
Rara hanya terduduk selagi menenangkan dirinya sementara aku mengarahkan tanganku ke arah Noella kemudian memunculkan lingkaran sihir di sana, berbeda dengan biasanya lingkaran sihir ini berbentuk jam.
Ini adalah kemampuanku untuk mempercepat waktu, perlahan tubuh Noella yang telanjang bersinar... tepat saat tabung itu pecah aku membantu Noella berdiri.
"Bagaimana keadaanku?"
"Banyak hal yang berubah."
Rara yang sudah menenangkan dirinya juga turut menghampiriku.
"Dia berubah menjadi gadis 18 tahun tapi dadanya masih besar."
Yang terakhir itu mari abaikan saja, aku mengambil handuk dari sihir penyimpananku lalu membungkus tubuh Noella.
"Kau kembali muda lagi atau lebih tepatnya kau sekarang abadi."
"Begitu hehe."
"Pakaianmu mungkin akan longgar, tapi untuk sementara pakai saja dulu."
"Tolong bantu aku mengenakannya, tubuhku agak terasa lemas."
Aku melakukan apa yang dia minta dan berusaha untuk tetap tenang. Sesudahnya aku mulai membantu mengembalikan tubuh Rara.. karena tubuh yang kubuat berumur panjang aku menjadikannya sebagai ras Elf saja.
Rara melihat pantulan dirinya di cermin selagi menyentuh wajahnya berulang kali.
"Cantik sekali, apa ini benar-benar tubuhku, aku juga memiliki telinga runcing dan rambut pirang sebahu, dada besar, pinggang ramping, pantat montok."
"Bisakah kau tidak mengatakan tentang tubuhmu sendiri."
__ADS_1
Untuk sekarang kami kembali ke ibukota, orang tua Noella tampak terkejut saat melihat perubahan putrinya terlebih saat mereka mengetahui kami akan menikah.
"Sekarang aku bisa tenang menyerahkan putriku ataupun kerajaan."
"Apa kalian berdua yakin kepadaku?"
"Tentu saja, bukannya tuan Kazuya adalah orang yang menyelamatkan dunia ini dari raja iblis dan juga mengalahkan pahlawan yang membuat semua orang sengsara."
"Jadi kalian sudah tahu itu."
"Aku baru tahu hal itu."
"Aku juga."
Rara dan Noella memang baru mengetahuinya, pantas saja mereka tidak keberatan sama sekali.
"Kami menerima keputusan yang mulia raja."
Situasi ini memang tidak bisa dihindari kendati demikian aku sudah tidak bisa mundur lagi sekarang.
Dua hari kemudian saat aku membawa Noella ke kediamanku, semua istriku menantapnya dengan pandangan berbinar kami sudah menikah dan dia telah menjadi bagian keluarga ini.
"Kau sangat cantik hampir menyamai Ristal dan Ariel."
"Ah tidak, kalian juga sangat cantik."
"Jangan merendah, sekarang mari rayakan kedatangan anggota baru kita."
"Hore."
__ADS_1
Reaksi mereka berbeda dari yang kubayangkan, Rara yang berdiri di sampingku tertawa lepas.
"Semua orang di sini unik, pelayanmu juga terus menempel padamu?"
"Berisik, memang seperti itulah orang-orang di sini."
Rara melirik ke arahku selagi memiringkan kepalanya tersenyum.
"Kukira aku beruntung bisa ada di desamu."
Aku pun membalas dengan senyuman, dari sini peperangan sesungguhnya akan dimulai.
Malam harinya aku meninggalkan Noella yang tertidur pulas di ranjang selagi tersenyum puas untuk menemui Felisa yang menungguku di luar perkarangan rumah.
"Bagaimana malammu, apa menyenangkan?" katanya jahil sementara aku tersenyum masam sebagai balasan dan membiarkan obrolan itu berakhir begitu saja.
Aku tidak ingin mengatakan hal dewasa seolah itu seperti permainan atau hobi biarkan ini semua menjadi privasi saja.
"Jadi bagaimana sekarang, apa kerajaan itu juga akan menjadi bagian Weisvia."
"Sepertinya begitu, apa Felisa tak keberatan?"
"Tentu saja tidak, dengan ini wilayah kerajaan yang dibangun ayahku semakin luas dan juga kita tidak memulai perang apapun."
Felisa beralih dengan duduk di pangkuanku selagi tersenyum kecil dan kamipun berciuman erat.
Aku meletakkan tanganku di dadanya begitu juga Felisa.
Sekarang kerajaan akan dibagi menjadi dua wilayah, pertama ibukota Weisvia Satu dan Ibukota Weisvia Dua, dengan begitu tidak akan ada orang yang kehilangan jabatan mereka.
__ADS_1