Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 388 : Bertemu Ratu Dari Kekaisaran Ini


__ADS_3

Walau Amnestha bisa merasakan roh kuat dan mengetahui mereka berada, tetap saja kami masih harus mencarinya.


Hal yang diberitahu olehnya hanyalah lokasi tempat secara luas, seperti Kekaisaran Hornes tanpa informasi lebih lainnya, dengan kata lain kami diharuskan memeriksa setiap kota di negara ini.


Sudah sehari kami tinggal di benteng Artartika namun masih belum menemukan mendali yang dimaksud.


Saat aku hendak membeli roti tiba-tiba saja aku dikelilingi oleh puluhan prajurit, prajurit itu membelah dirinya untuk memberi jalan seseorang wanita yang muncul dari belakang mereka dengan seekor kuda terbang.


Ia mengenakan baju zirah dan terkesan kuat, rambut pirangnya terlihat begitu halus dimana dibiarkan terurai begitu saja. Kulitnya berwarna putih porselen seolah dia seorang boneka hidup, atau singkatnya sebuah kecantikan yang tidak tersentuh.


Dia turun dari kuda lalu meletakkan tangan kanannya di dada kiri yang seutuhnya terselimuti plat besi.


"Namaku Lucy Britania, yang mulia ratu ingin bertemu denganmu."


"Boleh aku mengajak temanku dulu."


Lucy memiringkan kepalanya lalu menarikku dengan tenaga monster.


"Aku diculik."


"Sudah tidak ada waktu lagi, kita akan langsung menemui ratu."


Aku dibawa terbang oleh wanita ini, aku sempat melihat kelompokku ada di bawah dan diam-diam meminta mereka tetap di kota ini selama mungkin sampai aku kembali.


Setelah beberapa jam akhirnya aku sampai di ibukota, dengan sopan Lucy menurunkanku ke lantai sementara dia menyerahkan kudanya pada penjaga lain.

__ADS_1


Baju besi yang membungkus tubuhnya berubah menjadi gaun terusan sederhana, dia berjalan melewatiku beberapa langkah ke depan.


"Apa ada masalah?"


"Tidak, dadamu cukup bagus."


"Begitu."


"Kau tidak mau mengatakan terima kasih karena aku memujimu."


"Aku akan mengatakannya setelah memenggal kepalamu."


Aku mengangkat kedua bahuku ringan.


"Wanita yang menarik," gumamku demikian lalu mengikutinya dari belakang, kami tiba di sebuah gerbang besar yang menuju langsung ke ruangan singgasana.


"Namaku Mevilda, aku ratu di kekaisaran ini."


Lucy berlutut di depannya sementara aku tidak melakukan itu dan hanya mendesah pelan.


"Mungkinkah ini ada sangkut pautnya dengan monster yang kukalahkan."


"Benar sekali, monster yang serupa telah menyerang beberapa kota di wilayah ini... tolong pinjamkan kekuatanmu untuk membantu negara kami, apapun yang kau inginkan aku akan mengabulkannya?"


"Sebenarnya aku dan kelompokku datang kemarin untuk mencari roh, kurasa aku tidak bisa melakukan itu."

__ADS_1


"Roh kah? Mungkinkah maksudmu mendali."


"Benar, kalau tidak ada lagi yang harus dikatakan... aku permisi."


Tepat saat aku hendak melangkahkan kakiku, ratu bertepuk tangan lalu pelayan pribadinya menyerahkan kotak kecil padanya.


"Aku memiliki benda yang kau inginkan. Bagaimana?"


Aku melihat mendali tersebut di mana ukirannya sendiri berbentuk kangguru dengan sarung tinju.


Apa roh itu kuat?


"Aku tidak bisa memutuskannya, bisakah kalian membawa temanku juga kemari."


"Aku tidak keberatan, Britania."


"Mereka akan tiba beberapa saat lagi, aku sudah memberikan perintah untuk membawa mereka juga."


"Begitu, tuan Kazuya bisa istirahat di tempat yang nyaman sebentar, sebelum mereka tiba, silahkan ikuti aku, aku sendiri yang akan menunjukannya."


Aku hanya mengangguk mengiyakan.


Dibandingkan keramahan yang ditunjukkannya, dia hanya ingin memiliki waktu mengobrol berdua denganku.


Dan tempat itu adalah pemandian air panas milik kerajaan.

__ADS_1


Betapa mengerikan sekali ratu ini.


Meski begitu aku berusaha untuk tetap tenang saat melihat tubuh telanjangnya.


__ADS_2