Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 92 : Pohon Dari Neraka Terdalam


__ADS_3

Saat memasuki hutan aku harus hati-hati agar tidak merusak mereka atau akibatnya aku akan menjadi target serangan. Aku memutuskan berlari di tanah melewati pepohonan sebisa yang kulakukan, walau sempat kehilangan jejak sesuatu telah menarikku untuk berlari ke arah sana.


Dari sana sebuah pohon raksasa menyeruak dari tanah hingga aku bisa melihat di atasnya sosok elf berambut perak tergantung dengan sulur mengikatnya di antara tangan dan kaki, dengan nafas tergesa-gesa aku mendekat dan bertemu dengan sosok yang telah membawa Aerith datang kemari.


"Tidak secepat itu, Beaufort Reymond."


"Sudah sejak lama seseorang memanggil namaku, tapi sekarang namaku Haru Kazuya."


"Haru Kazuya, nama seperti itu tidak cocok dengan Dewa Kegelapan."


Jika melihat penampilanku sekarang aku bahkan tidak cocok disebut sebuah bencana.


"Biarlah, aku juga tidak peduli bahkan jika kau mencoba menghalangiku kau tak akan bisa melakukannya."


Aku mengirim tinjuku ke wajahnya namun sebelum mengenainya dia melompat ke belakang hingga tudung yang dipakainya merosot ke bawah menampilkan sosok yang sulit kupercaya.


Dia sebuah boneka.


"Sosokmu?"


"Aah, ini adalah sosok yang kubuat sendiri, saat kau menyerang kami aku menggunakan batu bertuah untuk memindahkan jiwaku ke dalam sebuah boneka bertepatan saat aku hampir terbunuh olehmu... ini mungkin takdir kita bisa bertemu lagi, di kesempatan ini akan kubalaskan perlakuanmu dulu," katanya mengeluarkan pisau dari lengan bajunya.


Sudah kuduga dia salah satu pria elf itu.


"Sebelum itu aku ingin bertanya, benda apa itu? Dan juga kenapa Aerith berada di sana?"


"Kau tidak mengetahuinya, sungguh aneh... namanya adalah pohon Ragnarok, pohon ini tumbuh di neraka terdalam dan satu-satunya pohon yang ada di sana... aku memindahkannya kemari demi menghancurkan dunia ini."

__ADS_1


"Menghancurkan?" aku mengulang perkataan tersebut beberapa kali.


"Berisik, sejak kau menggagalkan rencana kami, aku berfikir untuk menghancurkannya... saat jiwa dari elf di sana itu di telan maka kehancuran tak akan bisa dihentikan haha."


"Maaf membuat kesenanganmu berakhir, tapi aku akan menghentikanmu di sini."


Aku menciptakan pedang dari bayangan.


Ini bukan termasuk skill ini hanyalah sihir yang kubuat melalui cincin [Create of Magic Ring] di jari kiriku. Kami berdua saling membenturkan senjata untuk menciptakan luka di tubuh masing-masing.


"Kau lebih lemah dari yang kuduga."


"Aku masih belum serius... bersamaan itu akar dari pohon mulai menyebar ke setiap area, itu menghancurkan pohon-pohon di sekelilingnya seolah menghisap seluruh kehidupan mereka hingga berubah layu.


Jika akar Ragnarok mengenai tubuh manusia sudah jelas mereka akan mati


Aku mengayunkan pedangku dan itu menebas tubuh si pria boneka hingga lengannya hancur berkeping-keping, seperti yang di duga dari sebuah boneka setiap tubuhnya yang hancur bisa menyatu satu sama lain.


Boneka itu semakin agresif dalam menyerangku dengan lihai dia mengeluarkan api dari tangannya untuk membuatku terpojok, aku pun melakukan hal sama hingga kedua api kami saling berbenturan, bersamaan asap yang mengepul ke udara tiba-tiba saja boneka tersebut memelukku dengan erat.


"Paling tidak kau akan mati bersamaku."


"Kau ingin meledakan dirimu sendiri."


"Kenapa kau terkejut, hal itu bukan apa-apa bagiku, jika aku bisa membunuhmu itu sudah cukup demi membalaskan kematian rekanku."


"Untuk seseorang yang bisa mengorbankan istri mereka kau pandai sekali mengatakan itu."

__ADS_1


"Semua itu demi kejayaan Elf... matilah."


Ledakan besar menelan kami berdua, walau begitu aku masih berdiri dengan tubuh yang masih utuh sementara si boneka hanya menyisakan kepalanya.


"Masih belum cukup."


"Ledakan seperti itu tidak bisa membunuhku."


Aku menusukan senjataku tepat di kepalanya dimana batu bertuah berwarna merah delima berada di sana dan hancur bersama dengan pedang bayanganku.


Dengan ini selesai.


Aku melayang ke atas dan melihat sosok Aerith yang tak sadarkan diri, rambut peraknya tampak berantakan.


"Sudah waktunya bangun ratu."


Karena dia tidak bangun aku menyentuh dadanya hingga dia menjerit.


"A-apa yang kau lakukan? Aku akan membunuhmu."


"Kau ini akan jadi istriku, bukannya melakukan hal ini tidak masalah."


"Dasar mesum."


Padahal dia sendiri yang seperti itu, aku melepaskan ikatannya hingga ia memelukku dengan erat saat melayang jatuh ke bawah, untuk pohonnya sendiri kugunakan Skill [Fire Archer] dan dalam sekejap api hitam membakarnya tanpa sisa.


Tanpa diketahui keduanya ancaman sesungguhnya barulah dimulai, saat pohon Ragnarok dihancurkan maka energinya telah membuka celah antara semua dunia, hanya menunggu waktu sampai celah itu terbuka dan kehancuran dunia tetap akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2