
Salah satu peri menjadi pembawa acara untuk memulai pertandingan ini, siapa yang bisa menyajikan masakan enak maka dialah pemenangnya.
Lonceng berbunyi yang mana menandakan kompetisi ini dimulai, aku meminta Selly dan Sella memotong beberapa sayuran sementara aku mulai memanaskan wajan yang sudah terisi minyak goreng.
Di sisi lain peri sepertinya telah menyiapkan ikan untuk mereka olah sementara aku akan mengolah daging.
Karena sudah tahu hal ini akan terjadi aku sudah menyiapkan bahan berkualitas baik khususnya saos andalan dengan resep sangat rahasia.
Daging yang sudah dipotong-potong dadu dimasukkan ke dalam wajan kemudian diberi bumbu di atasnya.
"Kami sudah selesai memotong sayuran."
"Potong ikannya juga."
"Oke."
Ikan yang kugunakan adalah ikan tuna yang masih segar, bahkan kualitas bahan makanan kami tetap unggul.
Ratu peri tampak tersenyum senang, dari awal tujuan mereka bukan mengalahkan kami melainkan ingin mencoba setiap makanan yang dibuat manusia lalu mempelajarinya.
Aku mulai membalikkan daging, baru setelah selesai dituangkan ke dalam piring, untuk sayurannya aku hanya memasaknya sebentar sebelum menambahkan ke atas daging sebelumnya.
Sayuran lebih baik tidak dimasak lama agar khasiatnya masih terjaga.
Ini hanya pengetahuan dasar, semua orang yang suka memasak pasti sudah mengetahuinya juga.
Selly dan Sella beralih ke bagian memasak, mereka akan membuat daging ikan tuna oseng setengah matang. Sementara aku akan membuat olahan yang belum ada di dunia ini yaitu pizza dengan toping jamur dan tomat.
Dengan gerakan profesional aku memutar olahan menjadi seperti sebuah piringan terbang, agar sedikit memukau penonton aku melemparkannya ke udara kemudian memutar lagi dengan jariku.
"Orang itu jago."
"Teknik memaksa tingkat tinggi."
__ADS_1
Semua peri yang menonton mulai menulis semua yang dilakukan olehku dan mempelajarinya, inilah tujuan sebenarnya dari duel ini.
Setelah menit-menit yang melelahkan selesai semua makanan dari kedua belah pihak di sajikan di atas meja.
Ratu peri hanya membuat sup ikan sementara kami membuat banyak makanan.
Jurinya sendiri adalah para peri ini, mereka mencicipi makanan ratu lebih dulu dan senang karenanya.
Aku juga mencobanya dan itu lumayan enak.
Ketika mereka mencoba makananku mereka semua berteriak senang.
"Enak sekali."
Ratu peri mencobanya dan bisa kulihat ekpresi bahagia di matanya, Selly dan Sella saling berpegangan tangan selagi melompat-lompat senang.
"Makanan ini sangat enak."
"Jika kalian mau membantuku kami, aku akan memberikan resep ini."
"Dewa peri."
Mereka jelas sangat berlebihan.
Sekembalinya ke kota para peri mulai menyebar diri mereka sendiri untuk menaburkan bubuk ajaib, bubuk ini hanya dibuat oleh peri yang mana setiap tanah atau tumbuhan yang mati akan kembali hidup.
Akane tampak takjub saat melihat padang rumput yang layu telah kembali hijau, kotanya sendiri sudah diperbaiki kini kami bisa pulang sekarang.
Selly dan Sella kecil tampak berlarian saling mengejar satu sama lain, dan Sella dan Selly dewasa juga melukakan hal sama hanya saja mereka mencuri bra Amaterasu sebelum melakukannya.
"Kembalikan punyaku."
"Ukurannya cukup besar, tangkap Selly."
__ADS_1
"Oke "
"Sekarang aku akan merampas barang kalian juga."
Entah kenapa rasanya Dejavu.
Merasakan hembusan angin yang menenangkan aku berjongkok untuk merangkai beberapa karangan bunga.
Aku memilih bunga-bunga berwarna cerah yang semuanya tampak indah sebelum memberikannya pada Akane.
"Ini?"
"Selamat, ini hanya hadiah perpisahan dariku."
Amaterasu, Selly dan Sella pun melakukan hal sama akan tetapi mereka memberikannya pada adik Akane.
Mereka tampak tersenyum senang.
"Aku akan melindungi wilayah ini dan membuat semua orang hidup bahagia di sini."
"Kami percaya itu."
Aku, Selly, Sella dan Amaterasu saling mendekatkan diri selagi melambaikan tangan ke arah ketiga orang tersebut.
"Selamat tinggal, jaga diri kalian."
"Kalian juga."
Dalam sekejap kami menghilang digantikan oleh kelopak bunga yang beterbangan indah ke langit.
"Kak Akane apa mereka akan baik-baik saja?" tanya Sella kecil.
"Tentu saja, mereka sangatlah kuat... sekarang kita juga harus berjuang keras."
__ADS_1
"Um... berjuang," tambah Selly mengangguk mengiyakan bersama kembarannya sebelum akhirnya mereka berpegangan tangan lalu berjalan pergi ke arah kota.