
Sebuah tanaman menjerat kakiku hingga menarikku ke atas kemudian menjatuhkanku menukik menembus tanah. Seluruh material terbang ke udara bersamaan dengan tubuhku yang babak belur.
"Kutukan keduamu tidak terlalu hebat rupanya, sekarang rasakan ini."
Setelah mengambil tongkatnya kembali Apocalipse menciptakan sebuah tangan terbuat dari tanah yang mana berusaha menepuk tubuhku, aku memotong seluruh jarinya agar terbebas dari rasa sakit sebelum melesat maju.
"Himitsu no ugoki... Tebasan Api Hitam." pedangku menebas dengan kecepatan tinggi.
"Percuma, kekuatanmu tidak akan berpengaruh padaku, apa?"
Tiba-tiba saja kekuatanku meningkat tajam walau tebasannya bisa dihindari namun tendanganku mampu mengenainya hingga tubuhnya menabrak pohon miliknya sendiri.
Kualihkan pandangan ke arah sekitarku dan kulihat ledakan terjadi di mana-mana, ini bukan berasal dari musuh melainkan rekan-rekanku.
Tak kusangka mereka berusaha menghancurkan setiap pohon hingga efek yang kuterima sekarang sedikit menghilang. Ini kesempatanku.
Apocalipse bangkit untuk mengarahkan tangannya menciptakan puluhan lingkaran sihir di udara.
Awalnya kekuatannya di dapat dengan mengambil mana dari orang lain lewat pohon ini lalu mengalirkannya pada tubuhnya sendiri.
Akan tetapi berkat semuanya ia kesulitan untuk melakukannya, selagi melewati seluruh serangannya aku melesat ke depannya.
"Himitsu no ugoki."
"Tidak akan kubiarkan."
Lingkaran sihir yang dia ciptakan tiba-tiba hancur oleh kupu-kupu hitam yang menabraknya.
"Apa?"
"Inilah akhirnya.... Tebasan Api Hitam."
Aku menebas tubuh Apocalipse secara menyamping dari bahu hingga darah menyembur darinya, tongkatnya hancur dan ia roboh ke depan.
"Jangan kira semuanya telah berakhir, raja dunia lain akan datang dan menghancurkan semuanya."
"Kami akan menghadapi mereka semua dan mengakhiri peperangan ini."
Daun pepohonan mulai berterbangan ditiup angin, semuanya telah layu dan mati.
__ADS_1
Akibat pertarungan ini, rencana kami jelas harus diundur. Semua penduduk kembali memperbaiki kota sementara aku hanya terbaring di pangkuan Akane.
"Kenapa kau berbaring di pahaku?"
"Aku sedang mengisi tenagaku."
"Kau hanya memperhatikan dadaku sejak tadi."
Selly, Sella dan para kesatria bermunculan.
"Aku juga ingin berbaring di pangkuan Akane."
"Kau jangan ikut-ikutan."
"Lepaskan aku, dasar wanita sadis."
"Selly mungkinkah malam nanti kita akan melakukannya berempat."
"Kupikir begitu."
"Kalian berdua."
Aku bangun dan membentulkan posisiku.
"Suamiku tanganmu hilang."
"Benar."
"Kalian baru menyadarinya kah?" teriakku.
Keduanya tidak pernah berubah.
Setelah pertarungan yang melelahkan aku menghabiskan waktu di pemandian air panas, di sampingku Ken sedang berusaha mengintip pemandian wanita yang ada di sebelah kami.
"Hey Kazuya bantu aku, aku ingin melihatnya."
"Hentikan, Ibela mungkin akan menghajarmu."
"Aku mendengar suara aneh dari sebelah, mungkinkah Akane sedang dinodai."
__ADS_1
"Imajinasimu makin tidak tertolong saja."
Tepat saat Ken ingin memanjat sebuah ember kayu menghantam wajahnya hingga dia pingsan dan masuk ke dalam kolam.
Dia sama sekali tidak mendengarkanku.
Saat aku akan memeriksa keadaannya, seorang berjongkok di depanku, dia menopang kedua dagunya selagi tersenyum ke arahku.
"Bukannya kau wanita itu."
"Ini hanya sebuah kesadaran yang dibuat dari ilusi jadi jangan dipikirkan."
"Meski begitu aku bisa melihat pakaian dalammu."
"Aku tidak keberatan sih."
"Jadi siapa kau?"
"Amaterasu, aku orang yang membuat pedang terkutuk yang kau gunakan... aku sebelumnya telah menemui gadis bernama Akane, sekarang aku menemuimu."
"Begitukah jadi apa yang kau inginkan?"
"Tubuh asliku sebenarnya sedang dipenjara di suatu tempat, aku ingin kalian berdua menemukannya lalu mengeluarkanku dari sana."
"Kenapa kami harus melakukannya? Mungkin saja kau seorang yang berbahaya."
"Aku punya kekuatan untuk mengembalikan tanganmu itu, terlebih."
Dia mengembungkan pipinya lalu menangis.
"Aku sudah bosan terkurung selama puluhan tahun, tolong keluarkan aku."
"Kau ini... aku khawatir saat mengeluarkanmu masalah yang lain akan muncul."
"Aku berjanji untuk melayanimu jika kau melakukannya, melawan raja dunia bukanlah sesuatu yang mudah tapi dengan kekuatanku hal itu tidak akan mustahil."
Aku mendesah pelan.
"Baiklah, akan kulakukan sebisaku jadi jangan berharap lebih... tapi di mana aku bisa menemukan tempatmu dikurung?"
__ADS_1
"Pergilah ke katedral di pelabuhan Habiel, di sana kau akan menemukan informasinya."
Amaterasu menghilang setelahnya.