Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 44 : Deklarasi Perang


__ADS_3

Seperti biasanya pagi ini aku duduk selagi menikmati teh di halaman depan masionku, hari ini aku meminta semua pelayanku untuk berdiri di belakangku tanpa melakukan apapun.


Riel yang baru-baru ini menjadi pelayan tampak kebingungan dengan situasi yang terjadi, dan aku sedikit menjelaskan padanya.


"Jadi begitu," bersamaan perkataannya beberapa orang yang dikawal kelompok Zeper muncul selagi berjalan mendekat ke arahku.


Tentu saja mereka adalah seluruh staf guild serikat pedagang Hebet dari kerajaan Artana.


Mereka datang bukan untuk menyerah atau membunuhku, mereka murni datang untuk mendeklarasikan peperangan.


Pria bernama King tampak kesal selagi duduk di depanku, setelah mencari tahu lewat Elona aku akhirnya mengetahui kebenaran bahwa orang yang mendukung mereka dari belakang adalah raja sendiri.


"Kau telah mengambil langkah yang salah dengan melawan kami, kerajaan Artana pasti tidak akan tinggal diam dengan ini," ucap King dengan tatapan mengancam.


"Dari awal dungeon itu adalah milik kami kerajaan Weisvia, saat terjadi perselisihan raja sebelumnya mengambil jalan perdamaian dengan memberikan kalian hak atas penambangan tapi.. setelah beliau meninggal kalian ingin mengambil dungeon itu untuk diri kalian sendiri bukan?" atas pernyataanku King tampak memucat.


Aku menikmati ekpresi yang ditunjukkannya sekarang lalu melanjutkan.


"Kalian sebenarnya tanpa sengaja menemukan jalan ke lantai 51. Apa aku benar?"


Semua orang yang mendengarkan tampak terkejut.


"Apa maksudnya Haru?" tanya Zeper.


"Saat raja meninggal mereka melakukan eksplorasi ke lantai 50 yang mana awalnya itu adalah lantai terakhir, namun saat di sana mereka tanpa sengaja menemukan jalan ke lantai berikutnya dimana kekayaan yang ditawarkan lebih dari apa yang bisa dibayangkan sebuah negara."

__ADS_1


"Jangan-jangan..."


Aku tersenyum atas reaksi Zeper.


"Mereka ingin mendapatkan semua kekayaan itu untuk memperluas kerajaan mereka lalu memulai peperangan dengan kerajaan lain, dan kebetulan mangsa pertama yang mereka incar adalah kerajaan kita."


King menggebrak meja dengan ekpresi kesal.


"Sejauh mana kau tahu?"


"Semuanya, termasuk rencana kalian yang mengirim pahlawan tak berguna itu untuk mengambil alih kerajaan Weisvia dari dalam... kalian menjanjikan sebuah kekuasaan padanya asalkan dia bisa menikahi putri hingga menjadi raja di negeri ini, tentu saja Heis akan menyerahkan kedudukan itu pada kerajaan Artana."


"Bisa aku bunuh mereka semua."


Aku mengangkat tanganku untuk menghentikan kelompok Zeper.


King mendecapkan lidahnya lalu bangkit berdiri.


"Biar aku beritahu, aku ini bukan manusia, aku adalah Dewa, menyerahlah sebelum kalian menyesal.. katakan pesan itu juga pada rajamu."


"Cih.. kami tidak bisa digertak seperti itu, walaupun kau Dewa kami akan membunuhmu Haru Kazuya."


"Begitu," jawabku santai.


Aku menyeruput tehku dalam diam dan hanya menyaksikan kepergian mereka dari tempatku duduk selagi mendesah pelan.

__ADS_1


Selly berkata ke arahku.


"Apa kita benar-benar akan berperang dengan mereka?"


"Ini sudah tidak bisa dihindarkan, lagipula mereka yang memulainya, terlebih jika kita kalah maka kerajaan lain kemungkinan menjadi korban selanjutnya.. sungguh merepotkan bahkan kita juga harus berhati-hati dengan serangan raja iblis Nikel selanjutnya."


Giliran Nermia yang bertanya.


"Maksud tuan?"


"Waktu itu aku pernah mengirimkan surat tentang rencana kerajaan Weisvia yang membuat jebakan."


"Yang waktu itu."


"Walau aku sudah membocorkan informasi tentang hal itu kepada pasukan raja iblis, mereka tetap saja kalah karena itu raja iblis Nikel marah dan mengirim pasukannya kembali kemari untuk mencari orang yang mengirimkan surat itu, dan mereka akan sampai besok siang."


"Heh."


Kelima pelayanku berkata hal sama di waktu bersamaan juga.


"Berarti desa ini akan hancur?"


"Lebih tepatnya kota Abelon, aku sudah meminta Elona untuk mengumpulkan beberapa petualang hebat dan kalian berlima juga akan ikut berperang."


Saat aku berbalik mereka semua telah menghilang.

__ADS_1


Jika masalah seperti ini mereka cepat sekali melarikan diri.


__ADS_2