
Ketika aku hendak melanjutkan langkahku, seseorang telah menungguku dengan santainya.
"Perkenalkan namaku Helion, iblis dari neraka ke tujuh."
Dengan kata lain dia iblis paling kuat, aku memosisikan diriku dalam bersiaga, iblis ini tidak membawa apapun di kedua tangannya yang menandakan dia ahli dalam pertarungan jarak dekat.
"Jadi kalian berniat menghancurkan kota suci."
"Jika berfikir itu wajar saja, para pendeta membunuh iblis dan kami hanya melakukan hal sebaliknya."
Helion melesat maju, dia menggerakkan setiap otot tubuhnya dengan kekuatan luar biasa, menangkis dan menyerang balik adalah hal yang bisa kulakukan sekarang. Helion menendang dan kutahan dengan punggung tanganku hingga terdorong satu meter.
Aku membalas dengan pukulan dan itu juga mampu mendorongnya sama, kami benar-benar berbagi rasa sakit dalam pertarungan ini.
Buar.
Bangunan di belakangku hancur tatkala tubuhku sendiri yang menghantamnya karena terkena sebuah tendangan.
Helion mengeluarkan sapu tangan lalu mengelap ujung mulutnya yang mengeluarkan darah, penampilan serta sikapnya seperti hal yang sering ditunjukkan oleh para pelayan, dia mengangkat sebuah rumah dengan satu tangan lalu melemparkannya padaku memaksaku untuk berguling menghindarinya.
Bunyi kerusakan menjadi satu-satunya yang terdengar.
__ADS_1
Aku menghentakkan kakiku melesat maju, kupukul beberapa kali wajahnya hingga dia tidak memiliki kesempatan membalas pukulanku, ketika aku tepat akan menghancurkan rahangnya mulut itu berubah menjadi mulut bergerigi lalu menggigitku tepat di pergelangan tangan.
Dia memuntahkan tanganku lalu menendangku ke langit dan memberikan tendangan berikutnya sebelum aku jatuh ke tanah membuatku meluncur dengan kecepatan tinggi dan meledak di antara bangunan rumah.
Sihir penyembuh menyelamatkanku dengan cepat, aku segera berdiri lalu menciptakan busur di tanganku yang diselimuti api hitam, kutarik talinya untuk menciptakan panah dan menembakannya dengan cepat.
Helion menghindarinya namun anak panah ini bisa kugerakan semauku karenanya langsung menghantam tubuhnya dari depan, menyelimuti seluruh tubuhnya dengan asap.
Demi memastikan kematiannya aku melakukannya selama tiga kali hingga terus meledakkan area di sekelilingnya, setelah asap menghilang tampak sosok Helion berdiri dengan seluruh pakaiannya tersobek-sobek.
"Jadi belum cukup "
Membungkukan sedikit badannya, Helion menendang tanah ke belakang dan melesat tanpa terlihat. Dia muncul di sampingku untuk memberikan tendangan kaki hingga aku terlempar jauh, sebelum menghantam tembok dia sudah muncul di belakangku memberikan tendangan kedua, kemudian ketiga, keempat dan seterusnya memaksaku untuk bertahan saat tubuh ini terlempar ke segala arah.
Dia mengayunkan tangannya dan tepat memotong tangan kananku, lalu mengirimku jauh darinya.
Wing.... Doar.
Helion mengambil tangan kananku lalu membuangnya ke samping sementara aku terus memegangi lenganku menatapnya yang berjalan semakin mendekat.
"Kuberitahu satu hal, dunia ini telah berubah... Dengan kematianmu maka era iblis akan dimulai dan seluruh manusia akan lenyap."
__ADS_1
Aku tertawa.
"Apa kau yakin bahwa orang yang memperkerjakan kalian memiliki tujuan yang sama?"
"Apa maksudmu?"
"Dia itu tidak memiliki tujuan seperti kalian terlebih dia hanya memanfaatkan kalian untuk mencapai keinginannya, setelah kalian tidak berguna kalian akan dilenyapkan."
"Itu benar sekali, kau cukup mengerti tentangku," sebuah suara terdengar dari belakang Helion.
Itu adalah suara Alexius yang sedang memegangi tanganku, dia melanjutkan.
"Dari awal aku hanya akan hidup untuk diriku sendiri, iblis akan mati juga untuk memenuhi keinginanku"
"Kau."
Helion melesat maju dengan kekuatan penuh, Alexius hanya mengayunkan tangannya ke udara menciptakan bilah angin yang memotong Helion secepat mungkin dari segala arah.
Setelah melakukan pembunuh kejam itu, Alexius melemparkan tanganku yang mana kutangkap dengan baik lalu kusambungkan kembali.
"Sekarang mari selesaikan urusan kita selamanya Beaufort Reymond."
__ADS_1