
Setelah dari pantai kami menuju pemukiman tidak jauh dari sana yang merupakan tujuan iblis selanjutnya, angin di sekitar sini cukup kuat dan itu sama sekali tidak bersahabat dengan kedua gadis ini.
"Ini terlalu berlebihan."
Aku mendesah pelan selagi melihat mereka berusaha menahan pakaian bawah mereka. Lagipula kami tengah berada di tebing jurang yang dalam.
"Dia muncul," teriak Olien dan kulihat sebuah tentakel muncul dari balik jurang.
Karena ini tempat terpencil tidak ada siapapun yang datang kemari, sebelum tentakel itu menyerang, kedua pendeta itu sudah berlari menjauh.
"Aku tidak ingin menjadi korban mesum, kami akan menunggu di kereta saja."
(Aku juga, semangat)
Kurasa lebih baik seperti itu.
Tentakel itu mulai menyerangku dengan tenaga penuh beberapa dari mereka mengambil batu yang dilemparkan ke arahku yang mana ku tahan tanpa kesulitan.
Biasanya iblis seperti ini berada di laut dan sering disebut Kraken tidak kusangka dia memilih tempat seperti ini, aku membuat bola api hitam lalu menjatuhkannya ke dalam gua.
Beberapa saat kemudian jurang itu mengeluarkan api yang sama sepanjang jalurnya mirip sebuah tembok tinggi, tentakel itu berubah jadi abu dan lenyap di bawa angin.
Sihir api akan semakin besar jika digabungkan dengan angin, dengan ini sudah lima iblis yang sudah kami kalahkan, tinggal dua lagi dan kami bisa kembali ke kehidupan biasanya.
Aku menemui keduanya yang sedang bersantai di dalam kereta.
"Apa sudah selesai?"
"Kalian berdua... jadi kemana lagi kita pergi?"
Olien yang menjawabnya, dia ahli navigasi kami.
"Dari sini kita harus ke Utara dan Timur."
(Itu sangat memakan waktu yang lama) tulis Cleo.
__ADS_1
"Karena dua lagi aku akan menggunakan sihir teleportasi jadi kalian bersiaplah untuk bertarung."
"Kami mengerti."
(Dimengerti)
Aku segera menggunakan sihir tersebut, di Utara kami mengalahkan kadal raksasa sedangkan di Timur kami mengalahkan kalajengking. Dengan ini kami telah menyelesaikannya dengan baik.
Sehari setelahnya kami kembali ke desaku, di sana aku mengeluarkan kebun para peri yang sebelumnya berada di dimensiku, semua orang yang menyaksikan terlihat kagum ketika para peri terbang memberikan penghormatan.
"Mulai sekarang mereka akan tinggal di sini, kalian semua hiduplah rukun di sini."
Teriakan semangat mewarnai kegembiraan mereka, di bawah langit mendung aku mengantar Olien dan Cleo untuk pulang, mereka memilih untuk menggunakan kereta kuda dibanding menggunakan sihir teleportasiku.
"Kalian yakin tidak ingin mengirim kalian dengan sihir teleportasi milikku?"
"Tidak guru, kami ingin pergi dulu ke makam orang tua kami."
"Begitu."
(Aku mencintaimu guru)
"Kau ini tidak ingin menyerah."
Cleo memiringkan kepalanya lalu untuk pertama kalinya dia berbicara ke padaku.
"Bersama guru sangat menyenangkan seolah hari ini begitu cerah."
Suaranya begitu lembut seolah kau akan ragu bahwa itu dikeluarkan dari mulut manusia, itu mirip sebuah kata-kata yang dikeluarkan dari seorang Dewi.
Tak lama kemudian langit yang mendung dalam sekejap berubah seperti apa yang dikatakan Cleo.
Olien mengelus kepala adiknya lalu berkata ke arahku.
"Kalaunbegitu, jaga dirimu guru."
__ADS_1
"Kalian juga, sesekali mampirlah kemari."
"Tentu saja."
Aku hanya bisa melihat kepergian mereka dari kejauhan sampai tanpa terduga Ristal sudah berada di sampingku.
"Aku sudah mengikuti mereka sejak lama, keduanya saling berbagi suka dan duka."
"Jangan bilang bahwa Dewi Ristal sengaja supaya aku bisa bersama mereka dan menggunakan kesempatan ini untuk melakukannya."
"Entahlah... mari pulang."
Ristal mengulurkan tangannya untuk saling bergandengan tangan.
"Aku ingin tahu kenapa para iblis bisa keluar dari Neraka?"
"Hal itu wajar, terkadang mereka bisa menyebrang ke dunia lain... sebenarnya jumlahnya cukup banyak namun aku hanya meminta kalian melawan satu dari setiap neraka."
"Jadi begitu."
Ristal melanjutkan.
"Kalau iblis yang mirip seperti manusia itu Iblis peringkat atas dan hanya bisa dikeluarkan lewat pemanggilan, aku ragu ada manusia yang ingin melakukannya."
Aku terdiam sejenak lalu melanjutkan.
"Masih ada kemungkinan seorang melakukannya, dia adalah...."
***
Di dalam altar dari sebuah reruntuhan seorang pria yang dikenal sebagai pahlawan dari masa lalu berdiri di tengahnya selagi merapalkan sihir.
Dia adalah Alexius.
Bersamaan itu ketujuh cahaya muncul di sekelilingnya dan dari sana iblis berbentuk manusia keluar tanpa kendala.
__ADS_1
"Selamat datang di dunia fana, aku membutuhkan bantuan kalian," katanya menyeringai senang.