Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 391 : Penyihir Roh Melawan Penyihir Payung


__ADS_3

Aries melompat ke samping lalu memunculkan kapak raksasa di kedua tangannya, dengan kekuatan yang lebih besar dari tubuhnya, dia menghancurkan setiap pijakan Lovi hingga membentuk lubang sekitar 3 meter.


"Roh kah? Menarik."


Lovi yang melompat untuk menghindarinya perlahan turun dengan payung yang dia bentangkan, dia mengambil serpihan tanah ke tangannya kemudian melemparkannya tepat di depan Aries hingga meledak.


Tubuh Aries terlempar ke udara yang mana ditangkap baik oleh Rima di belakangnya.


"Kau tak apa, Aries?"


"Bukan masalah, dia bisa menjadikan benda apapun yang dipegangnya menjadi ledakan."


"Aku juga akan bertarung."


"Tapi Rima?"


"Aku sudah cukup berlatih di desa Kazuya, aku yakin dengan kemampuanku."


Tepat saat keduanya menginjakkan kaki, mereka melesat maju.


Rima mengambil satu kapak dari Aries kemudian menyerang Lovi secara bergantian.


"Kalian keras kepala sekali," ucap Lovi menghindarinya.


Aries mengantikan kapak yang telah diberikannya dengan palu raksasa yang mampu menghantam tepat di wajah Lovi yang dengan mudah menangkapnya.


Tangan lain juga menahan serangan Rima.


"Sihirku adalah merubah benda apapun menjadi bom, bahkan pakaian kalian bisa meledak loh."


"Mustahil."


DOOOOARRR...

__ADS_1


Tubuh keduanya terpental jauh ke belakang, pakaian maupun senjata mereka telah lenyap seutuhnya.


"Rima?" panggil Aries.


"Aku tak apa, sebelum meledak aku merobek pakaianku."


"Syukurlah."


Lovi membuka payungnya hingga dia mengambang di udara.


"Dengan situasi kalian yang memalukan, kalian tidak akan mungkin bisa berkutik lagi."


Rima maupun Aries saling menukar pandangan heran.


"Tunggu, kenapa kalian terlihat menganggapku aneh?"


"Bukan apa-apa, kami tidak keberatan bertarung meksipun tidak memakai apapun."


"Tepat sekali, Rima dan aku lebih fokus untuk mengalahkanmu."


Lovi melemparkan seluruh debu yang diambilnya dari bawah kakinya, dengan kemampuannya seluruh debu itu menjadi debu-debu ledakan yang membuat keduanya tumbang.


Aries memeluk Rima untuk melindunginya hingga dia tidak terluka sedikitpun.


"Ledakan seperti ini, bukan apa-apa untukku.. yang penting kau selamat."


"Aries."


"Rima."


Lovi yang memperhatikannya tampak kesal.


"Berhentilah membuat drama romantis, kalian berdua akan kuhabisi."

__ADS_1


Aries bangkit untuk menerjang ke depan, tanpa senjata, pakaian ataupun aksesoris, Lovi tidak akan bisa meledakan apapun. Di sisi lain Lovi menarik kalung di lehernya untuk dia rubah jadi senjata.


Aries yang lebih cepat melompat ke udara bagai seekor domba, memegangi tangan Lovi lalu dia menyentuhkannya pada gaunnya sendiri.


"Tunggu, apa yang kau lakukan?"


"Kau suka meledakan sesuatu, kenapa tidak coba sendiri?"


"Sialan kau."


Tepat saat Aries turun kepermukaan tanah tubuh Lovi meledak, dia jatuh ke tanah tanpa mengenakan apapun bahkan rambutnya kita menjadi gosong dan berubah ikal.


Dia bangkit dengan kesal.


"Jangan kira aku bisa kalah dengan ini," Lovi hendak mengambil batu kecil ke tangannya, sebelum dia melemparkannya. Rima sudah berlari melewati Aries kemudian memukul wajah Lovi hingga dia tumbang ke tanah tak sadarkan diri.


"Aku yang menang."


Rima melirik ke arah Aries selagi tersenyum senang.


"Sepertinya kita harus segera mengenakan pakaian, aku kedinginan."


"Aku juga setuju."


Keduanya memutuskan kembali ke istana dan mencari sesuatu yang mereka bisa kenakan.


Sementara itu pertarungan Lucy melawan Butterfly berjalan sangat cepat, saat butterfly memunculkan puluhan kupu-kupu dari sihir pemanggilnya.


Lucy dengan cepat menebas mereka tanpa ragu, memotong-motong sayapnya hingga berguguran layaknya daun sakura yang ditiup hembusan angin musim panas.


"Kau, apa kau tidak punya rasa kasihan pada kupu-kupu ini? Mereka bukannya sangat cantik."


"Aku sudah mengunci hatiku sejak lama, aku hanya fokus untuk mengalahkanmu."

__ADS_1


"Tidak mungkin."


Dengan kekuatan penuh Lucy meninju wajah Butterfly hingga dia terlempar ke belakang menembus lima bangunan sekaligus sebelum tak sadarkan diri.


__ADS_2