Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 306 : Setelahnya


__ADS_3

Buktinya aku, Ariel dan Ristal melakukan hal dewasa di kamar di kediaman Ristal sendiri, sebelum akhirnya aku bisa keluar dari sana untuk berbincang dengan Hecate dan Amnesia di perkarangan rumah.


"Kau sudah selesai," kata Amnesia yang mana kujawab dengan senyuman aneh, sementara Hecate hanya duduk selagi mengemil dengan sebatang cokelat raksasa.


Biasanya Amnesia selalu fokus dengan game konsol di tangannya tapi sekarang dia tidak memegang apapun melainkan hanya secangkir teh yang dia racik sendiri.


"Silahkan."


Aku duduk dan menerima tehnya.


"Pasti berat memiliki istri banyak."


"Seperti yang kau katakan, aku bahkan harus melakukannya bersembilan."


"Apa yang kalian katakan?" potong Hecate.


"Ssshh.... belum waktunya anak kecil tahu."


Hecate mengerenyitkan alisnya.


"Kau, hanya penampilanku saja yang seperti ini," protesnya.


Kurasa kepribadiannya juga.


Amnesia melanjutkan.


"Kami semua benar-benar berterima kasih sudah menyelamatkan dunia ini, dengan ini semua dunia akan kembali memiliki waktunya sendiri."


Aku menyeruput tehku sebelum membalasnya.


"Apa di dunia lain ada raja iblis atau semacamnya?"

__ADS_1


"Aah, semua dunia memiliki masalahnya sendiri terkadang manusia itu sendiri yang membawa kehancuran pada dunia. Keserakahan, ketamakan, kebencian dan hal-hal sepele bisa membuat pertikaian."


Aku bisa mengerti itu, bahkan saat kedua belah pihak saling ejek mengejek maka pertumpahan darah akan terjadi.


Sekarang Hecate yang berkata.


"Kami ingin memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih, tapi kami bingung apa yang harus kami berikan padamu? Apa mau kencan lagi?"


Aku tertawa dengan wajah bermasalah.


"Kurasa jangan, aku tidak perlu hadiah apapun."


"Kenapa ekpresimu seperti itu," teriak Hecate.


"Yang kuinginkan hanyalah kedamaian di mana aku bisa bersantai setiap harinya tapi kurasa seperti ini juga tak masalah, karena bersama orang lain jauh lebih menyenangkan."


Hecate maupun Amnesia terlihat melongo tanpa mengatakan apapun.


"Tidak, kau sepertinya terlihat sedikit dewasa."


"Aku juga berpikiran sama, padahal sebelumnya kau terus mengeluh soal kedamaian apalah itu."


Aku tersenyum masam sebagai balasan sampai Ariel dan Ristal turut bergabung dengan kami.


Mereka membuat teh untuk diri mereka sendiri.


"Capek sekali, teh memang paling baik diminum saat seperti ini."


"Hobi kalian berdua mulai membuatku merinding," ucap Amnesia mendesah pelan.


Beberapa hari berikutnya, aku, Olien dan Cleo pergi ke desa Kumikumi untuk melihat festival ledakan tersebut. Keduanya sudah mendaftarkan diri hingga hanya menunggu giliran saja.

__ADS_1


Karena nomor antriannya paling belakang kami punya waktu untuk berkeliling, setiap nama makanan serta permainan di sini menggunakan kata 'Ledakan' di bagian belakangnya, seperti kroket ledakan, ayam goreng ledakan dan sebagainya.


Permainan yang populer di sini, dinamakan lempar ledakan, di mana penantang melemparkan batu untuk mengenai mainan yang ditaruh jauh di depan.


Bahkan semuanya tidak ada yang benar-benar meledak.


Tidak, satu hal yang benar-benar meledak adalah roti lapis ledakan.


Saat memakannya mulut kami seperti meledak karena pedas, kami bertiga bahkan harus meminum susu untuk meredakan perut kami, di sisi lain desa terdengar berbagai ledakan yang kuat, aku menghitungnya sudah 18 kali ledakan karena itu sudah waktunya kami pergi ke sana.


Giliran Olien di nomor urut 20 yang memulai, dia merapalkan sihir kemudian 'Boom" di tengah danau itu sebuah ledakan dijatuhkan, para juri akan menilai seberapa kuat sihir itu, diameter maupun ketinggian air yang dibuatnya.


Bagiku semuanya terlihat sama saja, orang-orang yang berjalan di jalan ledakan memang beda, di saat Cleo melakukannya itu terlihat sedikit berbeda bahkan bagi orang awam sepertiku, aku yakin itu lebih besar.


Selanjutnya pengumuman pemenangnya.


Cleo juara pertama, Olien kedua dan ketiga aku sama sekali tidak peduli.


Hadiah yang mereka dapatkan hanya uang dan sertifikat saja.


"Cleo memiliki mana lebih besar dari yang kumiliki dia memang berhak menjadi juara pertama."


"Kukira kau akan kesal Olien."


"Mana mungkin, bagi seorang kakak sepertiku, memastikan kebahagiaan adiknya adalah prioritasku."


"Jangan bilang kau sengaja barusan?"


"Jika kulakukan dia tidak akan senang, dan kita tidak akan bisa melihat senyuman indah darinya."


Kami menatap Cleo yang dikerumuni kontestan lain yang terlihat kagum dengannya, itu adalah senyuman paling indah di dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2