Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 78 : Serangan Oni


__ADS_3

Oni adalah iblis yang jauh lebih pintar dari biasanya, mereka cenderung memiliki tubuh seperti manusia, yang membedakan hanyalah mereka memiliki tanduk serta kekuatan jauh lebih besar.


Aku tidak pernah berpikir mereka akan menyerang kota suci.


Ketika pikiranku dipenuhi hal itu seorang mengetuk pintu dan berkata.


"Para Oni telah datang kemari."


Keempat Arch Priest buru-buru menutupi wajah mereka dan meminta semua penjaga segera mengevaluasi penduduk ke tempat aman.


"Tuan?"


"Aku sudah tahu akan jadi seperti ini, selain menghilangkan kutukan para Dewi pasti memintaku untuk melawan mereka," kataku lemas lalu berjalan keluar dari bangunan.


Di luar sana kulihat beberapa Orc bermunculan, sementara di atas langit kulihat pria bertanduk hanya diam mengawasi.


"Dia pasti pemimpinnya, kalian urus Orcnya aku akan mengurus pemimpinnya."


"Tapi kami hanya pelayan biasa."


Aku menangkap pinggang kedua pelayanku.


"Aku sudah tahu identitas kalian berdua, jadi jangan kecewakan aku."


"Eh, tuan."


"Uwaahh.."


Aku melempar keduanya jauh ke arah kota, tinggal mengurus pemimpinnya, aku melayang ke arahnya atau lebih tepatnya saling berhadapan satu sama lain.


Oni ini memakai seragam militer dengan pedang di punggungnya.

__ADS_1


"Kenapa bangsa Oni ada di kota suci? Bukannya kalian selalu bersembunyi setiap tahun."


"Apa yang kau katakan manusia, kami bangsa Oni hanya mempersiapkan diri untuk datangnya hari ini... selama ini kami hanya tinggal di bawah tanah, sekarang sudah waktunya kami mengambil wilayah kalian, sebagai target pertama aku menunjukan bahwa kota suci bukanlah saingan sulit untuk kami."


Eksistensi dari Oni telah memudar sejak kemunculan raja iblis, tapi di luar itu mereka kembali muncul dengan kekuatan sebesar ini, setiap aku melirik ke sekitar para monster, mereka seolah telah dikendalikan oleh kekuatan yang sulit kubayangkan.


Dibandingkan itu.


"Bisakah kau mengenalkan dirimu dulu?"


"Maafkan aku atas ketidaksopanannya, namaku Haki, salah satu dari 12 pimpinan Oni."


Dengan kata lain ada 11 lagi orang merepotkan seperti ini, jika mengingat ke belakang mungkinkah ini yang dikatakan para Dewi bahwa ancaman dunia bukan hanya terletak pada raja iblis saja.


Jika demikian menyentuh dada Dewi Ristal tidak akan cukup untuk memberikan perhargaan terhadapku.


Haki mengarahkan satu tangannya ke arahku untuk memanggil lingkaran sihir melewati jari-jarinya, jika ada cara yang mudah untuk lolos dari sini mungkin hanya dengan bernegosiasi.


"Jika kau memiliki kekuatan seperti ini bukannya lebih baik kalian beraliansi dengan manusia lalu mengalahkan raja iblis bersama-sama."


"Kami tidak perlu bantuan manusia."


BOOM.


Asap mengepul ke udara bersama ledakan yang secara keras menghantamku dari depan. Kecuali pakaian yang kotor aku sama sekali tidak merasakan apapun.


"Bagaimana bisa manusia menahan serangan barusan."


"Hal seperti ini bukan apa-apa."


Aku memperpendek jarak dari Haki, memukul wajahnya hingga dia terlempar jatuh ke bawah menghancurkan salah satu bangunan.

__ADS_1


"Sialan... apa-apaan itu?"


Haki bangkit selagi menarik pedangnya sebelum melesat maju, aku menghindari setiap ayunan yang terarah itu lalu menendangnya sebagai serangan balasan.


Tepat di mana Haki jatuh sosok wanita duduk di atas batu dengan pakaian seragam yang sama. Rambutnya yang merah dia ikat bergaya ekor kuda.


"Kau sangat lemah Haki."


"Orang ini sangat kuat Minerva, kau mungkin akan kesulitan saat melawannya."


"Menurutmu begitu, seberapa kuat manusia jika mereka tidak bisa menggunakan sihir, mereka bukan apa-apa."


Ketika wanita itu menjentikkan tangannya dalam sekejap seluruh kota diselimuti pelindung dalam sekejap, tubuhku seperti melemah atau lebih tepatnya 10 cincin kegelapanku tidak bekerja.


"Sihirku menghilang."


"Kau sudah menyadarinya... sekarang matilah."


Minerva menembakan bola-bola hitam ke arahku yang mana menghasilkan ledakan secara beruntun.


"Jika pelindung ini menghilangkan sihir kenapa kau bisa menggunakannya?" aku balik bertanya.


"Jangan salah paham manusia, aku tidak menggunakan sihir melainkan energi kutukan."


"Energi kutukan?"


"Sebuah energi yang didapat dari ketakutan manusia, itulah yang kami gunakan."


Minerva menciptakan beberapa pedang hitam yang mana menancap di kaki dan tanganku secara bersamaan.


"Aku sudah melemahkannya, sekarang bunuh dia Haki."

__ADS_1


"Aku tahu."


__ADS_2