Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 75 : Penghakiman


__ADS_3

Sepanjang koridor itu aku mengobrol santai bersama Gabriela, kebanyakan ia membicarakan tentang kehidupannya di tempat ini.


Dan sepertinya dia merasa bosan.


"Jadi apa aku akan dimanjakan malam ini? Aku tidak keberatan membuat bayi denganmu Gabriela."


"Walau Anda tuanku, aku akan membunuhmu."


Aku tertawa kecil.


"Apa ada yang lucu?"


"Barusan hanya bercanda, jika aku mengatakannya pada Selly dan Sella mereka pasti akan langsung menyergapku seperti hyena lapar."


Gabriela mendesah pelan.


"Yah, mungkin lain kali."


"Kau mengatakan sesuatu?"


"Tidak."


"Ini adalah kamarku, tuan bisa menggunakannya semau tuan, semenjak meninggalkan tempat ini ruangannya akan selalu dibersihkan jadi tidak ada masalah lagi."


"Bagaimana denganmu?"


"Aku juga akan tidur di sini untuk mengawasi tuan agar tidak menyentuh barang-barangku."


"Mungkinkah ada sesuatu yang kau sembunyikan di dalam sini, aku harus melihatnya."


Aku segera masuk ke dalam ruangan tersebut sementara Gabriela buru-buru berdiri menghalangi rak yang tampak mencurigakan itu.


"Di dalamnya hanya ada pakaian dalamku, jangan pernah membukanya."

__ADS_1


"Begitukah, meski begitu aku ingin melihatnya."


Aku menghilang kemudian muncul tepat di belakang Gabriela.


"Apa yang ada di sini?"


Aku menarik laci tersebut dan kutemukan pakaian dalam yang tersusun rapih di sana.


"Benar, tapi semuanya tampak berani."


Selanjutnya.


Gabriela menghajarku.


"Sudah kubilang jangan melihatnya, jangan melihatnya."


"Aku cuma penasaran, maafkan aku."


Ketika aku meminta maaf sebuah ketukan terdengar dari pintu, suaranya tampak gelisah.


Padahal aku ingin beristirahat sebentar tapi pekerjaan sudah memanggilku. Di pinggir pulau yang melayang itu aku berdiri bersama ketiga malaikat tinggi.


Karena sebelumnya aku telah menghajar para malaikat jadi pasukan di sini hanya berjumlah sedikit termasuk Ikaros juga.


"Berapa jumlah mereka?"


"Dua puluh ribu," balas Nal kepadaku.


"Aku saja sudah cukup."


Para iblis itu memiliki tanduk serta sayap kelelawar di punggung mereka, masing-masing mereka membawa trisula yang bagian ujungnya bisa menembakan bola api.


Aku maju beberapa langkah ke depan lalu menggabungkan kedua tanganku dan berkata.

__ADS_1


"Extra Skill.. Penghakiman," bersamaan perkataanku sebuah patung wanita dengan mata tertutup muncul tepat di belakangku.


Ferida berkata dengan tubuh gemetaran atau lebih tepatnya semua orang juga merasa begitu kecuali Gabriela.


Akulah yang memangil Gabriela karena itu dia sudah beradaptasi dengan energiku.


"Benar-benar mengerikan."


"Patung ini akan menilai seseorang bersalah atau tidak, jika mereka berbuat dosa mereka akan dibantai dengan cara mengerikan lalu jiwa mereka akan diseret ke neraka.. karena lawanku iblis, patung ini tak perlu menimbang-nimbang lagi."


"Serang mereka," teriak salah satu pemimpin iblis.


Lalu.


Seluruh tubuhnya terpotong-potong, bagian kepala, tangan kaki, hingga bentuk mereka tanpa darah menetes dari sana, saat tubuh itu berjatuhan ke bawah semuanya terbakar tanpa tersisa sedikitpun. Hal itu juga berlaku pada iblis lainnya.


Hanya dalam satu detik 20.000 iblis telah musnah di tanganku, aku menguap lebar saat patung itu sepenuhnya menghilang.


"Akhirnya sudah beres, kemampuan barusan seperti pedang bermata dua, jika aku terbawa emosi aku juga akan bernasib seperti mereka."


Nal, Ferida dan beberapa prajurit berlutut di tanah setelah merasakan kematian.


"Ini pertama kalinya aku melihat kejadian seperti barusan, rasanya seperti mimpi saja," kata Nal.


"Aku rasanya pernah melihat patung itu tapi di mana?"


"Soal patung barusan, aku mengambilnya dari pihak katedral, tolong rahasiakan ini."


Ferida segera bangkit.


"Sekarang aku ingat, tempatnya di sana."


"Aku tidak berniat jahat saat mengambilnya jadi aku bisa menggunakan patung barusan, lagipula sebelum aku, tidak ada yang bisa menggunakannya.. kalau tidak salah 1000 orang telah meninggal saat emosi mereka mengambil alih, anggap saja aku menyelamatkan calon pengguna berikutnya dari kematian, ayo kita tidur Gabriela."

__ADS_1


"Baik tuan, cuma tidur biasa kan?"


"Tentu saja."


__ADS_2