
Di pagi hari yang damai aku berjalan di kota untuk menuju tempat favorit yang sering aku datangi.
Kemarin aku bertemu dengan seorang wanita bernama Haruna, dia merupakan gadis cantik dengan rambut hitam bergaya ponytail serta mengenakan yukata berwarna cerah. Dia adalah sosok gadis yang luar bisa yang mampu menggunakan pedang sebaik pria.
Alasan ia datang kemari, dia ingin memintaku untuk menyelamatkan negerinya, sayangnya, hampir semua kekuatanku sudah menghilang sejak lama.
Walau begitu, aku masih ingin membantunya dengan apa yang kubisa.
Aku masuk ke dalam bar dan pemandangan para pelayan dari ras Succubus adalah hal yang terasa di tempat ini, mereka mengenakan pakaian sedikit terbuka bahkan rok mereka tidak bisa lebih pendek dari yang mereka kenakan.
Pada umumnya Succubus hanya bisa menawarkan mimpi indah pada pria namun di sini mereka menjalani hidup sedikit berbeda, aku menyapa para Succubus termasuk Reny yang menjadi Succubus paling cantik di tempat ini.
Dia adalah wanita yang luar biasa yang merupakan perwujudan dari cita-cita wanita di Dunia ini, kulitnya sangat putih layaknya seperti sebuah boneka hidup yang mempesona, bahkan aura dewasa yang ditunjukkan tidak kalah dari siapapun.
Kebanyakan Succubus memiliki tingkat seksualitas tinggi karena itu, aku akan melewatkan penjelasan tentang penampilan yang lainnya.
Aku duduk di kursi yang selalu dibiarkan untuk kududuki, yaitu di depan Elona sang pemilik bar.
"Aku pesan susu."
"Reny, tolong peras dari dadamu... belakangan ini punyaku tidak keluar."
Aku menunjukan wajah bermasalah.
"Jangan-jangan selama ini aku meminum ASI kalian?"
__ADS_1
"Silahkan." Reny meletakan pesananku di dekatku.
"Aku tidak mau meminumnya."
"Ayolah, aku memerasnya dengan cinta."
Keduanya tertawa setelahnya.
"Kami hanya bercanda, itu minuman biasanya," ucap Elona sementara Reny melanjutkan pekerjaannya.
"Aku tidak melihat putrimu, kemana dia?"
"Putriku masih tidur, dia selalu saja menemaniku sampai larut malam."
"Aku hanya akan setuju dengan apapun keputusan Tuan Kazuya."
Aku mendesah pelan.
Semua orang hanya bisa setuju dengan apapun yang kukatakan.
"Aku hanya ingin penduduk biasa juga mendapatkan pendidikan yang layak seperti para bangsawan, aku yakin dengan itu semua orang bisa memiliki hak untuk merubah hidupnya sendiri menjadi lebih baik.. Yah, rencana ini masih lama."
Aku menyeruput susuku lalu menyodorkan sebuah kertas ke arah Elona.
"Ada pekerjaan baru kah, negeri samurai?"
__ADS_1
"Kau tahu sesuatu tentang negeri ini?"
"Sedikit, negeri ini kalau tidak salah negeri yang terisolasi dari kerajaan lainnya, kudengar pemimpin di sana telah diganti."
"Lebih tepatnya ada pemberontakan yang terjadi di sana, salah satu samurai di sana memintaku untuk mengembalikan negara itu semestinya, walaupun sejujurnya aku tidak terlalu kuat seperti dulu."
"Aku mengerti, jadi apa yang harus aku lakukan?
"Tolong cari tahu keberadaan empat orang yang terdampar di benua ini dan panggil mereka ke sini, katanya saat datang kemari perahu mereka karam hingga satu sama lain terpencar."
Aku mengambil foto yang diberikan oleh Haruna dan memberikannya pada Elona.
"Semuanya wanita dengan yukata dan katana di pinggang mereka?"
"Sebenarnya pemimpin terdahulu sangat menjunjung tinggi status wanita, bahkan wanita hanya bisa menikah dengan wanita lain hingga angka kelahiran mereka berkurang, sementara para pria dianggap pembantu dan hanya bisa menikah dengan wanita dari luar, itupun mereka harus hidup terpisah di pulau berbeda," mendengar pernyataanku, ekspresi Elona menjadi cerah seolah mendapatkan petunjuk.
"Ah, jadi ini bisa disebut sebagai balas dendam?"
"Tepat sekali, kurasa pemimpin terdahulunya seorang Yuri akut, aku sebenarnya tidak ingin terlibat dengan hal seperti ini, hanya saja aku juga tidak membiarkannya begitu saja."
Elona tertawa kecil.
"Aku akan mencari tahu tentang mereka, meski perlu sedikit waktu tentunya."
"Kuserahkan padamu," jawabku singkat.
__ADS_1