Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 511 : Penjelajahan Dungeon Kembali


__ADS_3

Di depan gua itu kami semua masuk ke dalamnya, beberapa waktu lalu dungeon telah kembali sedia kala, sekarang mungkin jumlahnya kembali banyak.


Selagi memperhatikan langkah kakiku kami mulai menyusuri lantai pertama, di lantai ini diisi oleh monster kerang kecil yang merayap di bebatuan, monster ini cenderung tak menyerang.


Salah satu kerang merayap di dinding dan 'Hap' mulut Bellatrix menangkapnya lalu mengunyahnya sebelum menelannya.


"Rasanya tidak enak."


Dia bergidik karena asam.


Jangan mencoba memakan monster aneh jika tidak mau berakhir seperti itu, kami turun ke lantai dua.


Di dalam dungeon selalu ditumbuhi rumput bercahaya ataupun batu bersinar meski tanpa penerangan dungeon sudah terang dari awal.


Di lantai dua kerang yang kami temukan lebih besar.


Mereka menyerang kami dan kami pun membalas serangan itu.


Walau monster-monster ini dihabisi mereka akan kembali hidup di dalam sini seperti dalam fase reinkarnasi.


"Apa ada batu yang kita cari di sini?" tanya Katharina.


"Tidak, kurasa kita harus melangkah lebih dalam lagi."

__ADS_1


Baru di lantai lima kami bisa menemukannya, batu itu berwarna merah di mana batu ini juga kaya akan mana yang melimpah, ada enam batu yang kucari paling tidak aku mendapatkan setengah dari mereka.


Turun ke lantai selanjutnya kami harus menghadapi katak raksasa, Bellatrix menatap katak tersebut dengan air liur menetes dari mulutnya.


Kini yang terjadi adalah katak tersebut di kejar-kejar oleh Bellatrix.


"Rasanya pasti enak, kemarilah katak manis. Kau pasti akan nyaman di dalam perutku."


Sudah jelas dia tidak mau.


Membawa Bellatrix ke dalam sini memang keputusan yang benar, dengan ini semua batu berhasil didapatkan sekarang hanya harus pergi ke pegunungan bersalju.


Keluar dari dungeon, kami terbang melesat menembus awan putih... tujuan kami adalah tempat yang dikenal paling dingin.


"Tidak, tuan Kazuya melirik tubuhku dengan bergairah."


"Kau ini masih telanjang bahkan di tempat sedingin ini, apa kau mau mati?"


"Meskipun sedingin apapun aku tidak merasakan apapun, aku bahkan bisa berenang di dalam air."


Katharina dengan ringan melompat ke dalam air lalu mengambang di sana.


Orang ini memiliki tubuh seperti apa?

__ADS_1


Di sisi lain Bellatrix memilih untuk menjaga dirinya dalam bentuk naga lalu berjalan perlahan denganku.


Aku bersyukur bahwa lantai es ini sangat kuat.


Baru saja memanjat bukit salju beberapa kera raksasa menghadang kami, sudah jelas pertarungan tak bisa dihindarkan.


Di sisi lain Katharina masih berenang ke sana kemari selagi membuang air dari mulutnya dengan santai.


Mari abaikan saja.


Akhirnya aku dan Bellatrix lah yang mengalahkan mereka tanpa membunuhnya, sepertinya ada beberapa anak-anak dalam kelompok kera ini, jadi aku meminta Bellatrix menyelam ke dalam air dingin lalu menjatuhkan beberapa ikan raksasa ke atas mereka.


Mereka semua jelas kelaparan karena musim dingin yang ekstrim ini.


Tepat saat salju berhenti kami akhirnya sampai di tempat yang dimaksud yaitu sebuah danau es di mana seekor kura-kura duduk santai di atasnya.


Kami harus mendapatkan tetesan embun kehidupan dari matanya dan itu bisa kami dapat saat ada matahari yang bersinar di wilayah ini.


Sampai saat itu kami akan menunggu di sini.


Matahari hanya terlihat pada siang hari saja, kurasa sudah hampir waktunya.


Aku meminta Katharina untuk berenang di dekat kura-kura, tepat saat matahari muncul kura-kura itu meneteskan air mata dan langsung dimasukan ke dalam botol yang dipegang Katharina.

__ADS_1


Dengan ini semuanya sudah lengkap.


__ADS_2