Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 495 : Melawan Diablo


__ADS_3

Ken berlari di antara belakang bangunan untuk menghindari bola-bola kecil yang terarah padanya, hanya dengan mengarahkan jarinya pria bernama Diablo mampu menembakan sihir ledakan seolah itu bukan hal sulit.


Ken berputar untuk mengincar sosok pria itu dengan pedangnya, pedang yang diayunkannya menciptakan bilah angin yang meluncur di permukaan tanah.


"Percuma."


Dinding pelindung menahan tebasan tersebut.


Ken yang menyadari serangannya gagal segera bersembunyi, kendati demikian bangunan maupun dirinya diledakan dengan mudah.


"Aaaargh."


"Lihat, seluruh kekuatanmu tidak akan mempan padaku."


Ken mendecapkan lidahnya untuk berusaha berdiri dari keterpurukan, dia mengambil pedangnya dan kembali berlari ke arah Diablo, berbeda dari sebelumnya dia memutuskan untuk menantangnya secara langsung.


"Bola hitam."


Mengatakan itu bola-bola kecil mulai dilesatkan dari jari-jarinya, Ken bergerak zig-zag untuk menghindarinya, saat dia berhasil mempersempit jarak di antara keduanya dia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, dinding yang selama ini menahan serangannya hancur berkeping-keping hingga dimanfaatkan baik olehnya.


Ken menendang perut Diablo hingga dia memuntahkan darah dari mulutnya dan terlempar beberapa mereka ke belakang.


"Sial... kau bisa menghancurkan pelindungku."


"Berbeda dari sebelumnya pedangku sedikit istimewa, pedang ini bisa mengumpulkan mana di udara lalu menyimpannya di dalamnya hingga bisa menepis sihir ataupun menghancurkannya."


"Jadi begitu, kalian memang lawan yang cukup menyulitkan."


Diablo yang sejak tadi menyerang dari jarak jauh memutuskan untuk melawan Ken secara berbeda, dia menggunakan kedua tinjunya yang diperkuat dengan sihir.

__ADS_1


Setiap tinju yang berhantaman dengan bilah pedang itu terus menghasilkan hembusan angin yang kencang.


"Kuat sekali," ucap Ken.


Ken menambahkan lebih banyak mana ke dalam pedangnya termasuk mananya sendiri, saat berbenturan dengan kedua tangan Diablo keduanya terhentak ke belakang sebelum kembali menyerang satu sama lain.


Pukulan mengenai wajah Ken sebelum Diablo menjaga jarak, dia menghela nafas panjang sebelum merogoh saku pakaiannya untuk memakan sebuah obat dari sana.


"Apa yang kau lakukan?"


"Inilah kekuatanku sesungguhnya."


Diablo dalam sekejap berubah menjadi iblis, tangannya berubah menjadi cakar yang siap mengoyak apapun yang dilaluinya.


"Bentuk ini lebih baik."


"Kau berubah jadi iblis."


"Menyedihkan sekali."


"Mari kita lihat siapa yang menyedihkan di antara kita."


Diablo mengarahkan tangannya untuk menciptakan bola-bola hitam, berbeda dari sebelumnya bola itu lebih besar dan lebih mematikan.


"Shooter."


Bola-bola itu di lesatkan secara serempak menabrak bangunan di belakang Ken yang sedang menghindarinya.


"Jika kau terus menghindar pertarungan ini tidak akan selesai."

__ADS_1


"Dasar monster."


Ken menyelinap di dalam bangunan sayangnya bangunan itu diledakan dengan mudah hingga dia keluar dengan cara melompat dari jendela.


Tepat Ken menengadah ke atas sebuah pukulan mendarat di wajahnya hingga menciptakan gelombang sonic super kuat.


Tubuh Ken berputar-putar di udara menembus tiga rumah sebelum akhirnya tertahan di dinding salah satu bangunan dengan darah mengucur dari sekujur tubuhnya.


Diablo berjalan mendekat.


"Masih hidup kah? Aku akui kau sangat kuat tapi serangan selanjutnya akan mengakhiri semuanya."


Diablo mengangkat satu tangannya untuk menciptakan bola hitam, bola itu mulai merubah bentuknya memanjang hingga menyerupai sebuah tombak raksasa.


"Dengan ini, matilah."


Tombak melesat dengan kecepatan tinggi membelah udara bagaikan sebuah peluru, tepat saat akan mengenai jantung Ken seorang telah berdiri di sana menangkapnya dengan mudah. Dia berkata dengan nada ringan.


"Lawanmu adalah aku, Diablo."


"Amaterasu."


"Menyedihkan sekali, aku tidak bisa menang melawannya," potong Ken frustasi.


"Wajar saja, kekuatannya memang setara dengan Encore."


"Aku merasa tersanjung."


Amaterasu melanjutkan.

__ADS_1


"Tadinya aku ingin menunggu kepulangan tuanku di kota, sayangnya setelah merasakan kekuatanmu aku berubah pikiran dan datang kemari dengan sihir teleportasi, akan kubalas perbuatanmu yang dulu yang menyeretku ke menara bawah laut."


"Kau masih mengingatnya rupanya, aku hanya ingin mengambil seluruh pedang terkutuk milikmu dan memberikannya ke salah satu raja dunia sayangnya mereka tidak bisa memanfaatkannya dengan baik."


__ADS_2