiri dari para Siren tampak mengalihkan pandangannya ke samping.


Setelah menghela nafas panjang aku berkata ke arah mereka.


"Kita akan mulai memperbaikinya, kalian semua akan bekerja lembur mulai sekarang."

__ADS_1


Mereka semua menjatuhkan diri mereka lemas, bagaimanapun keadaannya cukup tak kendali.


Aku mulai mengatur jadwal pekerjaanku sampai Zeper dan anggota partynya muncul.


"Anda memanggil kami."


"Benar sekali, aku memiliki pekerjaan untuk kalian."


"Apa itu?"


"Aku ingin kalian mencari informasi tentang suku Atlantis, sepertinya aku pernah mendengar nama yang sama di sini."


Mereka semua menggelengkan kepala secara bersamaan.


"Kami baru mendengarnya."


"Begitu, tolong lakukan penyelidikan di benua ini dan laporkan jika kalian menemukan di mana mereka tinggal."


Aku mengeluarkan sekantong koin emas lalu memberikannya pada Zeper.


"Gunakan uang ini untuk keperluan kalian."


"Kami mengerti, kami akan berusaha untuk menemukannya."


"Jika tidak bisa menemui apapun kembalilah ke desa segera mungkin."


"Baik."


Aku hanya melihat kepergian mereka dari pintu yang tertutup. Walau samar-samar aku sepertinya pernah mendengar nama itu. Jika mereka benar-benar ada di dunia ini maka aku memiliki kewajiban untuk memulangkan mereka ke dunia mereka sebelumnya.

__ADS_1


Itulah yang kupikirkan sekarang.


Aku berdiri untuk menengok ke arah jendela yang menampilkan deretan bangunan rumah yang indah. Di bawah sinar matahari itu orang-orang tampak sedang disibukkan dengan aktivitas masing-masing yang berjalan.


Desa ini memiliki empat gerbang perpindahan yang masing-masing tertuju ke tempat yang sangat jauh, walau aku kehilangan sistem milikku gerbang itu masih berfungsi dengan baik.


Selagi memikirkan itu aku terkejut saat seseorang tiba-tiba muncul di depanku, jika dia bukan Katharina lalu siapa lagi.


"Aku datang untuk melapor," kata Katharina masuk dari jendela selagi memberikan hormat ke arahku.


"Bukannya saat aku kembali kau banyak sekali melapor. Apa lagi sekarang? Apa anak kecil jatuh dari pohon."


"Bukan itu, perutku lapar tolong belikan aku makanan enak."


"Kau tidak bisa melaporkan hal itu padaku."


Aku menunjuknya sebagai perwakilan desa vampir akan tetapi dia malah selalu datang kemari dengan alasan yang aneh hanya untuk menggodaku.


Apa boleh buat?


"Aku ingin pergi ke suatu tempat, apa kau mau ikut? Aku akan memberikanmu makanan yang kau inginkan dalam perjalanan ke sana."


"Kedengarannya menarik, aku ingin hamburger, pizza, ramen, nasi goreng, sate ayam."


"Permintaanmu banyak sekali, lagipula bukannya kau vampir."


Seolah baru mengingatnya Katharina memegangi kepalanya.


"Aku lupa, aku tidak bisa makan banyak makanan manusia.. kalau begitu aku minta darah perawan."

__ADS_1


"Kau dilarang minum darah kecuali yang sudah disediakan desa ini," kataku lemas.


__ADS_2