Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 468 : Melawan Raja Dunia Apocalipse Bagian Pertama


__ADS_3

Aku menyusuri jalanan yang hancur itu.


Beberapa orang hanya duduk tanpa daya di depan pertokoan dan dari mereka ada yang terluka dan ada pula yang mati.


Jika mengarahkan pandangan sedikit jauh dariku ledakan terus terjadi di sana, orang-orang dibuat berjatuhan dengan kehancuran yang tidak bisa dihindari.


Yang jelas semua kehancuran itu dilakukan hanya oleh satu orang, dia adalah Raja Dunia Apocalipse.


Ia memiliki penampilan seorang pria tua yang seluruh rambutnya telah memutih, mengenakannya jubah putih serta tongkat kayu melengkung yang kebanyakan Mage miliki.


"Akhirnya kau muncul juga."


"Apa kau menungguku?"


"Aku bisa merasakan kekuatan sihir yang besar darimu, jelas sepatutnya kau lawan yang aku tunggu."


"Maaf membuatmu kecewa tapi aku tidak sekuat itu."


"Apa benar?"


Apocalipse menghentakkan ujung tongkatnya, bersamaan itu puluhan lingkaran sihir muncul di atas kepalanya di mana setiap lingkaran sihir menembakan sihir bervariasi.


"Seseorang yang bisa menggunakan semua sihir kah."

__ADS_1


"Bukannya kekuatan ini tampak menarik."


Sejujurnya dulu aku bisa lebih dari itu, kuciptakan lingkaran sihir penguatan selagi bergerak ke sana kemari.


"Extra Skill, pengendalian senjata."


Aku kini tidak mengendalikan pisauku melainkan menggunakan pedang-pedang yang bertebaran di sepanjang tubuh yang telah kehilangan nyawanya.


Secara serempak pedang itu melesat mengarah tepat pada Apocalipse, sebelum bisa sampai seluruh pedang melengkung ke belakang dan jatuh seolah tertahan sesuatu.


"Tindakan yang tepat, di umurmu yang masih muda kau bisa mengambil keputusan yang bagus."


"Kurasa aku lebih tua darimu."


Aku mengarahkan pedang di tangan kiriku untuk menciptakan lingkaran sihir berlapis.


Di saat yang sama lingkaran sihir Apocalipse juga bergerak maju di depannya membentuk barisan paralel.


Aku memerlukan banyak poin untuk menggunakan sihir ini kembali sementara orang di depanku mungkin hampir setengah dari hidupnya digunakan untuk mempelajari sihir seperti ini.


Apocalipse menggunakan sihir cahaya sementara aku menggunakan sihir kegelapan hingga keduanya bertabrakan menciptakan ledakan tingkat atas.


Kegelapan tidak selalu kalah dengan cahaya, jika sihir kegelapan hanya digunakan oleh pihak jahat sementara sihir cahaya digunakan pihak yang benar, mereka sangatlah salah.

__ADS_1


Sihir tidak mewakili hal itu, bagaimana kita hidup semuanya tergantung kita sendiri.


Setelah ledakan aku melesat maju, walau aku kini hanya punya satu tangan aku masih bisa menggunakan pedangku cukup baik, kuayunkan pedang dari samping.


Saat pedang terpental oleh dinding tak terlihat, aku memutar tubuhku untuk mengirim tendangan yang mana di tahan baik dengan sebuah tongkat.


"Walau aku pengguna sihir, aku cukup pandai bertarung jarak dekat.."


"Aku tidak pernah ingin mengambil keuntungan seperti itu" balasku demikian.


Aku menghilang dan muncul di belakangnya sampai sebuah suara terdengar di kepalaku.


[Skill pedang satu tangan diaktifkan]


Berbeda dengan menggunakan keahlianku, mengayunkan pedang dengan sistem akan membuatnya lebih cepat.


Apocalipse mundur ke belakang dengan sihir melayang sementara pedangku terus saja terpantul ke arah lain.


Aku melemparkan pedangku ke atas untuk mengeluarkan pisau dari balik bajuku, saat aku melemparkannya ke arah Apocalipse pisau itu melengkung dan jatuh ke tanah.


Sebagai serangan balasan Apocalipse menembakan bola api yang dicampur dengan sihir petir, aku menangkap pedangku lalu membelahnya menjadi dua bagian yang mana masing-masing meledak di sampingku.


"Jadi begitu, kau memiliki dua kemampuan khusus, pertama setiap senjata apapun yang dilemparkan padamu akan melengkung dan jatuh sementara senjata yang diayunkan oleh tangan akan terpental secara otomatis, apa aku benar?"

__ADS_1


"Tepat sekali."


__ADS_2