Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 251 : Naga Perak


__ADS_3

Di atas langit cerah yang membentang tertutup awan putih, seekor naga melesat dengan kecepatan tinggi, setiap pergerakannya membelah awan dengan hembusan angin dan terkadang dia juga bersalto untuk menghilangkan kejenuhan.


Bisa dibilang dia adalah naga paling ceria yang bisa orang ketahui, karena tubuhnya yang berwarna perak ketika cahaya menimpanya itu bersinar menyilaukan.


Ia menukik jatuh ke bawah hingga mendarat di tanah dengan kegemparan, di dalam kabut debu yang terbang ke udara, naga tersebut mulai bersinar kemudian merubah dirinya menjadi sosok gadis kecil berambut perak panjang dengan pita besar di punggung rambutnya.


Jubah putih yang dia kenakan berkibar tertiup angin saat semua orang menghampirinya, mereka yang mendekat adalah ras Lemia dan para Drawf.


"Di mana kau Hesna? Aku ingin merebut gelar Ratu darimu."


Yang menimpa perkataan itu bukanlah naga yang dimaksud melainkan naga air, Februari.


"Ara... Bel kah?"


"Berhentilah memangilku seperti itu, namaku Bellatrix."


"Disingkat Bel."


Si rambut perak hanya tersenyum pahit lalu melanjutkan.


"Tidak, itu terdengar imut.. aku ini naga menakutkan."


"Kau ini naga imut... lihat."


Februari memeluk Bellatrix lalu menggosok-gosokan wajahnya di antara belahan dada yang berlimpah.


"Hentikan, jangan perlakukan aku seperti anak kecil.. dan juga, kenapa kau ada di sini dan aku tidak melihat naga lainnya?"


"Sebenarnya ceritanya seperti ini..."


Semua orang mulai membubarkan dirinya sementara Bellatrix jatuh dengan kedua tangan yang diletakkan di tanah.


"Jadi Hesna telah tergoda dengan manusia.. dia menikahinya dan juga telah memiliki anak."

__ADS_1


"Itulah yang kudengar."


"Pemukiman naga juga sebelumnya hancur dan pria itu mengambil seluruh naga untuk tinggal bersamanya, dengan kata lain."


"Dia Raja Naga."


"Guakh..."


Bellatrix menyemburkan cairan dari mulutnya sebelum jatuh terlentang menatap langit.


"Bagaimana bisa terjadi? Padahal aku sudah mengelilingi dunia untuk berlatih demi mengalahkannya, dan sekarang dia malah jatuh oleh manusia."


"Dibilang jatuh juga tidak begitu, aku rasa Hesna hidup damai dengan bahagia."


"Aku akan pergi melihatnya."


Bellatrix mengubah dirinya menjadi naga kembali dan terbang.


"Dia masih keras kepala seperti dulu."


Tentu dia adalah Felisa.


"Aku perlu membasuh diriku, harusnya suamiku yang melakukan itu."


"Meski kau mengatakan itu, kita tidak boleh melakukan hal aneh-aneh di depan para pelayan."


Felisa melirik ke arah pelayan yang ada di belakangnya dan mereka segera berbalik.


"Sekarang oke."


"Oke jidatmu.... kita bisa melakukan nanti di rumah."


"Hmm..."

__ADS_1


Para pelayan ini termasuk dalam rencana Kazuya juga, demi mencegah rencana Felisa berjalan dengan baik dia harus melakukannya.


Kazuya telah menghabiskan 85 persen tenaganya dengan segala aktivitas yang dilakukannya bersama Felisa di kota, perlu beberapa jam agar tenaga itu terisi kembali (hanya bayangan Kazuya) Felisa berkata.


"Kerajaan menjadi lebih baik berkatmu, aku tidak pernah berfikir hal ini terjadi."


"Kau terlalu pesimis."


"Mau bagaimana lagi? Saat itu seorang pahlawan yang ingin menguasai negeri ini... tapi terima kasih banyak Kazuya, telah menjadi suamiku serta memberikan harapan pada negara ini."


Kazuya menepuk kepala Felisa.


"Harusnya aku juga berterima kasih karena kau menjadi istriku."


"Kukira suamiku tidak menyukaiku."


"Mana mungkin aku berfikir begitu, karena aku menyukai kalian aku menikahi kalian."


Felisa menundukkan kepalanya tersipu malu, meski tidak terlihat, para pelayan juga ikut tersenyum lalu bergegas pergi.


"Mohon maaf, kami juga harus menyiapkan makanan."


"Benar."


"Tunggu sebentar."


Kazuya hanya melihat kepergian mereka berdua, dia tahu bahwa beberapa orang memutuskan menjaga pintu di bagian depan.


Sedangkan Felisa memeluknya, mengirim tubuhnya yang hangat serta sentuhan lembut darinya.


"Kita bisa melakukan hal memalukan sekarang."


"Bolehkah aku meminta izin untuk pergi."

__ADS_1


"Ditolak."


__ADS_2