Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 242 : Kemunculan Orang Berbahaya


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang barusan itu, de gozaru," kata Haruna.


Aku lebih terkejut karena baru sekarang aku bisa mendengar lagi de gozaru.


Mari kesampingkan hal itu.


"Yang barusan makhluk dari dunia bawah, aku pikir negeri kalian dalam bahaya."


"Apa mereka mengincar tahtaku?" potong Orihime.


"Mereka tidak membutuhkan hal seperti itu, mereka datang untuk menghancurkan dunia ini."


Ekpresi semua orang memucat.


Bahkan aku yakin sekarang sedang terjadi keributan di daratan utama negeri samurai.


"Aku akan memeriksanya ke sana, kalian di sini saja."


Orihime memegangi tanganku.


"Aku ingin melihatnya juga."


"Apa boleh buat?"


Aku memegang tangannya dan muncul tepat di tengah kota yang dimaksud, walau disebut kota semuanya tetap menggunakan bangunan tradisional.


Aku dan Orihime berdiri di atas genteng selagi melihat sosok raksasa setinggi 25 meter sedang mengamuk di sana, tubuhnya menyerupai manusia akan tetapi beberapa di bagian tertentu terlihat hanya tulang dengan daging membusuk.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Orihime.


"Apapun itu, yang jelas dia ingin menghancurkan tempat ini."


Raksasa itu mulai menginjak para samurai pria, termasuk bangunan di sekelilingnya.


"Apa lebih baik kita biarkan saja mereka, dengan begitu semuanya akan hancur, dan aku akan bisa memulainya dari awal?"


"Kita sudah sepakat jadi jangan lupakan itu."


"Aku tahu," balas Orihime mengembungkan pipinya, alasan kenapa aku membantunya karena dia berjanji akan mengizinkan pria tinggal di daratan utama hingga mereka memiliki status yang setara dengan wanita juga, itulah syarat yang kuajukan padanya.


Raksasa itu menyadari kemunculan kami hingga dia melemparkan satu bangunan utuh padaku.


Aku menggendong Orihime lalu melompat ke genteng rumah yang lainnya dengan sekali lompatan sebelum akhirnya terkepung oleh banyak pria bertanduk.


Ini jelas berbahaya, karena itu, aku melempar Orihime ke atas hingga ia masuk ke dalam lingkaran sihirku dan menghilang dalam sekejap. Aku mengirimnya kembali ke tempat sebelumnya.


Aku melompat ke belakang seperti sebuah jet lalu mengarahkan kedua tanganku untuk memanggil lingkaran sihir dari jari-jariku.


Yang kumunculkan adalah.


"Wind Arrow."


Panah angin meluncur membelah udara, sampai satu persatu menusuk layaknya seperti peluru, beberapa orang jatuh ke bawah sementara sisanya terus mengejarku.


Kami semua bisa terbang, untuk sebagian orang pasti akan mengejutkan.

__ADS_1


Aku memutar tubuhku lalu melesat, sebelum aku sadari sebuah tangan raksasa muncul di depanku, menghantam tubuhku hingga menukik jatuh dengan keras.


Tanah menyembur ke udara seperti sebuah meriam.


Para iblis yang mengejarku mulai berhenti di atas bangunan melirik ke lubang di mana aku sebelumnya tenggelam.


Apa yang mereka khawatirkan memang benar, aku masih hidup. Aku naik ke atas seolah tak terjadi apapun selagi menepuk-nepuk debu yang menempel di bajuku.


Jika para iblis dari dunia bawah sudah bermunculan, hanya menunggu waktu sampai Raja Dunia Bawah juga muncul, jika dengan kekuatanku yang sekarang hal itu pasti bisa diatasi.


Mereka semua melompat di waktu bersamaan dengan kepalan tinju, aku memukul wajah seorang yang melompat di depanku, kemudian menyerang orang di sebelahnya sebelum menendang setengah dari mereka hingga berterbangan ke segala arah.


Aku menggunakan petir hitam hingga mereka terbakar gosong, sementara untuk raksasa yang mencoba menyerangku kugunakan pedang Grandbell yang muncul di lenganku, dengan sekali tebasan tubuhnya terbelah dua lalu hancur menjadi debu.


Di momen tersebut tepuk tangan terdengar tepat di belakang raksasa yang kukalahkan, di sana seorang dengan jubah hitam berjalan ke dekatku, rambutnya yang berwarna merah tampak berkibar tertiup angin.


"Jadi ini maksudnya, kaulah orang yang kuat yang dimaksud."


"Ngomong-ngomong siapa kau, kau terlihat bukan iblis?"


Ekpresinya berubah menakutkan dengan mata merah serta mulut yang merobek sampai telinga, dan saat aku tahu seluruh bangunan di sekelilingnya hancur menjadi potongan terkecil lalu lenyap oleh kekuatan yang tak terlihat.


"Namaku adalah Akemi, seperti yang kau lihat aku adalah manusia yang mengabdikan diri pada Raja Dunia Bawah."


"Manusia melayani Raja Dunia Bawah bukannya itu terdengar lucu."


"Bagiku tidak juga? Mungkin di masa depan hanya aku manusia yang akan hidup."

__ADS_1


"Melihat wajahmu seperti itu, aku tidak yakin menyebutmu manusia lagi."


Kemungkinan besar, dia tinggal di Dunia Bawah dalam jangka waktu panjang, hingga energi mereka terhisap ke dalam tubuhnya.


__ADS_2