Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 127 : Golem Boneka


__ADS_3

Selagi duduk di sofa aku menikmati secangkir teh hangat milikku, tak lama kemudian Rusina dan Queen keluar dari ruangan interogasi.


Aku tidak menyangka tempat seperti ini ada juga di menara, keduanya duduk di depanku menjelaskan apa yang mereka dapat.


"Jika orang ini tak kembali, maka serangan kedua raja iblis akan datang dua hari lagi dari sekarang dan menganggap bahwa pihak kita menculiknya."


"Jika dia kembali?" aku balik bertanya.


"Mereka tetap datang."


Aku menjatuhkan bahuku lemas.


Mana juga pun tidak ada bedanya, pada akhirnya penjahat ini akan dilepaskan kembali setelah ingatannya dihilangkan.


Ada satu hal yang bisa kumengerti sekarang kekuatan Queen sangat menakutkan.


Pada malam hari aku berdiri di atas bangunan dengan tanduk hiasan di kepalaku, walau mereka baru datang dua hari lagi tidak ada salahnya untuk berjaga dari sekarang.


Rusina mondar-mandir di depanku selagi melirik ke sana kemari.


"Sebenarnya sedang apa kau ini?"


"Tentu saja mengintip, walau desa ras iblis tidak ada yang melakukan hal senonoh rupanya."


Memangnya kau anggap ini dimana.


"Coba di gang."


Aku ingin sekali mendorong orang ini jatuh, pada akhirnya aku membuang nafasku lalu menguap sebelum menjatuhkan diriku menatap pemandangan langit malam.


Dimana pun kau berada bulan tetaplah sama.


"Kazuya ada pergerakan."

__ADS_1


Aku bangkit lalu melompat ke atas genteng rumah satu ke rumah lainnya.


"Sepertinya dia menaruh sesuatu di tanah."


"Mari tangkap dia dan buat hilang ingatan."


Dalam semalam kami menangkap 10 ras iblis biasa. Setiap iblis ini menyembunyikan sebuah bola kecil yang bercahaya.


"Sebenarnya benda apa ini?"


"Itu bisa meledak kalau tidak hati-hati," potong Queen.


"Benda sekecil ini?"


"Setelah mengalirkan mana ke dalamnya itu akan meledak dalam beberapa menit."


"Bagaimana cara mencegahnya."


"Begitu, Rusina cepat buang itu."


"Jangan gila aku bisa terbunuh sebelum keluar dari desa ini."


Apa boleh buat aku mengambil kantong yang berisi bola itu lalu terbang ke atas langit dengan kecepatan tinggi.


Dan "Boom" itu meledak dahsyat hingga menghancurkan setiap jendela penduduk.


Rusina berjalan ke dekat jendela yang pecah selagi memberikan penghormatan.


"Jasamu akan selalu kami kenang Kazuya, beristirahatlah dengan tenang."


"Aku masih hidup Oi."


Sejujurnya aku dari tadi mengawasi keduanya, saat menggunakan skill [Time Over] aku bisa menyelesaikan hal ini dengan mudah.

__ADS_1


Keesokan paginya semua penduduk diminta ke dalam ruangan rahasia bawah tanah rumah mereka sampai semuanya terkendali.


"Mengejutkan sekali."


"Benar," balasku singkat pada Rusina.


Mereka semua dari awal sudah mempersiapkan hal ini, tidak aneh jika di dalam sana terdapat makanan yang bisa bertahan selama sebulan lebih.


Ketika desa telah terasa sepi kami mulai menyisir kembali. Jika itu sebuah masalah pasti akan muncul dari atasku, dan dugaanku benar.


Sesuatu yang hitam jatuh tepat di hadapan kami, itu sebuah batu namun saat terbelah mengeluarkan sosok wanita telanjang di dalamnya.


"Musuh telah dikonfirmasi, menghancurkan."


Tangannya tiba-tiba berubah menjadi besi. Ketika aku dan Rusina bersiaga Queen telah berada di belakangku.


"Dia mainan Beelzebub."


"Mainan? Maksudnya?"


"Dia hanya golem yang digerakkan dari kejauhan, jika kita menghancurkan intinya golem ini akan hancur."


"Intinya dimana?" tanya Rusina.


"Ada di dadanya."


"Jika itu, serahkan padaku."


Aku melesat dengan kecepatan kosmik, memberikan tendangan terbang yang dengan baik ditahannya, dari sisi lain Rusina telah bergerak maju.


Saat jarak keduanya sangat dekat tangan itu terpotong dengan sekali tebasan cakar Rusina.


Ketika perhatian golem teralihkan aku menusuk dadanya dengan tanganku lalu menarik keluar bola bercahaya tersebut dari sana untuk menghancurkannya dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2