Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 238 : Festival Dan Akhir Dari Sebuah Awal


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, semua orang telah membuka kios-kios mereka, beraneka kios makanan serta permainan mewarnai setiap jalan utama desa.


Bagiku yang bertanggung jawab di sini, aku tidak boleh terlena dengan hal ini hingga melupakan tugasku.


Karena itu, sebelum orang-orang datang aku akan lebih dulu mencobanya.


Pertama beli semua makanan yang ada di sini, kemudian mencoba semua kios permainan, seperti lempar gelang dan menciduk ikan emas selanjutnya berbagai hal lainnya.


Ketika aku asyik dengan hal itu, Gabriela sudah berdiri di belakang selagi berdeham.


"Tuan, semua orang sudah menunggu Anda untuk pembukaan ini... bukannya Anda bilang ini akan menjadi festival tahunan kita."


Glek.


Aku sedikit menelan ludahku sebelum akhirnya Gabriela menarik kerah bajuku.


"Tunggu, biarkan aku main sebentar lagi."


"Matahari sudah terbit jadi jangan kecewakan semua orang."


Aku terlalu keasyikan hingga melupakan itu.


"Sebenarnya ke mana perginya Gabriela yang baik hati? Aku ingat kau selalu ingin dimanjakan olehku maupun sebaliknya."


"Gabriela yang tuan kenal sudah lama hilang, aku memastikan agar tuan melakukan tugas dengan benar."


Aku hanya menjatuhkan bahuku lemas sebelum akhirnya diseret ke atas panggung dimana semua orang telah membuat kerumunan besar.


Istriku, putriku dan seluruh penduduk juga.


Gabriela mendorong punggungku.


"Silahkan lakukan tugas tuan."


"Ittuu... ini adalah festival yang akan dilakukan rutin setiap tahunnya, jadi bersenang-senanglah dan juga tetap rukun."


Semua orang terdiam hingga aku harus beralih ke arah Gabriela untuk mengkonfirmasinya.


"Apa aku mengatakan hal salah?"


"Tidak, sambutannya biasa saja... nggak ada yang lain atau aneh?"

__ADS_1


"Memangnya kalian semua mengira aku ini apa?"


"Pokoknya mari buat kenangan indah di desa ini."


Barulah semua orang berteriak semangat.


"Hidup Tuan Lord Kazuya, hidup."


"Hidup."


Aku kembali berbisik pada Gabriela.


"Kenapa mereka memanggilku tuan lord?"


"Ini agar kami bisa memberikan status tinggi pada tuan, tuan akan membuat desa lainnya dan menunjuk salah satunya menjadi kepala desa, jika gelar Anda sama, itu malah aneh bukan?"


"Kalian memutuskannya tanpa persetujuanku," teriakku.


"Tadinya semua orang memutuskan dengan nama Raja Agung atau Penguasa Wanita."


Dia tidak mendengarkanku bahkan nama lainnya terdengar lebih parah. Untuk sekarang aku akan kembali bekerja mengawasi semuanya sendirian.


Ketika aku berjalan jauh, seorang mengirim tendangannya hingga aku tersungkur ke tanah.


Orang yang berteriak itu adalah Asteropedia Platinum.


Aku mengerang sakit selagi mencoba bangkit.


"Kau seenaknya saja menyerangku."


"Itu salahmu sendiri, apa ingatanmu sudah kembali? Apa kau masih ingat apa yang kukatakan waktu itu?"


"Soal cincinnya."


"Benar sekali, harusnya setelah hancur kau datang ke tempatku."


"Soal itu, aku terlalu sibuk belakangan ini."


"Terserahlah, sekarang kau ikut denganku."


Sebelum aku tahu, Asteropedia memindahkanku bersamanya ke ruangan di menara pengetahuan melalui sihir teleportasi.

__ADS_1


Aku berdiri diam saat dia membawa sebuah koper padaku.


"Apa ini?"


"Sepuluh cincin yang sempurna."


"Bukannya aku harus membuatnya sendiri."


"Itu tidak usah, karena dari awal saat pertama kali kita bertemu di dataran tinggi Utara, aku telah memilikinya."


"Memilikinya? Apa kau membuatnya lebih dulu seperti apa yang kulakukan dulu."


"Sayangnya tidak, yang kau gunakan selama ini hanyalah imitasi satu-satunya yang kubuat dari hasil penelitianku, sementara yang ini, adalah benda aslinya... ini adalah benda yang dititipkan oleh empat Dewi."


Aku masih belum bisa mencerna apa yang dibicarakan Asteropedia, padahal selama ini dia hanya tergila-gila dengan lite novel dan komik.


"Kau masih bingung, apa kau ingat apa yang dikatakan Aurora, maksudku Dewi Ristal?"


"Dia bilang, dia memilihku sebagai pahlawan atau begitulah yang kudengar."


"Tepat sekali, sebelum aku memberikan cincin yang asli.. kami harus melihat seperti apa orang yang akan menerimanya, kami takut bahwa kau akan terjebak dengan kekuatan besar dan kehilangan kendali."


"Jadi semuanya sudah direncanakan."


Asteropedia tertawa, jika tidak begitu mungkin kau juga sama seperti para pahlawan itu.


Aku menerima 10 cincin yang diberikan oleh Asteropedia lalu memakainya, dan seketika puluhan layar menu bermunculan di sekelilingku.


"Ini semua?"


"Selamat, itu adalah sistem dari dunia ini.. bahkan jika kau berpergian ke setiap dunia ataupun ke alam Dewi, sekarang kau bisa melakukannya."


"Ini sama saja aku seperti Dewa."


"Bukannya kau ini, Dewa Kegelapan."


"Itu hanya sesuatu yang kubuat sendiri, kau tahu? Aku hanya menjuluki diriku sendiri."


Aku mengangkat tanganku.


"Sistem Administrator.... Item Box, Grandbell."

__ADS_1


Aku memunculkan pedangku, walau aku memegang pedangnya, itu tidak merubahku menjadi tengkorak.


__ADS_2