Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 444 : Dungeon Lantai 70


__ADS_3

Setelah situasi kembali sedia kala. Len dan Falena duduk di kursinya saat Keyla memasuki ruangan kelas.


"Karena guru Koko tidak bisa mengajar beberapa hari, aku sendiri yang akan mengajari kalian semua untuk sementara waktu," atas pernyataan tersebut semua siswa berteriak senang sementara Keyla tampak kebingungan.


Setelah kelas selesai Len dan Falena mulai kembali menjelajahi dungeon dari lantai 61, ketika menyusuri gua Falena bertanya.


"Apa menurutmu situasi desa sekarang sangat berbahaya?"


"Menurutku begitu adanya, kudengar bahwa yang menyusup hanya satu orang."


"Satu orang, kau yakin?"


"Tidak salah lagi, aku sempat melihat tiang-tiang bermunculan di setiap desa manusia."


"Jadi begitu, syukurlah ada tuan Kazuya.. aku yakin desa akan tetap aman sampai kapanpun."


"Kita tidak boleh hanya mengandalkannya, akan ada satu hari kekuatan kita dibutuhkan untuk desa."


Falena hanya terdiam terkejut.


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa, kukira kau tidak akan mengatakan hal seperti itu... mengejutkan."


"Kenapa kau begitu merendahkanku."


Tak lama kemudian seekor cacing raksasa muncul dari dalam tanah berusaha menyergap keduanya, Len yang sudah menyadarinya melompat selagi menarik tangan Falena.

__ADS_1


"Terima kasih aku tertolong."


"Masih terlalu dini untuk berterima kasih, menghindar."


Cacing itu bisa menyemburkan semprotan asam yang bisa melarutkan apapun yang dikenainya.


"Falena?"


"Baik."


Falena merapalkan sihir pelindung ke tubuh Len yang melesat maju, saat cacing itu memakan tubuh Len secara bulat-bulat tubuh cacing itu mulai membesar kemudian meledak dengan api yang keluar dari sana.


"Satu cacing aneh berhasil dikalahkan."


"Berhasil, dengan cara ini kita pasti akan mudah sampai ke lantai 70."


Tak lama cacing yang lebih banyak bermunculan. Cacing tersebut memiliki kulit yang lembek karenanya itu memantulkan serangan musuhnya. Pada akhirnya mau tak mau Len harus mengalahkan mereka seperti sebelumnya hingga sampai di lantai 70 yang dijaga oleh cacing berkaki.


"Jelek sekali."


"Um... jika seekor naga atau ular akan lebih hebat tapi ini cacing."


"Pokoknya dimakan bukan pilihan baik, serang secara langsung."


Atas pernyataan Len, Falena mengarahkan ujung tongkatnya untuk menciptakan sihir ledakan dari petir.


Tepat saat asap membungkus seluruh tubuh cacing itu, Len melompat ke atas, pertama dia melempar belatinya yang menancap baik di tubuh cacing sebagai pengalihan kemudian disusul pedang di tangannya.

__ADS_1


Saat itu menghantam kepala cancing, tubuh cacing yang semulanya lembek kini berubah menjadi besi yang mana mampu mematahkan pedang milik Len.


"Aaah, pedangku."


Sebagai serangan balasan tubuh Len dipukul dan lalu membentur tubuh Falena hingga keduanya meluncur di lantai batu.


Falena kembali mengarahkan tongkatnya untuk menembakkan sihir petirnya sayangnya tubuh cacing kembali sedia kala dan itu membuatnya tidak menerima kerusakan sedikitpun.


Cacing ini akan merubah tubuhnya menjadi besi saat seseorang menyerangnya dengan senjata ataupun serangan fisik lainnya dan jika seseorang menyerang dengan sihir dia akan merubah tubuhnya kembali.


Sebuah pertahanan yang menyulitkan.


"Tidak ada jalan lagi, kita mundur dulu."


"Aah, aku juga tidak bisa bertarung tanpa pedang."


Keduanya menghilang menggunakan sihir teleportasi dan jatuh tepat ke bawah ranjang mereka.


Tubuh keduanya saling tumpah tindih.


"Cepat bangun, kau berat sekali."


"Aku ingin diposisi seperti ini lebih lama."


"Itu hanya akan membuatku jadi penyek."


"Aku tidak seberat itu," tambah Falena sedikit tersenyum masam.

__ADS_1


__ADS_2