Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 32 : Lomba Lari


__ADS_3

Pembangunan masionku akhirnya telah selesai, kupikir itu terlalu megah jika hanya diisi empat orang meski begitu bangunannya benar-benar indah, di kelilingi pagar tinggi serta tembok halaman yang luas itu diisi oleh rumput hijau dimana di tengahnya terdapat air mancur yang memukau, tak hanya masionku jika melihat sedikit jauh di sampingnya adalah masion milik Ronald yang kubuat untuknya.


Berkat pelayanku hasilnya sangat memuaskan.


Ketika aku duduk di kursi, Ronald dan keluarganya muncul. Mereka mendekat dengan mata berlinang mata.


"Kenapa kalian?" tanyaku mundur ke belakang.


"Tuan?"


Ronald memiliki istri yang cantik bernama Lolia, jika aku keliru aku pasti akan menganggapnya kakak dari putrinya.


Mereka bertiga menundukan kepala ke arahku.


"Terima kasih banyak, bahkan tuan Kazuya membuat rumah kami sangat luas... aku bahkan harus memperkerjakan pelayan untuk membersihkannya," kata Ronald.


"Bukannya itu bagus, dengan ini kalian tidak perlu tidur di kolong jembatan lagi," balasku menyeruput tehku.


"Sebenarnya istriku juga ingin bekerja untuk tuan, kalau boleh.."


"Benar tuan Kazuya, saya ingin sedikit berguna untuk tuan, tolong tuan suruh saya apa saja?"


Bisa-bisanya dia mengatakan hal itu.


Aku mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Tanah seluas ini terasa sepi juga kalau hanya kita yang berada di sini, aku ingin nyonya Lolia mencari penduduk yang ingin tinggal di sini, tidak ada syarat khusus agar bisa tinggal, mereka hanya harus hidup berdampingan dan jauh dari perselisihan maupun pertengkaran.. kalau bisa tolong prioritaskan orang-orang yang belum memiliki tempat tinggal."

__ADS_1


"Saya mengerti."


"Kalau tidak sibuk, Lili juga bisa membantu, masalah uang bisa minta nanti pada Nermia."


"Terima kasih banyak."


Akhirnya mereka bertiga meninggalkanku juga.


Awalnya mereka terlihat kumuh tapi, aku senang bahwa mereka berubah menjadi lebih baik. Mereka terlihat seperti bangsawan pada umumnya.


Ngomong-ngomong soal bangsawan aku sempat ditawari menjadi bangsawan oleh Felisa, awalnya aku akan diberikan peringkat bangsawan tertinggi namun aku menolaknya.


Aku lebih suka hidup seperti ini tanpa terlalu terlibat dengan kerajaan, lagipula aku juga masih harus mengurusi perdagangan di kota Abelon dan ke depannya mungkin di desa ini juga.


Selly dan Sella keluar dari masion lalu berputar-putar di tempatku duduk, mereka saling mengejar satu sama lain dengan kecoa di tangan mereka.


"Akan kumasukkan dalam dadamu Sella."


Kedua orang ini tidak punya kerjaan selain bermain-main, untuk Nermia dia pasti sedang bersantai di kolam renang di belakang rumah dengan wujud naganya, jika ada yang melihatnya mereka pasti akan terkejut.


Saat aku hendak meminum tehku kecoa tersebut masuk ke dalam cangkirku.


"Kalian berdua."


Selly dan Sella berlutut di depanku.


"Maafkan aku tuan Kazuya, Selly lah yang salah."

__ADS_1


"Maafkan aku tuan Kazuya, Sella lah yang salah."


"Kalian berdua hanya saling menyalahkan."


Selly mengangkat tangannya.


"Sebenarnya kami sudah menyelesaikan pekerjaan masion, tapi kami malah merasa bosan."


"Aku juga."


Aku mendesah pelan.


"Bagaimana kalau kalian berlomba lari saja?"


"Lomba lari?"


Keduanya memandangku selagi memiringkan kepala mereka.


"Kudengar di kota sebelah sedang di


adakan festival.. kalian bisa berlari ke sana dan mengambil oleh-oleh untukku, siapapun yang berhasil kembali kemari lebih dulu dialah pemenangnya."


"Kedengarannya menarik, ayo lakukan Sella."


"Aku tidak akan kalah loh."


Mereka berdua terlalu bersemangat.

__ADS_1


Ketika aku berkata, "Mulai," mereka telah berlari jauh meninggalkan masion.


Seharian ini aku akhirnya bisa tenang.


__ADS_2