Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 70 : Extra Skill


__ADS_3

"Extra Skill aktifkan," bersamaan perkataanku seluruh pakaian yang dikenakan orang-orang di sekelilingku lenyap sekaligus, para malaikat mayoritas wanita itu menjatuhkan tombak mereka sementara aku tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha, bagaimana dengan kemampuanku? Kalian tidak bisa bertarung karena malu."


Semua orang serempak menutupi bagian tubuh mereka tak kecuali para pelayanku, skill ini sulit dikendalikan, kecuali penggunanya siapapun dalam radius 500 meter mereka akan kehilangan pakaiannya.


Hanya Selly dan Sella saja yang berdiri seolah tak peduli dengan penampilannya sekarang.


"Betapa liciknya, dengan ini para malaikat ini tidak bisa berbuat banyak."


"Kini tuan Kazuya lebih cocok menjadi raja iblis daripada pahlawan," tambah Selly.


"Raja iblis atau apapun tak masalah, yang penting aku menang."


Wanita yang sebelumnya meremehkanku berdiri selagi mengambil tombaknya.


"Jangan kira perlakuan kejam seperti ini akan membuatku mundur, aku tidak peduli kau melihatku di mana lagipula aku akan membunuhmu."


"Sebenarnya kau siapa?" tanyaku.


"Aku tidak perlu menjawabnya."


Riel yang menjawabnya.


"Dia adalah Ikaros, komandan pasukan."


"Komandan kah? Sebaiknya kau mengenang namamu dalam-dalam, karena aku akan menghancurkan tempat tinggalmu dan membuatmu kehilangan jabatan."


"Dasar iblis, terima ini... Judgment Spears."

__ADS_1


Ikaros menciptakan petir di tombaknya lalu terbang dengan sayapnya untuk menusukku dengan ujungnya. Tanpa bergerak aku menahannya dan seketika petir tersebut menyebar ke segala arah lalu meledak di sana sini.


"Mustahil, serangan tombakku bisa ditahan begitu saja."


"Sekarang giliranku... Extra Skill.. Penghakiman."


Dari belakang Ikaros muncul sebuah patung raksasa wanita dengan mata tertutup, kedua tangannya berada di atas kepala Ikaros yang mana mengehentikan seluruh pergerakannya.


"Kyaaa... apa ini? Aku tidak bisa bergerak."


Selly berkata ke arahku saat semua orang terkejut dengan apa yang kulakukan.


"Tuan, bukannya berlebih menggunakan hal seperti ini, dia bisa mati loh."


"Tunggu, kau ingin membunuhku, tolong ampuni aku... ini mengerikan, mama, mama aku takut, uwaahhh."


Semua pelayanku menatapku dengan pandangan bermasalah.


"Tunggu sebentar aku tidak berniat melakukan hal aneh-aneh, hanya saja."


"Tuan?"


"Aku mengerti."


Aku menghilangkan patung tersebut dan hanya tersenyum masam sebagai jawaban, para malaikat mulai berterbangan dengan wajah menangis sementara Ikaros terlihat shock selagi mengusap air matanya.


Kini aku malah merasa bersalah.


***

__ADS_1


Di pulau langit yang dihuni para malaikat, sebuah kabar mulai menyebar ke segala penjuru, dua orang malaikat tinggi yang memimpin negara ini tanpa terkejut setelah mendengar apa yang terjadi pada bawahannya.


"Tidak hanya mempermalukan kita, mereka juga menangkap Ikaros?" tanya pria berambut pirang bernama Nal.


"Benar tuan, kami tadinya ingin membawa nona Riel namun semuanya digagalkan oleh pria itu."


"Apa mungkin kalian ini terlalu lemah hingga bisa dikalahkan," suara itu berasal dari wanita berambut ungu Ferida, di negara ini dialah malaikat yang paling cantik.


"Pria itu benar-benar kuat, aku tidak tahu sihir apa yang digunakannya namun dia bisa memunculkan sebuah patung raksasa yang tampak mengerikan."


"Mengerikan apa maksudmu?" timbal Nal.


"Aura yang dikeluarkannya seperti melihat surga dan neraka di waktu bersamaan."


"Mustahil, hal seperti itu bisa dilakukan oleh manusia?"


Hanya Ferida yang diam selagi menggigit ujung jarinya seolah memikirkan sesuatu.


"Apa ada ciri lain dari patungnya?"


"Matanya tertutup."


"Ada apa Ferida? Kau tampak khawatir?"


"Aku sepertinya pernah mendengar soal patungnya."


"Terserahlah, aku akan memimpin pasukan untuk membawa calon istriku kembali.. siapkan 10.000 pasukan untuk menemaniku."


"Baik tuan."

__ADS_1


"Aku ingin tahu sekuat apa orang itu?"


__ADS_2