Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 144 : Iblis Dari Neraka


__ADS_3

Di langit senja yang menawan aku secara langsung berhadapan dengan Beresford, tanah-tanah di sekelilingnya terangkat menandakan seberapa besar kekuatannya.


Aku bukannya tidak ingin melawannya hanya saja aku tidak ingin berselisih dengan siapapun, seolah mengerti apa yang kupikirkan Dorothy melompat ke depan lalu berjalan ke arah wanita itu.


"Ada apa dengan kucing ini?"


Dorothy berbalik ke arahku seolah berkata, " Serahkan padaku," lalu berkedip sekali.


Aku yakin jika dia memiliki wujud manusia kucing ini pasti menjadi wanita nakal, semakin lama tubuh Dorothy semakin besar kemudian menyerang Beresford tanpa ampun.


"Ah, hentikan.. ini, terlalu brutal, pakaianku basah,"


"Dia dijilat."


Aku mendekat lalu menyatukan tanganku dan berkata.


"Aku juga harus menjilatmu."


"Berani menyentuhku aku akan membunuhmu."


Dorothy kembali ke atas kepalaku saat aku menjelaskan semuanya pada Beresford.


"Dengan kata lain guruku akan kembali dalam beberapa tahun saja."


Aku mengangguk mengiyakan.


Kuharap dia bisa mengerti bahwa hal ini dilakukan untuk membantu negara Artharissa, mungkin ada baiknya aku pergi untuk memeriksa keadaan Asteropedia nanti.


"Mari pulang Dorothy."


"Baik majikan."


"Tunggu sepertinya, aku mendengar kau mengatakan sesuatu dengan bahasa manusia."

__ADS_1


"Meong."


"Mungkin hanya perasaanku saja."


Ketika aku kembali berjalan, Beresford menahan tanganku.


"Ngomong-ngomong kemana arah rumahku?"


"Mana kutahu," teriakku.


"Hueeehh.... aku tersesat."


Aku mendesah pelan.


"Aku akan pergi melihat gurumu besok, kau bisa ikut denganku... Kau bisa menumpang semalam di masionku."


"Aku sangat tertolong."


Di atas meja makan malam itu.


"Mereka itu istriku."


"Kau menikahi sembilan orang dan dua selingkuhan."


Aku memutuskan untuk diam saja.


Kami menikmati makan malam yang tenang sebelum beristirahat, Dorothy memiliki ruangan sendiri untuknya. Sikapnya seperti manusia pada umumnya.


Barulah keesokan paginya aku dan Beresford pergi ke kerajaan Artharissa tepatnya ke Akademi kerajaan yang telah berjalan beberapa minggu, di ruangan itu kulihat Asteropedia tergeletak di meja dengan mata berputar-putar.


"Guru kau baik-baik saja, apa yang terjadi?"


"Aku tidak tidur beberapa hari untuk menyelesaikan ini."

__ADS_1


"Kau terlalu berlebihan, lihat guruku jadi seperti ini?"


"Dia terkena demam otaku?"


"Demam apa itu."


"Sebelum dia menyelesaikan bukunya dia akan terus seperti itu."


Tentu saja aku mengarangnya.


"Tidak mungkin, mari ikut aku lagi ke menara pengetahuan."


"Tidak mau."


"Benar juga, bagaimana jika Beresford ikut tinggal di sini juga? Jika kau berada di sini kau bisa mengawasi gurumu."


"Ah, itu ide bagus.. aku akan membantumu guru."


Membawa Beresford dipihakku adalah keuntungan yang bagus, aku bersyukur untuk itu.


"Kalau begitu aku akan pergi, kalian berdua yang akur."


Sebelum aku bisa keluar, Asteropedia sudah memegangi lenganku.


"Berikan aku lanjutannya."


Apa sebaiknya aku memberikan bukunya? Kayaknya dia terlalu berlebihan, setelah mendapatkan informasi tentang pemilihan kandidat aku berjalan sepanjang ibukota sendiri, Selly dan Sella ingin bermain dengan Dorothy karena itu aku membiarkannya tinggal di rumah.


Aku membeli satu apel kemudian keluar kota menuju padang rumput yang luas, alasan kenapa aku melakukan ini adalah karena aku sedang diikuti seseorang. Aku berbalik dan menemukan seorang pria berambut panjang berdiri di sana dengan golok di tangannya.


"Kau menyadarinya."


"Tak kusangka kau mengikutiku sampai kemari dari kediamanku."

__ADS_1


"Aku sudah diperintah untuk membunuhmu, karena itu... aku harus melakukannya," setengah wajahnya berubah menjadi iblis dengan mata berwarna terang.


Berbeda dengan iblis di dunia ini, iblis dari neraka jauh lebih hebat, terlebih selama di sana mereka memakan iblis lain untuk menjadi semakin kuat.


__ADS_2