Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 358 : Yumia


__ADS_3

"Aku tidak keberatan, lagipula setelah perjalanan ini selesai aku akan pergi ke ibukota sementara waktu."


"Terima kasih."


Setelah menjelaskan situasinya, Scarlet menerima permintaanku untuk memperbolehkan ke sepuluh Siren ini tinggal dengannya.


"Pancinganmu ditarik sesuatu."


Aku segera menariknya, ukurannya pasti sangat besar hingga aku kesulitan menariknya ke atas.


"Mau aku bantu."


"Tidak, ini adalah pertarungan pria."


Kesepuluh Siren yang berdiri di belakangku terus menyemangatiku layaknya pemandu sorak, dan akhirnya setelah sekian lama aku mendapatkan ikan emas.


"Apa kita mau menggorengnya?" tanya Scarlet.


"Lebih tepatnya, aku ingin melepaskannya kembali... aku hanya sedikit penasaran saja untuk memancing ikan ini sejak lama."


"Begitu."


Bertepatan saat itu dari bawah laut tiba-tiba saja beberapa panah air meluncur ke langit.


"Mereka dari pasukan kerajaan.. pasti mereka ingin menangkap kami."


"Biar aku saja yang mengurusnya."

__ADS_1


Aku menyelimuti diriku dengan sihir lalu menyelam ke dasar air, sebisa mungkin aku tidak ingin membunuh mereka agar konflik Siren dan manusia tidak semakin meluas, tubuh mereka kuterbangkan ke langit hingga berjatuhan dan mengambang di permukaan air laut.


Ketika Siren mati mereka akan berubah menjadi busa laut, selagi mereka memiliki tubuh mereka baik-baik saja.


Di dalam kegelapan laut beberapa ekor Sea Serpent menyerangku secara bersamaan, aku mengulurkan tanganku menciptakan hal yang serupa yaitu naga air hingga keduanya saling bertarung.


Ketika aku merasa lega, seseorang melesat ke arahku dengan kecepatan tinggi. Dia mencengkeram leherku hingga menembus permukaan air laut lalu melepaskanku setelahnya.


Sirip yang tadinya bersinar terang telah berubah menjadi kaki, di saat itu juga wanita yang membawaku, berdiri di atas laut dengan kimono serta katana emas yang dia munculkan di tangan kanan.


Ia memiliki rambut hitam panjang yang dihiasi mahkota. Tanpa menyebutkannya semua orang tahu dia seorang ratu, bukan ratu biasa melainkan ratu para Siren, Yumia.


Dalam sejarah namanya telah banyak diceritakan di buku-buku hingga para penyair pun menceritakannya sejak turun menurun.


"Aku tidak akan biarkan manusia dan Siren berhubungan satu sama lain."


"Kau masih membenci manusia, padahal kau sendiri 10 kali lipat membunuh manusia lebih banyak dibandingkan manusia membunuh Siren."


Yumia meluncur di atas permukaan laut selagi memosisikan dirinya memegangi katana, aku mengirim naga air kepadanya dan hanya sekali tebasan itu hancur menjadi tetasan hujan.


Dia memosisikan dirinya menyamping selagi masih berlari ke arahku.


"Aliran pedang dunia... Pembunuh Kegelapan."


Aku mengulurkan kedua tanganku untuk menahan tebasan yang mirip sebuah ledakan itu, selain diriku, di depanku laut yang sangat dalam sudah terbelah sampai dasar sebelum akhirnya menutup kembali.


"Tak kusangka ada yang bisa menahan seranganku barusan."

__ADS_1


"Apa dengan ini artinya aku sudah menang."


"Selagi belum ada yang mati, tidak akan ada pemenangnya."


Aku menciptakan tentakel dari air dan langsung menjerat tangan dan kakinya.


"Apa-apaan ini?"


"Walau begitu sepertinya aku yang menang."


"Mustahil, bagaimana aku kalah dengan sihir rendahan seperti ini."


"Tentakel adalah musuh alami wanita, kau tidak akan mampu bertahan lama."


"Jangan kira dengan melakukan hal keji seperti ini, aku akan menyerah."


Orang ini akan menyerah jika diserang sihir tingkat atas, kalau begitu bagaimana dengan ini.


Aku menciptakan naga air kemudian naga itu berubah menjadi es dan kemudian menerjang tubuh Yumia hingga dia terbang ke atas lalu jatuh dan mengambang di permukaan laut.


"Pedangmu sangat bagus, jadi aku akan mengambilnya."


"Sialan kau."


"Aku tinggal di desa dataran tinggi di kerajaan Weisvia, jika kau ingin mengambilnya pergilah ke sana lain kali."


"Aku tidak akan memaafkan hal ini."

__ADS_1


"Terserah kau saja."


__ADS_2