Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 24 : Membeli Tanah


__ADS_3

Kami kembali ke guild pedagang Abelon, wajah Ronald yang merupakan sebagai penasehatku tampak memucat saat aku menunjukan tumpukan sisik naga biru padanya.


"Tu-tuan ini semua?"


"Sisik naga biru, aku juga bahkan membawa naganya kemari untuk disembelih."


Nermia langsung mencekikku dari belakang.


"Bercandamu terlalu berlebihan."


"Maafkan aku."


"Eh, naga biru?"


Sesaat pikiran Ronald dipenuhi kekosongan sampai dia berteriak.


"Heehh."


Dua wanita yang menempati loket sebelah turut masuk untuk memeriksa apa yang terjadi? Dan mereka juga berteriak.


Tempat ini dipenuhi drama sekarang.


"Lu-luar biasa semua sisik asli ini," yang mengatakan itu adalah wanita berdada besar berambut pirang, namanya Keyla.


Setiap dia bergerak dadanya akan selalu naik turun.


Sementara satunya lagi berpenampilan sebaliknya bernama Lemy, dia memiliki rambut coklat dengan wajah imut.


"Aku baru melihat ini sejak pertama kali bergabung di sini."


Kedua wanita itu mulai menggodaku dengan tubuh mereka hingga Ronald tampak khawatir, sejak awal aku berniat membantunya jadi dia tidak perlu memikirkan hal bodoh.


"Kau mau bergabung dengan loketku? Setiap mendapatkan pencapaian bagus, kau bisa mendapatkan hadiah dariku."


Dia hanya wanita buruk.


Begitu pula satunya lagi.


Aku ingin tahu betapa banyak pria yang mereka tiduri, tapi aku tidak berniat untuk mengetahuinya lebih jauh lagi.

__ADS_1


"Maaf saja, aku memiliki kontrak seumur hidup dengan Ronald... aku tidak berniat bergabung dengan siapapun kecuali dengannya, jika melakukan hal seperti itu aku lebih suka melakukannya dengan tiga pelayanku ini secara bersamaan."


Selly dan Sella memegangi pipinya dengan wajah memerah.


"Aku akan menjadi seorang ibu."


"Aku juga Selly."


"Kalian terlalu cepat ke arah sana," teriakku.


Dan untuk Nermia dia seakan bisa pingsan kapanpun karena bahagia.


Kedua wanita itu hanya terlihat kesal lalu pergi meninggalkan ruangan.


Ronald tampak menangis.


"Tuan Kazuya, aku akan mengikutimu sepanjang sisa hidupku."


"Kau terlalu berlebihan, untuk penjualan kuserahkan padamu."


"Baik."


"Tentu apapun itu, saya akan melaksanakannya?"


"Saat kita berhasil mendapatkan barang langka pasti akan menarik perhatian banyak orang untuk bergabung, aku ingin kau menolak semua permintaannya."


"Itu berarti kita akan sedikit menjual material di banding loket lainnya?"


"Tak apa, aku akan terus berburu material langka.. walau mereka mengumpulkan lebih banyak dari kita hanya dengan satu barang kita tetap akan berada di atas, kusarankan kau juga menempatkan seorang asisten di sini."


"Saya punya seorang putri berusia 15 tahun, apa dia boleh?"


"Tentu saja, benar juga.. aku memutuskan tinggal di sini apa kau tahu tanah yang akan dijual."


"Saya akan segera carikan."


Beberapa saat kemudian Ronald muncul dengan peta di wilayah sekitar ini.


"Aku ingin sebuah tanah yang luas dengan pemandangan tenang."

__ADS_1


"Jika begitu bagaimana di sini?"


Ronald menunjuk sebuah wilayah di luar kota Abelon, itu merupakan dataran tinggi yang sejuk dan cocok untuk menjalani kehidupan damai.


"Aku menginginkan semuanya."


"Semuanya? Jika begitu bahkan tuan bisa membuat beberapa desa di sana jika mau."


"Soal itu aku akan memikirkannya nanti."


"Saya mengerti, dalam tiga hari saya akan mengajukan pembeliannya, untuk pembayarannya sendiri saya akan memotongnya dari penjualan sisik ini."


"Tentu, tolong urus semuanya, aku hanya akan menerima surat tanahnya saja."


"Apa tuan yakin memberikan kekuasaannya pada saya?"


"Aku mempercayaimu Ronald jadi pastikan jangan mengecewakanku."


Selanjutnya dia malah menangis lagi.


Orang ini terlalu banyak menangis.


"Sebagai bayaranmu ambilah dari penjualan sisik ini sebanyak yang kau inginkan, aku tidak keberatan."


Dia malah menangis lebih keras.


"Dengan ini keluargaku bisa membeli pakaian, makanan enak dan rumah yang layak, huaaahh tuan."


"Kau baik-baik saja?"


Sebenarnya dia hidup di tempat seperti apa?


"Tuan terus membuatnya menangis," kata Selly, dan aku hanya bisa menghela nafas panjang.


Ronald berkata ke arahku setelah mengusap air mata di wajahnya.


"Selama ini keluarga saya tinggal di kolong jembatan, apa boleh saya mendirikan rumah di dekat rumah tuan.. saya ingin keluarga saya melayani keluarga tuan."


"Aku tidak keberatan, tapi sebelum itu tanyakan dulu pada keluargamu.. jika mau aku tidak keberatan."

__ADS_1


"Terima kasih banyak."


__ADS_2