Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 337 : Pertemuan Dengan Penyihir Roh


__ADS_3

"Meong, meong."


"Kukira kau meninggalkanku."


"Meong."


"Cuma bercanda? Bercandanya jelek."


Selagi mengawasi sekeliling hutan aku menciptakan busur di tanganku, para kepiting kerap muncul dari laut dan kemudian menyerang manusia di perkotaan maupun pedesaan.


Mengikuti arahan yang diberikan oleh Dorothy yang ada di kepalaku, aku dengan mudah menemukan targetku dan langsung mengirim panah menembusnya.


Setiap target aku kumpulkan dalam sihir penyimpananku hingga sekarang jumlahnya mencapai 50 ekor dengan berat hampir lebih dari 1 ton.


Di target terakhir ada orang yang lebih dulu mengalahkannya, dia seorang gadis kecil dengan rambut bergaya twintail berbeda warna, yang kanan putih dan kiri hitam, ia mengenakan gaun berenda dengan pita besar di pinggul belakang.


Matanya yang berwarna merah ruby menatapku dengan mencurigakan.


"Penjahat kelamin desu."


"Penjahat kelamin jidatmu, aku sedang mengincar kepiting itu barusan."


"Kepiting ini? Kau ingin memakannya?"


"Sebenarnya aku ingin mengadakan pesta dengan daging mereka."


"Begitukah... kalau mau, aku bisa membantumu desu, tentu dengan bayaran setimpal.... ngomong-ngomong namaku Rima, seorang penyihir roh, kenapa pandangan kalian seperti itu?"


"Tubuhmu tidak bahenol dan rambutmu juga tidak berwarna pirang."


"Apa kau sedang mengatakan penyihir lain."


"Meong-meong."


"Aku tidak tahu apa yang dikatakan kucing itu tapi terdengar menyakitkan."


Aku menimbang-nimbang dari kaki hingga dadanya.


"Yah nggak sampai segitunya, kau melihat ke arah mana coba?"

__ADS_1


"Namaku Kazuya dan kucing ini Dorothy, aku sedikit tidak yakin denganmu."


"Kau hanya ingin mengejek tubuhku yah... biarlah, akan kutunjukan kemampuan penyihir roh sesungguhnya."


Rima mengambil sebuah mendali dari dompetnya, kurasa itu bukan koin uang atas sejenisnya.


Ada ukiran unik di atasnya.


"Aku memanggilmu, Aries."


Mendali itu bersinar kemudian muncul sebuah asap hingga selanjutnya seorang wanita muda mendarat dengan kedua kakinya, ia berambut pirang sebahu dengan dua tanduk di kepalanya. jika berbicara pakaiannya dia memakai gaun mini berwarna keemasan dengan bagian pergelangan tangan dan leher terdapat bulu-bulu hangat.


"Anu, kenapa kalian berdua melihatku seperti itu?" katanya selagi menutupi roknya saat aku dan Dorothy mencoba mengintipnya.


"Ah, wanita penghibur," kataku dengan percaya diri.


"Wanita penghibur dengkulmu, dia itu roh bintang desu... yah, untuk sekarang aku hanya punya ini saja tapi saat aku mendapatkan 12 roh lainnya, aku akan menjadi penyihir terkuat."


"Jadi begitu."


"Kyaaaa.... Rima, aku dilecehkan, selamatkan aku."


"Tanduknya bikin nagih."


Rima hanya mengerenyitkan alisnya sampai di luar dugaan kami semua sudah terkepung oleh puluhan kepiting.


"Ini sangat berbahaya desu."


"Baiklah... aku akan mempekerjakan kau, sekarang habisi mereka."


"Okay, Aries."


"Laksanakan."


Aku menatap Aries dengan pandangan bermasalah, sejak kapan dia memegang palu besar di kedua tangannya itu.


Terlebih kekuatannya jelas sebuah bencana.


Setiap hantamannya menghancurkan tanah di bawahnya.

__ADS_1


"Bisakah tidak sampai menghancurkan tubuhnya, jika begitu akan sulit mengolahnya."


"Eeekk... padahal aku akan memukulnya dua kali lipat."


"Aries."


"Aku mengerti."


Semuanya bisa dihabisi dengan cepat sehingga aku bisa dengan mudah memasukannya dalam penyimpananku.


Kurasa ini yang terakhir.


Aku mengeluarkan sekitar 20 koin emas untuk diberikan pada Rima.


"Banyak sekali."


"Sebagian anggap saja uang santunan."


"Rasanya aku ingin menghajarmu sekarang "


"Aku cuma bercanda... katamu kau sedang mencari 12 roh bintang, bagaimana jika aku ikut bersamamu? Pekerjaanku di desa sudah selesai kurasa aku ingin berpetualang kembali."


"Aku tidak keberatan, akan tetapi aku tidak akan membayarmu sepeserpun."


"Jangan khawatir... aku sendiri yang menginginkannya."


Aries berbisik-bisik di dekat telinga Rima.


"Apa yang dia katakan?"


"Aku harus menjaga kesucianku jika dekat denganmu."


"Dorothy serang dia."


Dorothy melompat lalu merubah wujudnya menjadi manusia untuk menjatuhkan Aries, dia menjilati pipinya.


"Kyaaaa... kucing ini, kucing saraf."


"Kucing ini suka daging domba loh."

__ADS_1


"Eeeeekkkk."


__ADS_2