Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 148 : Naga Dari Bawah Laut


__ADS_3

Aku memang mengatakan bahwa aku tidak mungkin tergoda namun saat melihat Siren aku berubah pikiran.


"Aku tergoda," aku hendak melompat dari kapal tapi Nermia lebih dulu menangkapku lalu menyeretku menjauh.


"Kapten Jack boleh aku meminjam kamarnya."


"Tentu saja, silahkan gunakan sepuas kalian."


Saat aku bangun kami telah melewati kawasan Siren.


"Apa yang terjadi, aku tidak bisa mengingat sesuatu? Kepalaku pusing."


Kapten Jack menjelaskan.


"Kau tergoda oleh para Siren dan istrimu melakukan tugasnya."


"Pantas saja kulihat Nermia tersenyum bahagia."


Aku melihatnya duduk di kursi selagi terus memegangi pipinya malu.


"Ampun... kau tidak kuat dengan dada mereka, itu hanya silicon."


"Yang benar?"


Perjalanan dilanjutkan melintasi laut yang tenang, tak lama kemudian ikan raksasa muncul di depan kami atau lebih tepatnya melompat ke atas kepala kami.


"Laut itu sangat indah," kata Jack terseyum puas.


Reny dan Elona sepertinya sedang memancing di pinggir sungai untuk makan malam kami nanti. Aku belum melakukan apapun untuk membatu semua orang karena itu aku yang memutuskan memasak.


Dengan resep dari dunia lamaku, apapun bahannya akan kusulap menjadi makanan bercitra rasa tinggi. Setelah selesai aku duduk selagi bersandar di tiang kapal.

__ADS_1


Nermia duduk di sampingku dan berkata.


"Boleh aku berenang dalam wujud nagaku suamiku."


"Kurasa boleh, tapi saat mereka sudah tertidur."


"Baik."


Selagi duduk di pinggir kapal aku melihat sosok naga biru terus muncul dan masuk ke dalam laut, ukurannya sangat besar dari yang kuingat dan dia adalah Nermia.


Tanpa terduga Kapten Jack muncul dari belakangku dia berkata setelah meminum botol anggur di tangannya.


"Kau punya istri yang cantik."


"Kau sudah tahu rupanya."


"Tentu saja, aku ini sudah mengarungi banyak lautan dan melihat segala hal yang tidak pernah dilihat banyak orang."


"Begitukah."


Dia begitu senang.


Pagi berikutnya kami telah memasuki zona dingin, dari sini kami menggunakan mantel yang tebal untuk menahannya.


"Cepat maju, sebelum badai tiba."


"Baik Kapten Jack."


Sejauh ini monster yang kami lawan tidak terlalu kuat, Reny dan Elona saling menyatukan tubuh mereka.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan?"

__ADS_1


"Ini agar tubuh kami hangat," balas Elona.


"Itu benar."


Kurasa aku sedikit kasihan pada mereka jadi kuulurkan tanganku dan menciptakan api hitam di telapak tanganku.


"Kalian bisa menghangatkan diri."


"Kau ini tungku api kah?" teriak Jack.


Siapa orang yang bilang sudah melihat banyak hal yang tidak pernah dilihat orang lain, tapi masih bisa terkejut.


Orang ini tetap menyebalkan.


Seekor belut raksasa muncul dan dengan sekali seranganku dia berakhir menjadi makan siang kami, baru saat matahari terbenam kami sampai di lokasi tujuan dimana sekitar kami hanyalah es yang membeku.


Reny memiringkan kepalanya dan berkata.


"Bagaimana cara menangkap Lobster emas?"


"Aku juga belum tahu."


"Kalian berdua. Tenang saja kapten Jack membawa jaring dan umpan dia bisa membantu kita bersama kru kapalnya."


"Biayanya dobel."


"Aku akan membayarnya, cepat bekerja."


"Laksanakan... Anak-anak waktunya berburu."


"Aye kapten Jack."

__ADS_1


Setelah menunggu sampai pagi lobster emas yang mereka tangkap sangat banyak, mungkin sekitar 500 ekor yang mana kusimpan segera ke dalam sihir ruang dan waktuku.


"Sebelum berangkat kami ingin tidur sebentar," kata kapten Jack dan selanjutnya mereka tumbang setelah tidak tidur semalaman. Uang benar-benar segalanya untuk mereka.


__ADS_2