Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 362 : Pertarungan Di Bawah Langit Biru


__ADS_3

Aku mengambil dua pedang ke tanganku sebelum melesat maju ke arah Laura, dia melompat ke udara kemudian turun dengan santainya.


"Apa-apaan sebenarnya suntikan yang kau berikan itu? Sudah jelas suntikan itu bertujuan untuk membunuh pemakaiannya."


Laura mengarahkan tangannya ke arahku dan dia menciptakan senapan laras panjang yang ditembakan ke arahku.


Itu memercikan api saat aku memantulkannya dengan pedangku hingga Laura tertawa senang.


"Dari awal memang itulah tujuannya, suntikan yang kuberikan akan sempurna setelah digunakan 100 orang, ujicoba pertama aku meledakan tubuh manusia hanya dalam satu detik kemudian aku mengambil darahnya kembali lalu menyuntikkannya kembali ke yang lain dan itu meledakannya sekitar 1 menit, dengan proses ini secara berulang nantinya suntikan yang terakhir akan kusuntikan pada diriku maka sihir dewa yang sesungguhnya akan kumiliki seutuhnya."


"Jadi itu rencanamu, dengan kata lain Hornes percobaanmu yang terakhir."


"Benar, selama ini aku menggunakan tahanan penjara yang mendapatkan eksekusi mati, sesekali menggunakan orang yang tak bersalah juga cukup menyenangkan."


Aku melesat ke arahnya selagi mengayunkan pendangku beberapa kali, dia menghindarinya selagi membalasku dengan tembakan miliknya sebelum akhirnya melompat ke salah satu genteng rumah dan aku menyusulnya.


Senapan itu jelas bukan dari dunia ini, sudah jelas bahwa semua kekuatan dewan penyihir memang diberikan seseorang.


Laura memutar dirinya untuk melawanku secara terang-terangan, aku menebas dari samping dan ia memegangi pergelangan tanganku dan aku juga memegangi tangannya setelah menjatuhkan pedangku ke bawah.


"Ilmuwan sepertimu membuatku muak, menganggap nyawa itu tidak berharga."


"Aku perlu sesuatu yang memuaskan hidupku."


Sebuah tendangan menghantam perutku hingga aku mudur ke belakang, di saat yang sama sebuah pukulan di wajah menjadi serangan tambahan yang kuterima.


Di tendang dengan hak tinggi benar-benar menyakitkan.

__ADS_1


Dia menembakan senjatanya ke arahku hingga aku harus melompat ke bangunan lain, tepat saat itu sesuatu dijatuhkan dari atas menghantam bangunan yang sebelumnya aku pijak.


Aku menutupi wajahku saat beberapa puing kayu berterbangan ke arahku.


Yang kulihat sekarang adalah sesuatu yang mustahil, itu sebuah robot raksasa setinggi 30 meter lengkap dengan poster yang keren tertempel di tubuhnya.


Laura tersenyum senang lalu naik ke atas robotnya dan masuk lewat punggungnya.


"Bagaimana keren kan? Ini adalah hasil buatanku sendiri, berbekal pengetahuan dari dunia lain aku berhasil menciptakannya, aku menamainya Railgunter.


Apa-apaan namanya? Keren.


Sebuah senapan melekat di tangan kanannya sementara tangan lain memegang perisai, sungguh kekuatan yang kokoh.


Aku juga ingin punya satu.


"Kita coba senjatanya."


Senapan terarah padaku, dia menyerap energi di udara yang lalu menembakannya dengan cepat, aku tidak cukup bodoh untuk menahannya, hingga ledakan terjadi di belakangku.


Sekitar tiga gunung hancur dengan tiga lubang raksasa di bagian bawahnya. Tidak dipungkiri bahwa orang-orang yang tinggal di kota ini juga terkena dampaknya.


"Bukannya kau dewan penyihir, lihat perbuatanmu? Kau sama seperti penjahat sekarang."


"Tidak juga, aku sedang melawan penjahat yang kuat, kerusakan kota dan terbunuhnya warga yang tak bersalah tidak bisa dihindari."


Orang ini.

__ADS_1


"Sekarang coba hindari ini."


Bagian robot itu terbuka lalu menembakan misil berjumlah banyak yang terus mengejarku kemanapun aku pergi.


"Sial, kenapa orang jahat selalu memiliki hal keren di pihaknya."


Aku melompat ke atas.


Dan


"Boom"


Sebuah rumah diledakan dengan mudah sementara aku terus berlari selagi mengelilingi tubuh robot raksasa tersebut.


Aku bisa mendengar suara Laura yang tertawa.


"Kau berniat mengarahkan senjataku padaku sendiri, itu tidak bisa... seluruh senjata ini telah kukendalikan dengan remote kontrol."


Ada remote kontrolnya? teriakku dalam hati.


Boom... Boom... Boom.


Aku menebas salah satu misil yang muncul tiba-tiba di depanku hingga meledak dan menjatuhkanku ke permukaan tanah.


Bersamaan itu.


Puluhan misil yang lain juga turut berjatuhan menelanku dalam ledakan besar.

__ADS_1


__ADS_2