Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 175 : Inilah Kedamaian


__ADS_3

Beberapa tahun berikutnya di ruangan latihan baik Luis atau Arthur keduanya saling bertarung satu sama lain.


Di samping mereka Clara dan Pireta memperhatikan selagi memakan Cemilan.


"Kau yakin tidak ingin menghentikannya?" ucap Pireta ke arah Clara.


"Ini hanya duel diantara para pria, kita gadis tidak boleh ikut campur."


"Tapi aku ini cowo."


Luis dan Arthur mulai bertarung dengan kemampuan mereka, Arthur menggunakan pedang kayu sementara Luis hanya menggunakan tangan kosong.


Luis mengangkat tubuhnya untuk memberikan tendangan beruntun dengan cepat, di sisi lain Arthur menghindarinya selagi menjaga jarak dan membalas dengan pedang kayunya.


Prak.


Hanya satu tendangan pedang kayu Arthur hancur berkeping-keping. Dengan satu gerakan Arthur bersalto ke belakang lalu mengangkat kedua tinjunya untuk bertarung.


"Sejak kapan kau mempelajari bela diri?"


"Untuk menjadi bertambah kuat, aku harus mempelajari semuanya dan menebak bagaimana musuhku melangkah."


Tinju mereka saling berbenturan, bahkan Luis yang dikenal mahir dalam serangan jarak dekat kini telah kewalahan melawan Arthur.


Dengan kekuatan penuh mereka menghantamkan tangan mereka saling memukul wajah mereka hingga secara bersama-sama terbang sejajar di lantai.


"Mari anggap pertarungan ini seri," kata Luis.


"Sepertinya begitu, lain kali aku yang akan mengalahkanmu."


"Akulah yang harus mengatakan itu."


Keduanya tertawa bersama, ini adalah hari terakhir mereka berada di akademi, calon penerus kerajaan Artharissa telah ditentukan dan itu jatuh pada seorang putri dari keluarga Duke yang cukup terkenal, tak hanya cantik dia juga mahir dalam politik serta memiliki sifat baik.


Pada Awalnya penilaian Arthur dan Pireta yang berada di atas namun karena keduanya tidak berminat menjadi penguasa maka hak itu diberi pada pihak ke tiga.


Luis bangun lalu mengulurkan tangannya demi membantu Arthur berdiri.


"Mulai sekarang kaulah ketua kami."


"Kau yakin menyerahkan begitu saja padaku, bukannya kita berduel untuk menentukan hal itu."

__ADS_1


"Aku hanya ingin mencoba kemampuanku saja, dari awal aku tidak berminat jadi pemimpin."


"Begitukah."


Clara yang dari memeluk lututnya ikut berdiri dan mendekat ke arah keduanya, dalam beberapa tahun saja Clara telah menjadi wanita dewasa bahkan dadanya juga ikut bertambah.


"Apa kalian sudah selesai, kita akan pergi besok... Paling tidak kalian jangan sampai terlambat nanti."


"Aku tahu," jawab Arthur.


"Baguslah, ayo pergi Pireta kita beli gaun untuk kita berdua."


"Tapi aku ini cowo."


"Siapa peduli... Kau sangat cantik soalnya"


"Tidak, aku tidak mau... selamatkan aku kalian berdua," teriaknya.


Luis dan Arthur yang memperhatikan hanya bisa tersenyum masam.


Beberapa orang memang tidak pernah berubah, gumam mereka dalam hati.


"Akhirnya kalian menjadi orang dewasa yang tidak membuat onar lagi."


"Bisa sampai nangis gitu, yah... kami hanya berpetualang sebentar untuk membantu banyak orang di benua lain, kami juga kemungkinan kembali lagi kemari."


Dari belakang, ratu yang baru muncul selagi mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan yang mana diterima Arthur baik.


"Sampai saat itu kalian semua akan selalu diterima di kerajaan ini."


"Terima kasih banyak," kata Arthur sebelum pergi bersama anggota partynya.


"Sampai nanti," tambah Clara.


"Aah, sampai nanti."


"Hey Clara kenapa kau membawa banyak gaun?"


"Tentu saja untuk kita pakai."


"Aku tidak mau, aku ini pria tulen."

__ADS_1


"Kalian berhentilah bertengkar," potong Luis kesal.


"Mari pergi ke kota suci untuk mengambil pedang Excalibur dulu."


Perjalanan mereka sesungguhnya telah dimulai.


***


Hari ini aku bersama semua orang sedang mengadakan pesta bersama di pekarangan masion, mereka adalah pegawai guild pedagang Keyla dan Lemy, keluarga Wisel, Ronald, Lolia dan Lili.


Party petualang Zeper juga ikut dalam kemeriahan ini.


Tingkerbel, Rusina, Marina, Dorothy, Para Dewi, malaikat tertinggi termasuk Ikaros dan juga Asteropedia dan muridnya Beresford pun hadir.


Ketiga pelayanku Rin, Amnestha dan juga Gabriela.


Keempat Arch Priest dari kota suci serta dua pendeta Olien dan Cleo.


Aku juga mengundang Teresa, Elona dan putrinya Falena, Reny serta para Succubus yang bekerja di satu bar... Tak lupa aku juga mengundang Azelia sang ibu kepala desa Succubus.


Aku sempat ingin mengundang Yuki namun dia masih berhibernasi dan baru bisa keluar pada musim dingin


Dan dari semua itu tentu saja para istriku beserta putri mereka, yang tentunya anak-anakku juga, mereka semua anak perempuan yang mirip dengan ibu mereka.


Aku berdiri di depan mereka selagi mengangkat gelas susu, karena aku tidak meminum alkohol hanya ini minuman yang menurutku pas dalam acara ini.


Aku berkata ke arah mereka.


"Selama ini banyak hal yang terjadi pada kita semua namun semuanya akhirnya telah di selesaikan dengan lancar, karena itu mari bersulang untuk kedamaian yang telah kita raih."


"Bersulang," teriak semuanya bersemangat.


Jika dulu aku terus mencari kedamaian entah saat aku menjadi Dewa Kegelapan atau penduduk dunia bernama bumi sangatlah mustahil... Namun, sekarang aku yakin dengan satu hal.


Bahwa bersama keluarga serta orang-orang berharga di sekitarmu merupakan sebuah kedamaian itu sendiri.


Selly dan Sella menarik tanganku secara bersamaan, bersama istriku yang lain.


"Mari berfoto."


Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2