Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 261 : Kediaman Dewi Ristal


__ADS_3

Di ruangan yang diisi hanya kami berdua, aku menunjukan tombak yang kubawa dari kota itu pada Ristal.


"Tadinya aku ingin memberitahukanmu soal ini saat kau sedang santai, jika sudah sejauh ini, apa boleh buat... mari pergi ke alam Dewi


Aku mengangguk sebagai jawaban.


"Pertama aku akan menyimpan senjata ilahinya dulu, kemudian aku akan memelukmu dan kemudian berciuman."


Aku menarik kedua pipinya.


"Mari lakukan hal itu nanti saja."


"Muu.. padahal aku sudah pasrah."


Dalam sekejap aku muncul di tempat yang bisa dibilang sebagai alam para Dewi, tidak ada yang jauh berbeda dengan di dunia manusia hanya saja sekeliling kotanya telah membeku.


Ini juga berlaku dengan para Dewa.


Aku melirik ke segala arah dan melihat pulau-pulau yang melayang di atasnya juga turut membeku.


"Apa ini ulah naga tersebut?"


"Benar sekali, akibat semua ini beberapa dunia akhirnya harus dibekukan juga, tanpa ada yang mengawasinya, itu akan berbahaya."


"Aku bisa mengerti itu."


Aku mendekat ke arah patung wanita lalu menepuk-nepuknya.


"Benar-benar keras."

__ADS_1


"Sebaiknya jangan menyentuh dadanya."


"Tanganku bergerak sendiri, bagaimana cara agar aku bisa menyelamatkan mereka?"


Aku segera mengubah topik pembicaraan.


"Dengan membunuh raja naga tersebut, saat dia berada di sini kami bisa mengalahkannya tapi jika berada di dunia fana para Dewa maupun Dewi dilarang terlibat lebih jauh."


Karena itulah kenapa naga di kota Aldios belum mati dan hanya diubah menjadi batu sementara waktu, jika menggabungkan semua potongan informasi yang kudapatkan dari Hesna dan Bellatrix, sudah jelas ada yang berusaha menghancurkan alam ini.


Ristal melanjutkan tanpa menghilangkan mode Dewi yang sedang dipakainya.


"Soal naga, kita masih bisa menunggu, yang lebih penting lagi adalah soal kristal kehancuran yang dikirim oleh raja dunia bawah melewati celah dimensi."


"Berapa banyak itu?"


"Seluruhnya ada 20 kristal di 20 dunia berbeda."


"Benar, hanya tuan pahlawan saja yang bisa menyelamatkan dunia ini, mohon untuk pergi ke sana dan mengambil setiap kristal, saat kristal diambil kristal itu akan berubah menjadi monster jadi berhati-hatilah."


Aku menatap Ristal dengan mata bermasalah.


"Bisakah kau menghilangkan mode Dewimu menjadi mode istri lagi."


"Ini sudah aturan."


"Kau masih marah karena menolak ajakanmu."


"Tidak juga," balas Ristal selagi mengalihkan pandangannya cemberut hingga aku mengacak-acak rambutku frustasi.

__ADS_1


Sikapnya sangat berbeda dengan yang dulu, padahal saat pertama kali aku bertemu dengannya dia sangat blak-blakan.


"Aku mengerti, mari singgah sebentar di kediamanmu... tolong kembalilah seperti sedia kala."


"Dengan senang hati, mari pergi."


Ristal memegang tanganku lalu aku tiba di kediamannya yang megah di mana semua interiornya di cat warna putih, ada kolam luas serta taman perkarangan yang menyegarkan juga.


"Aku punya ranjang yang empuk kau pasti akan menyukainya."


"Ah baiklah."


Yang bisa kami lakukan di sini hanyalah melakukan hal dewasa, jadi mari skip bagian ini.


Dan mulai kembali setelahnya.


Di meja luar perkarangan rumah aku menyeruput tehku dalam diam, sementara di depanku Ristal memegangi pipinya dengan malu.


Tingkah lakunya seperti pengantin baru, kau tahu?


Aku memulai pembicaraan.


"Jadi bagaimana celah dimensi antar dunia bisa terbuka? Apa mungkin ini akibat Behemoth yang dulu pernah aku kalahkan."


"Benar sekali, saat itu dia memanggil empat iblis dari dunia bawah sehingga untuk melakukannya dia harus membuat celah menggunakan sihir terlarang, awalnya lubang itu hanya seukuran jarum dan kini mulai membesar."


Aku tidak bisa membayangkan seseorang keluar dari lubang sekecil itu?" Tapi mereka iblis, bahkan jika setitik noda asal batas antar dunia hancur maka sihir pemanggilan bisa digunakan.


Beberapa penyihir kadang menggunakan sihir pemanggilan sebagai pet atau rekan dalam wujud roh, hanya saja apa yang mereka panggil masih berada di dunia yang sama, jika itu dari dunia berbeda sudah jelas tidak akan bisa dilakukan.

__ADS_1


Itulah alasan kenapa tidak ada pahlawan yang dipanggil melalui pihak kerajaan ataupun oleh seseorang melainkan langsung lewat Dewi itu sendiri.


__ADS_2