Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 96 : Sebuah Keadilan


__ADS_3

Di pinggir sungai Rin Elisten tetap diam selagi bersandar di pohon untuk memperhatikan Arthur dan Clara yang sedang bertarung melawan beruang untuk makan malam mereka.


Arthur menebaskan pedang perunggunya namun karena timingnya salah dia mendapatkan sayatan di tubuhnya, lukanya tidak begitu parah karena di saat yang sama Clara telah merapalkan sihir pelindung untuknya.


"Terima kasih Clara."


"Tetap fokus."


"Baik."


Di saat kedua anak tersebut bersemangat, Rin terlihat mengingat masa lalunya, dari awal dia memang mengabdi kepada Dewa Kegelapan tapi tak kusangka bahwa hal itu masih dia lakukan sampai sekarang.


Kazuya Haru adalah sosok tuannya di masa lalu dan sekarang sungguh aneh bahwa mereka tetap masih bersama, saat pahlawan Alexius menggempur kediaman kastil Dewa Kegelapan.


Tuan mereka memerintahkan ketiganya untuk melarikan diri dan saat itu mereka mendengar kabar bahwa Dewa Kegelapan telah dikalahkan.


Era kehancuran telah berakhir tapi di luar kedamaian itu raja iblis mulai bermunculan dan mengambil alih kekuasaan yang sebelumnya ditaklukkan oleh Dewa Kegelapan.


Berbicara soal pertemuan Rin bahkan kedua rekannya memanglah suatu hal yang tak terduga, awalnya mereka tak mengira bahwa Kazuya Haru adalah sosok dewa yang mereka layani terlebih dengan kepribadiannya yang sekarang semua orang akan berkata keduanya orang yang berbeda.


Tapi mau bagaimana lagi, hal itu adalah kenyataan, Dewa jahat, Dewa Kegelapan maupun sosok Kazuya Haru adalah orang yang sama.


Suara benda jatuh menarik Rin dari kenyataan, saat ia menengok tampak Arthur berdiri di atas si beruang yang tumbang sementara Clara memegangi lututnya dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Kami berhasil," kata Arthur menunjukan senyuman kemenangan.


"Dia beruang jantan jadi rasanya akan lebih enak, sekarang kalian olah dagingnya."


"Lalu bagaimana dengan di sana?" Arthur menunjuk ke arah beruang yang jauh dari tempat mereka berada.


"Kita tidak boleh membunuh beruang betina, mungkin saja dia memiliki anak yang sedang diasuhnya, itu demi menjaga lingkungan hutan agar terkendali... Tidak hanya membunuh kalian juga harus memikirkan dampak yang akan kalian buat nantinya."


Arthur maupun Clara menyipitkan mata menatap sosok di depan mereka. Bagi pembunuh seperti Rin Elisten kata-kata barusan adalah sesuatu yang tidak mungkin diucapkannya.


"Berhentilah bertingkah dan cepat olah beruangnya."


Arthur maupun Clara hanya bisa menjatuhkan bahunya lemas, berkat bantuan Clara makan malam mereka sangat lezat.


"Baik, pelan-pelan makannya."


"Aku benar-benar sangat lapar."


"Guru mau tambah juga?" tanya Clara.


"Aku hanya bisa memakan sedikit makanan yang sama seperti yang dimakan manusia kebanyakan adalah darah."


"Guru ras vampir yah."

__ADS_1


"Apa kau takut?"


"Bohong kalau aku mengatakan tidak takut, meski begitu sekarang guru adalah guru kami hanya itu yang bisa kukatakan."


"Aku juga bersependapat."


"Begitukah... di masa lalu aku mungkin telah membunuh jutaan manusia, lebih baik kalian tidak usah menghormatiku atau ingin menjadi sepertiku, kalian harus menjadi diri sendiri dan tunjukkan keadilan milik kalian."


Clara melanjutkan.


"Menurut guru keadilan seperti apa yang guru pegang?"


"Berbeda dengan kalian yang ingin melindungi, keadilanku adalah balas dendam, dulu ras vampir diburu dan habisi manusia tanpa ampun sejak itu aku memburu mereka dan menghabisi semua orang yang terlibat.. meski aku melakukannya hatiku selalu saja kosong sampai seseorang datang dan mengajakku untuk bergabung dengannya, sejak itu aku hanya ingin mengabdikan diriku padanya."


Samar-samar Rin mengingat dirinya saat berdiri ditumpukan mayat yang dia bunuh, karena saat itu hujan, darah mulai mengalir membentuk kolam-kolam kecil di sekitarnya.


"Apa yang harus kulakukan?" ketika dia berteriak sosok bayangan berdiri di depannya selagi mengulurkan tangan.


"Kau sudah berjuang selama ini, ikutlah denganku.. aku membutuhkanmu."


"Siapa kau?"


"Beaufort Reymond yang akan menguasai dunia ini," katanya tenang.

__ADS_1


__ADS_2