Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 90 : Alasan


__ADS_3

Setelah mengkonfirmasi indentitasku mau tidak mau Aerith memberikan tangan kananku yang berada di dalam kotak kaca, seperti yang kuduga semuanya baik-baik saja.


Aku memasang tanganku kembali dan itu menyatu sedia kala, kucoba untuk menggerakkannya dan semuanya berjalan dengan baik.


"Tak kusangka kau reinkarnasi dari Dewa Kegelapan, padahal dulu kau terlihat keren."


"Apa menurutmu aku tidak keren sekarang."


"Jelas seperti itu."


Kehidupan di bumi telah merubahku menjadi seperti sekarang, aku tidak keberatan soal itu.


"Walau aku memberikan tanganmu, kau masih harus mengikuti pertandingannya."


"Aku tahu, kau sangat bersemangat menjadi istriku."


"Berisik, ini demi negara ini."


"Tapi ngomong-ngomong kenapa kau tinggal sendirian di tempat ini?"


"Aku hanya mencoba untuk menyembunyikan hobi yang kau lihat di perpustakaan? Walau begitu tak jauh dari sini ada kantor yang mengurus keperluan negara, aku lebih sering berada di sana dan sore hari pulang kemari."


Karena itulah dia menemukan kami di perpustakaan.


"Kurasa wanita juga memikirkan hal seperti itu," kataku mengangguk mengiyakan sementara Aerith terus menahan nafasnya karena malu.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi aku meminta dia menjelaskan tentang kerajaan ini, aku mengatakan bahwa aku tidak mengingat apapun tentang masa lalu, dan Aerith dengan senang mengambil sebuah buku di dalam sebuah brangkas dan mulai menjelaskan isinya.


Sepertinya buku itu ditulis dengan tulisan kuno.


Aku diam untuk mendengarkan, dahulu kala tak hanya elf perempuan saja yang ada di dunia ini, elf pria juga ada, kebanyakan mereka memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dalam sihir ataupun Alkimia.


Seseorang yang pandai dalam pengetahuan Alkimia di sebut dengan Alchemist.


Karena kemampuan mereka yang tinggi muncullah kesombongan dalam diri mereka dan niat untuk menguasai dunia, dalam waktu singkat semua pria elf telah menciptakan sesuatu yang tidak boleh ada di dunia ini.


Aerith memberikanku sebuah gambar dari sebuah tubuh manusia yang terselip di dalam buku tersebut.


"Mungkinkah ini. Homunculus."


"Tepat sekali tapi bukan hanya itu.. dengan menggunakan batu bertuah mereka mulai mengembangkan sihir terlarang yang membuat jiwa iblis merasukinya."


"Aku juga berfikir begitu tapi sayangnya mereka berhasil melakukannya hingga membumi hanguskan sebagian dataran benua ini, satu orang yang melawan mereka adalah kau, Dewa Kegelapan... para elf mulai terpojok dan mulai melakukan eksperimen lagi yang jauh lebih berbahaya karena sebelumnya manusia yang mereka tangkap berhasil melarikan diri, menurutmu apa yang mereka lakukan?"


"Menggunakan para istri dan anak mereka."


"Tepat sekali. Saat itu kau dan pahlawan masih bertarung meski begitu kami para elf wanita memutuskan untuk mendatangimu."


Samar-samar aku bisa mengingat sesuatu dalam kepalaku.


Di ruangan sangat luas dimana hanya diisi satu kursi singgasana yang besar, aku duduk dengan jubah hitam yang menyelimuti punggungku, selagi menyilangkan kakiku aku menatap para elf dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


Mereka tampak ketakutan sementara aku hanya berekspresi dingin dengan menopang pipiku dengan tanganku di pinggir singgasana.


Saat itu aku terlihat seperti bos terakhir dari sebuah game atau lebih disebut sosok yang melebihi raja iblis itu sendiri.


"Elf apa yang kalian mau hingga datang kemari? Apa kalian ingin mati."


"Kami ingin meminta bantuan."


"Meminta bantuan? Kalian cukup berani."


"Sebenarnya para wanita elf dijadikan ekperimen oleh para elf pria.. kami mohon tolong selamatkan kami."


Semua elf itu menundukan kepalanya hingga kepala mereka menyentuh lantai.


"Kami berjanji melayanimu dan memberikan jiwa dan raga pada Dewa Kegelapan."


"Kalian tidak perlu melakukannya, aku akan membantu kalian dengan kekuatanku namun aku akan mengutuk bahwa kalian ras elf tidak akan pernah melahirkan pria lagi, mereka terlalu berbahaya jika ada di dunia ini...berbeda denganku yang ingin menguasai dunia mereka malah akan menghancurkan semuanya. Tapi jangan khawatir, kalian bisa menikah dengan ras lain dan memiliki keturunan elf yang sempurna."


"Terima kasih atas kemurahan hati Anda."


"Setelah ini selesai, buatlah negara untuk kalian dan hiduplah damai di sana."


Aku menatap Aerith tanpa ekspresi.


"Ada apa, tiba-tiba?" tanyanya demikian.

__ADS_1


"Aku ingat, aku membunuh mereka semua."


__ADS_2