Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 328 : Masa Lalu Dari Kerajaan Riteila Bagian Pertama


__ADS_3

Di dalam sebuah hutan rimbun ada sebuah bangunan hancur hanya dibiarkan begitu saja, lumut-lumut menempel di setiap sudutnya bersama tanaman Ivy yang merambat sampai tanah.


Jelas awalnya di sini adalah kota.


Dari kedua reruntuhan yang sebelumnya aku kunjungi berakhir tanpa apapun, hanya ini yang tersisa untuk dijelajahi.


Aku memindahkan semua reruntuhan untuk menemukan jalan menuju bawah tanah, dan tanpa terduga aku menemukan sebuah pintu kayu yang aku cari.


Sesuai dugaanku aku pernah datang ke tempat ini di masa lalu bersama tiga pelayanku, dan tiga reruntuhan ini semuanya ulahku sendiri.


Ingatanku sedikit samar karena itu sebelum aku memastikannya sendiri aku tidak akan berbicara apapun soal masa lalu, aku masuk ke ruang bawah tanah kemudian berjalan mengikuti terowongan hingga akhirnya aku menemukan tempat yang selama ini kucari.


Kota tersembunyi bawah tanah 'Darkness'


Di kota ini adalah saksi bisu pembantai dan pembunuhan para pengikut iblis yang menjadikan semua orang sebagai tumbal.


Kukira aku sudah melenyapkan semua pengikut itu, tapi setelah melihat sihir terlarang yang digunakan di akademi jelas bahwa teknik itu berasal dari masa lalu.


Jika begitu mari kembali ke masa lalu saat aku berpergian untuk mencari dungeon demi melahap jiwa monster ke dalam cincinku.


Selagi mendesah pelan di dalam kereta, Gabriela meletakan tangannya di dagu untuk melihat suasana padang rumput di luar, Rin sedang membaca buku di tangannya yang dia dapat di kota sebelumnya, sementara Amnestha sedang tiduran di pangkuanku dan aku mengelus rambutnya yang lembut.


Kusir yang mengantarkan kami bertanya.

__ADS_1


"Kalian benar-benar ingin pergi ke kerajaan Riteila, apa kalian yakin?"


"Apa ada sesuatu di sana?"


"Belakangan ini banyak penduduk menghilang tanpa sebab dan seluruh kesatria di sana sedang menyelidikinya."


"Itu sangat gawat, sebaiknya kita pergi ke tempat lain saja tuan," suara itu berasal dari Amnestha yang membuka matanya.


"Kau sejak tadi sudah bangun kan?"


"Hehe, ini tempat nyaman untuk beristirahat."


"Karena sudah di sini kita tidak bisa pergi lagipula kudengar ada dungeon yang menjanjikan di kerajaan tersebut, bagaimana menurutmu Rin?"


Gabriela pun mengangguk mengiyakan walaupun sebenarnya ketiga pelayanku memang sudah kelelahan.


Mereka pelayan yang berdidikasi tinggi, lebih baik aku mengambil dua hari untuk berisitirahat di kota tujuan kami.


"Kita sudah sampai di perbatasan kerajaan Riteila, aku hanya bisa mengantar sampai sini saja."


"Ini sudah cukup."


Aku memberikan tiga koin perak pada kusir sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


"Berhati-hatilah anak muda."


Aku membalasnya dengan lambaian tangan, sebelum hujan turun kami sudah mendapatkan tempat untuk menginap selama dua hari.


Gabriela duduk di meja menemaniku yang sedang memeriksa peta di sekitar sini, untuk Amnestha dan Rin mereka duduk di ranjang.


"Hey Rin, apa buku itu menarik? Kau sudah membacanya sepanjang waktu."


"Lumayan, coba lihat judulnya."


"Cara mengikat kontrak dengan iblis, kenapa buku seperti itu di jual bebas?" kata Amnestha dengan sedikit keras hingga aku dan Gabriela mengalihkan pandangan kearah keduanya.


Rin menjawab.


"Awalnya kukira ini hanya main-main saja, akan tetapi saat aku membacanya semuanya malah jadi semakin jelas. Seseorang bisa memanggil iblis dari dunia bawah kemudian mengambil kontrak dengan mereka dengan cara mengorbankan anggota tubuh mereka."


"Itu terdengar mengerikan."


Aku menambahkan pertanyaan.


"Apa di sana ditulis soal pengorbanan manusia?"


"Kurasa tidak, apa menurut tuan kejadian hilangnya orang-orang akibat para pengikut iblis?"

__ADS_1


"Aku merasa bahwa ada sangkut pautnya," kataku percaya diri.


__ADS_2