
Ketika aku menikmati tehku yang baru, tiba-tiba saja sesuatu jatuh dari langit menghantam perkarangan rumahku dengan bunyi 'BAM' hingga menghasilkan lubang di sana.
Bahkan ketika tidak ada kedua pelayanku, aku masih saja sulit bersantai, Nermia yang dari tadi berada di belakang muncul tanpa mengenakan apapun.
"Apa itu tuan?"
*Sebelum muncul pakai dulu pakaianmu."
"Alamak."
Dia menghilang kembali.
Awalnya aku ingin mengabaikan orang yang jatuh dari langit itu, akan tetapi saat aku tahu bahwa yang jatuh adalah bocah laki-laki aku akhirnya berubah pikiran. Dia seperti kebanyakan anak kecil biasanya, hanya saja di punggungnya ada sepasang sayap yang menempel.
Aku membawanya ke dalam masion lalu membaringkannya di sofa, paling tidak dia masih hidup untuk menceritakan apa yang terjadi.
Nermia muncul dengan pakaian biasanya.
"Maaf yang barusan tadi tuan, aku sangat ceroboh."
"Wajahmu sama sekali tidak terlihat menyesal."
"Mana ada, aku sangat menyesal... dilihat saat telanjang sungguh memalukan, karena tuan akan menikahiku nanti jadi aku tidak terlalu memikirkannya."
Aku mendesah pelan lalu mengubah topik ke arah yang lebih penting.
"Lalu siapa bocah ini, apa dia dari ras malaikat?"
"Bukan, ras malaikat selalu memiliki lingkaran putih di atas kepalanya serta sayap putih, dan mereka tidak mudah ditemukan siapapun."
Jika dikatakan aku baru menyadari bahwa sayapnya berwarna abu-abu.
"Lalu dia ini?"
__ADS_1
"Ras harpy."
"Yang setengah manusia dan bawahnya burung."
"Tepat sekali, tapi mereka sudah lama berevolusi menyerupai manusia seperti ini."
Aku mengenal harpy sebagai wanita burung yang kejam yang menculik pria sebagai pelampiasan sampai ia hamil, menghasilkan keturunan yang selalu berkelamin perempuan.
Paling tidak itulah yang dikatakan nenekku.
Bukan, atau mungkin itu Orc.
Yah, terserahlah.
Beberapa saat kemudian anak itu membuka matanya, dia menatapku dan Nermia secara bergantian.
"Kalian siapa?"
"Harusnya aku yang mengatakan itu, Nermia tolong buatkan teh hangat untuknya."
Banyak nawar lagi bocah ini.
"Makanannya juga."
"Aku akan membuat nasi goreng saja, apa tak masalah?"
Si anak itu mengangguk mengiyakan, sebelum bertanya lagi aku membiarkan dia melahap seluruh isi piringnya.
"Tuan mau juga? Aku buat banyak loh."
"Aku masih kenyang, nanti berikan pada Selly dan Sella saja."
"Baik, ngomong-ngomong mereka tidak terlihat dari tadi."
__ADS_1
"Aku meminta keduanya lomba lari ke kota terdekat."
"Mereka melakukan itu."
Setelah meminum air di gelasnya, bocah itu menjelaskan.
Singkatnya dia bernama Lupin, seorang ras harpy yang berada di pulau langit. Kehidupan mereka baik-baik saja sampai raja iblis muncul dan berusaha menaklukkan dunia, hanya kekuatan pahlawan yang memiliki keempat elemen yang bisa menyelamatkan dunia ini, namun dia malah menghilang.
Seribu tahun kemudian, aku...
"Tuan Kazuya?" suara Nermia menyandarkanku.
"Ah ya."
"Ada apa?"
"Bukan apa-apa, kau bilang para naga menyerang tempat tinggal kalian?"
"Benar tuan, mereka berniat untuk menguasai tanah kami... bagi mereka tanah itu adalah milik mereka dan di masa lalu leluhur para harpy telah mencurinya."
Aku beralih pada Nermia yang sudah hidup sejak lama.
"Bagaimana menurutmu Nermia?"
"Sulit juga, dulu tidak ada pejabat tanah soalnya."
Itulah yang bisa dikatakannya.
Sama sekali tidak membantu.
Seolah baru mengingat sesuatu, Nermia berkata.
"Aku ingat, baru-baru ini aku mendengar bahwa wilayah naga dihancurkan oleh seorang pahlawan."
__ADS_1
"Ini pahlawan yang mana lagi? Rasanya pahlawan itu malah menambah masalah saja di dunia ini."