
Golem itu memancarkan cahaya dari satu matanya yang menembak tajam menukik di depan kami.
Menara ini dibuat untuk lokasi bertarung kekuatan seperti apapun tidak akan bisa menghancurkannya.
Akane meluncur dari kepulan asap melompat sejajar dengan kepala golem raksasa, dia memutar pedangnya untuk menikam bagian matanya, walau akhirnya tubuhnya dilempar serangannya cukup memberikan damage yang besar.
Kurasa sudah waktunya menggunakan gulungan yang diberikan oleh Ibela.
Aku melangkah maju menggantikan serangan Akane yang gagal, dengan cepat aku menebas ke dua kaki golem tersebut hingga kehilangan keseimbangan, menara ini memberikan kekuatan pemulihan padanya jika tidak cepat dia akan pulih kembali.
Aku melompat ke tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Akan kutunjukan ledakan yang lebih besar dari kembang api."
Kumasukkan gulungan tersebut ke dalam mulutnya, perlahan tubuh golem berwarna hijau kemudian berubah kuning lalu berubah merah.
Aku berlari ke arah Akane untuk melindunginya dengan punggungku lalu di tambahkan skill pelindung, sebelum golem itu meledak hancur.
Aku bisa merasakan batu-batu kecil menubruk punggungku.
"Bagaimana Amaterasu?"
"Aku sudah menggunakan sihir pelindung padanya juga."
"Begitu, mencoba melindungiku tidak membuatmu tampak keren."
"Aku juga tidak berfikir ingin mendapatkan kesan bagus darimu."
"Humph."
Akane hanya mengembungkan pipinya, setelah semuanya selesai puing-puing golem yang kami kalahkan telah menghilang seutuhnya yang ada hanya sosok wanita dengan rantai melilit tubuhnya.
"Rantai ini hanya bisa dirusak dengan pedangmu."
"Akan kulakukan."
Akane mengambil posisi selagi berkata.
"Akuma Ougi... Kagutsuchi."
__ADS_1
Prang... Prang.
Rantai terpotong dengan api hitam membakar ujungnya, sebelum Amaterasu jatuh aku menangkapnya.
"Tubuhnya benar-benar terasa dingin."
"Oi, jangan menggerayanginya."
"Aku ingin tahu bagian mulusnya."
"Dasar."
Amaterasu membuka matanya lalu tersenyum ke samping.
"Kalian sangat lama."
Kami berhasil.
Aku berbaring di lantai selagi menatap langit-langit menara.
"Untuk sampai kemari benar-benar melelahkan."
Aku membuka layar menu di depanku untuk mengecek beberapa pakaian wanita yang kusimpan di dalamnya. Aku tidak memiliki hobi seperti mengoleksinya atau sebagainya, aku menyimpannya untuk istriku.
Yang kuambil dari sana adalah gaun hitam dengan korset yang menampilkan bagian bahu yang terbuka.
Kurasa ini cocok dengan penampilannya yang berambut hitam.
"Kenapa kau memiliki benda seperti itu?"
"Aku tidak ingin mengatakannya."
"Mencurigakan."
"Harusnya kau membawa pakaian ganti di sihir penyimpananmu juga."
"Lain kali akan kulakukan, biar aku bantu memakainya."
"Terima kasih Akane."
Membayangkan kami harus memanjat ke atas membuatku lelah. Aku mengeluarkan tangan kananku yang sudah terpotong dan Amaterasu menyatukannya kembali dengan mudah.
__ADS_1
"Bagaimana?"
"Aku bisa menggerakkannya."
"Bisa, bisa, tapi jangan menggepre dada Amaterasu juga kali."
"Aku tidak keberatan sih."
"Sekarang giliran Akane."
"Dasar pria mesum," teriakan Akane menggema di ruangan ini.
Aku memberikan pedang milikku untuk di periksa Amaterasu, dia menyayat tangannya sendiri.
Darah yang yang dikeluarkan Amaterasu bukankah merah melainkan hitam, darah itu terhisap pedangku yang membuatnya semakin gelap.
"Sekarang sudah selesai, tuan Kazuya bisa menggunakan kekuatan saudariku dengan maksimal."
"Oh itu bagus."
"Tuan Kazuya? Bukannya kau berlebihan memangilnya."
Amaterasu meletakkan tangannya di dada.
"Tidak, seperti sebelumnya aku katakan, mulai sekarang aku akan melayani tuan Kazuya di sisinya."
"Lebih baik jangan, dia hanya pria mesum, apa kau lihat yang barusan dia lakukan padaku?"
"Menerima kemesuman tuannya adalah tugasku juga."
"Tidak ada hal seperti itu."
Amaterasu mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Mulai sekarang tolong rawat aku dengan baik, aku akan mengabdikan diriku untuk melayani tuan Kazuya."
"Kurasa tidak usah, bukannya kau ingin bebas pergi kemanapun."
Amaterasu terduduk di lantai selagi memainkan ujung rambutnya dalam ekpresi suram.
"Mustahil, apa aku ditolak?"
__ADS_1
Kepribadiannya tidak sesuai yang kubayangkan