
Setelah menghilangkan pedangku, aku duduk di depan Asteropedia yang sibuk menulis novel miliknya sendiri.
Tak hanya sedang membuat, dia sepertinya telah menciptakan banyak novel dengan genre berbeda.
"Kau tidak ingin datang ke festival di desaku?"
"Untuk apa?"
"Bukannya kau ingin membuat perusahaan penerbit, paling tidak kenapa kau tidak menjual beberapa di festivalku? Aku yakin beberapa orang akan tertarik dan memutuskan jadi penulis."
Asteropedia menggebrak meja.
"ITU IDE BAGUS, AKU TIDAK MEMIKIRKANNYA... Bantu aku untuk menyusul novel ini, di belakang ada salinannya banyak."
Aku mendesah pelan, aku yang membuatnya jadi seperti ini, oleh karena itu aku harus bertanggung jawab untuk membantunya.
Setelah mengepak beberapa buku ke dalam kardus, aku menggunakan sihir teleportasi hingga dari atas kami berdua lingkaran sihir terus berputar.
"Ngomong-ngomong ke mana muridmu?"
"Aku memintanya pergi jauh dan mencari beberapa orang yang ingin menulis."
Dia menyuruh muridnya melakukan hal yang sulit.
Saat lingkaran sihir yang kubuat jatuh, kami berdua menghilangkan dan muncul lagi di desaku, tentu saja aku juga membawa beberapa kotak berisi novelnya.
"Hey Kazuya, buatkan aku kiosnya."
"Kau ini banyak sekali minta.... Sistem Administrator.... Pembuatan Item.. kios warung."
Sebuah kubus kecil jatuh dari lubang hitam yang muncul di atas kepalaku, aku menangkapnya lalu melemparkannya jatuh ke bawah.
Dan itu berubah menjadi sebuah warung besar.
Setelah menyusun setiap novel, orang-orang mulai berdatangan dan berjajar untuk membelinya.
Semua orang terlihat puas.
Aku melihat ke arah langit yang memancarkan warna biru indah, dengan kekuatan ini mungkin aku bisa merubah satu hal di dunia ini.
__ADS_1
Seperti yang ingin kulakukan dulu.
Setelah Festival yang diadakan selama tiga hari itu berakhir, aku mengundang semua orang ke ruangan rapat.
Ketiga pelayanku berdiri di belakangku, sementara semua orang berada di kursi yang telah disediakan di mana sebuah meja panjang berada di tengahnya.
Biar aku perkenalkan mereka.
Pertama, para petualang, Zeper, Lusy dan Suhen.
Kedua, keluarga Wisel yang mengabdikan dirinya padaku, Ronald, Lolia serta Lili.
Ketiga, mantan pekerja guild pedagang, Keyla dan Lemy.
Keempat, kedua pendeta yang baru tinggal di sini, Olien dan Cleo.
Kelima adalah vampir yang tidak memakai apapun di tubuhnya, Katharina Hellson.
Dengan ini semuanya telah berkumpul.
"Seperti yang aku katakan, mulai sekarang kita akan membangun enam desa sekaligus, Zeper sudah menjelaskan untuk siapa saja desa tersebut."
"Untuk itu kita perlu banyak orang untuk menyediakan makanan mereka serta segala kebutuhannya karena itu Keyla, Lemy dan kedua pendeta imut kalian bertugas mengirimkan berbagai makanan dan kebutuhan lainnya ke setiap perkemahan."
"Kami mengerti."
"Lihat Cleo kita dipanggil imut."
(Aku ingin menangis) tulis Olien.
Mereka berdua memang seperti itu.
Lusy menyerahkan dokumen ke arah Keyla.
"Ini adalah lokasinya."
"Baiklah."
"Untuk pembangunan aku serahkan pada Ronald dan keluarganya... akan lebih baik jika kita menyewa beberapa orang yang ingin ikut membantu bahkan jika sampai 500 orang, itu tidak masalah."
__ADS_1
"Bukannya itu terlalu banyak tuan, kita juga perlu banyak orang untuk tugas Keyla dan yang lainnnya," ucap Lolia.
"Soal uang tak perlu dikhawatirkan."
Aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Nuyul Koin"
"Nuyul Koin?" mereka mengulang perkataanku.
"Aku cuma cuma bercanda... Sistem Administrator, Pembuatan Item, koin emas."
Koin emas berjatuhan dari lubang hitam yang muncul di atas langit-langit ruangan. Aku membatasinya sekitar 200 koin hingga semua orang terkejut.
"Ini luar biasa?"
"Aku bisa membuatnya sebanyak yang kusuka."
"Seperti yang diharapkan dari tuan, Anda luar biasa."
"Untuk kelompok Zeper, aku akan pergi ke negeri samurai jadi kalianlah yang bertugas menjaga tempat ini.. untuk sisanya aku serahkan pada ketiga pelayanku."
"Baik."
Ketiganya juga membungkuk sekali.
"Dan untuk Katharina, terima kasih untuk datang, dengan ini kursinya terlihat banyak."
"Bolehkah aku mencekikmu sekarang."
"Aku cuma bercanda, Katharina bisa ikut membantu soal keamanan."
"Serahkan padaku hehe mungkin aku bisa membuat pasukan vampir."
"Tidak, kau tidak boleh melakukan itu."
"Yang benar?"
Semua orang mengangguk mengiyakan.
__ADS_1